Muhammadiyah Dorong Transformasi Layanan Sosial Berbasis Komunitas, Tinggalkan Pola Panti Asuhan Konvensional
Rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah tentang transformasi amal usaha bidang sosial di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/6/2026). [HO-Muhammadiyah]

Muhammadiyah Dorong Transformasi Layanan Sosial Berbasis Komunitas, Tinggalkan Pola Panti Asuhan Konvensional

SISIISLAM.COM, MATARAM – Muhammadiyah transformasi layanan sosial berbasis komunitas melalui PSKM, jawab tantangan kesejahteraan masyarakat modern yang kompleks dan beragam. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi islam Media di bawah ini.


Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, resmi mendorong transformasi layanan sosial yang selama ini identik dengan pengelolaan panti asuhan. Kini, pendekatan baru diarahkan pada layanan sosial berbasis komunitas guna menjawab dinamika kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks dan beragam.

Keputusan strategis ini disampaikan dalam rapat koordinasi wilayah Muhammadiyah tentang transformasi amal usaha bidang sosial yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (14/6/2025).

MPKS Tak Lagi Sekadar Kelola Panti Asuhan

Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Mariman Darto, menegaskan bahwa lembaganya harus berevolusi.

“MPKS bukan hanya mengurus panti asuhan, tetapi harus hadir sebagai penggerak layanan sosial berbasis komunitas,” ujar Mariman.

Menurutnya, penguatan komunitas menjadi kunci agar Muhammadiyah mampu merespons persoalan sosial modern seperti kemiskinan perkotaan, disabilitas marginal, hingga lansia terlantar yang tidak lagi cukup diatasi melalui model panti konvensional.

Lahirkan PSKM, Pusat Layanan Sosial Terintegrasi

Dalam momentum bersejarah di usianya yang ke-114 tahun, Muhammadiyah menggagas pembentukan Pusat Solidaritas Kesejahteraan Masyarakat (PSKM). Lembaga ini dirancang sebagai model layanan sosial yang lebih adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Kaszinó üdvözlő bónusz: Magyarország legjobb ajánlatai 2026

PSKM diharapkan tidak hanya menggantikan peran panti asuhan, tetapi juga menjadi gerakan kolektif berbasis komunitas. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak lagi menjadi objek bantuan, melainkan subjek penggerak kesejahteraan bersama.

Falahuddin: Kualitas Pengasuhan Anak Jangan Terabaikan

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Falahuddin, mengingatkan bahwa transformasi pelayanan sosial harus beriringan dengan peningkatan kualitas pengasuhan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

Ia meminta agar LKSA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penampungan anak yatim dan dhuafa, tetapi menjadi pusat tumbuh kembang anak yang manusiawi dan bermartabat.

Falahuddin juga mendorong percepatan penyusunan buku pedoman pengasuhan anak sebagai acuan standar bagi seluruh LKSA di Nusa Tenggara Barat.

“Layanan sosial adalah bagian penting dari misi Muhammadiyah melayani umat, terutama fakir miskin dan kelompok rentan,” tegasnya.

Inspirasi dari Al-Maun dan Penolong Kesengsaraan Oemoem

Menariknya, semangat transformasi ini bukanlah hal baru bagi Muhammadiyah. Falahuddin mengingatkan bahwa MPKS sesungguhnya merupakan pengembangan dari Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO), sebuah gerakan kemanusiaan yang terinspirasi dari Surat Al-Maun yang digagas oleh Kiai Syuja’ pada tahun 1918.

Dengan demikian, transformasi layanan sosial berbasis komunitas adalah bentuk ijtihad kontemporer Muhammadiyah untuk tetap relevan dalam menebar rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin).

Kesimpulan

Langkah Muhammadiyah keluar dari pola lama panti asuhan menuju layanan sosial berbasis komunitas menandai babak baru gerakan sosial Islam di Indonesia. Melalui PSKM, penguatan LKSA, dan pedoman pengasuhan yang standar, organisasi ini optimistis mampu menjawab tantangan kesejahteraan masyarakat masa kini dengan cara yang lebih manusiawi, modern, dan memberdayakan. [*izah]

QS: An-Nahl (16) : 121

شَاكِرًا لِّاَنْعُمِهِ ۖاجْتَبٰىهُ وَهَدٰىهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

dia mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya ke jalan yang lurus.

----------
Al-Qur'an lengkap