
BSI Tembus Rp460 Triliun, Kini Masuk 5 Besar Bank Nasional dan Rajai Tabungan Haji
SisiIslam.com, JAKARTA – BSI aset Rp460 triliun masuk lima besar bank nasional. Laba Rp2,2 triliun, tabungan haji dan emas digital jadi motor pertumbuhan syariah. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Bank syariah pelat merah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), semakin menunjukkan taringnya di kancah perbankan tanah air. Hingga kuartal I 2026, aset BSI Rp460 triliun secara resmi mengantarkan perseroan menempati posisi lima besar bank nasional, baik dari sisi aset maupun laba.
Laba Tumbuh Dua Digit di Tengah Ketidakpastian Global
Di saat sektor perbankan global dilanda ketidakpastian dan likuiditas ketat, laba BSI kuartal I 2026 justru melesat 17,1 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp2,2 triliun. Capaian ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan bank syariah Indonesia tidak hanya stabil, tapi juga sangat kompetitif.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi hanya bersaing di level bank syariah.
“BSI tidak hanya memimpin pasar perbankan syariah, tetapi juga semakin kompetitif di perbankan nasional,” ujar Anggoro dalam paparan kinerja kuartal I 2026, Selasa (12/5/2026).
Tabungan Haji dan Generasi Muda Jadi Kekuatan Utama
Total aset BSI Rp460 triliun tersebut tumbuh 14,78 persen secara tahunan, didorong oleh dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp377 triliun. Yang menarik, pertumbuhan tertinggi berasal dari tabungan—naik 20,18 persen menjadi Rp160 triliun. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara bank besar nasional.
Salah satu faktor kunci adalah tabungan haji BSI. Hingga Maret 2026, jumlah rekening tabungan haji mencapai 7,25 juta rekening dengan dana kelolaan sekitar Rp15,65 triliun. Bahkan, sekitar 83,5 persen jamaah haji Indonesia tahun ini berangkat melalui BSI.
“Tabungan haji menjadi kekuatan BSI dalam membangun dana murah yang berkelanjutan,” tambah Anggoro.
Menariknya, kalangan muda usia 21-40 tahun kini mendominasi pembukaan tabungan haji dan investasi emas. Menurut Anggoro, ini menunjukkan generasi milenial dan Gen Z mulai menyiapkan ibadah haji sejak usia produktif.
Emas Digital dan BYOND, Sumber Pertumbuhan Baru
Selain haji, emas digital BSI menjadi sumber pertumbuhan baru yang signifikan. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) melonjak 22,3 persen, didorong layanan gadai emas, cicil emas, dan tabungan emas digital.
Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengungkapkan bahwa jumlah nasabah tabungan emas BSI kini sudah menembus satu juta pengguna—padahal baru berjalan sekitar setahun.
“Yang kami dorong bukan orang beli emas karena spekulasi harga, tetapi membangun kebiasaan menabung jangka panjang,” kata Ade.
Kemudahan akses melalui aplikasi BYOND BSI memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi emas dengan hanya Rp50 ribu. Hingga kuartal I 2026, pengguna BYOND mencapai 6,55 juta dengan nilai transaksi Rp223 triliun.
Pembiayaan Tembus Rp329 Triliun dengan Risiko Terjaga
Dari sisi penyaluran dana, pembiayaan BSI tumbuh 14,39 persen menjadi Rp329 triliun. Kualitas pembiayaan tetap prima dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing gross) hanya sebesar 1,8 persen.
BSI optimistis bahwa kombinasi bisnis tabungan haji, emas digital, dan layanan digital BYOND akan menjadi penopang utama pertumbuhan perseroan ke depan. Dengan fondasi ini, bukan tidak mungkin BSI akan terus merangsek ke papan atas perbankan nasional.
Kesimpulan Redaksi: Keberhasilan BSI masuk lima besar bank nasional dengan aset Rp460 triliun bukan hanya prestasi korporasi, tapi juga bukti bahwa ekonomi syariah Indonesia semakin dewasa, inklusif, dan digerakkan generasi muda. [*fin]
QS: Az-Zalzalah (99) : 8
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗdan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
----------Al-Qur'an lengkap







