
Hamas Ajak Fatah Bertemu Langsung Bahas Strategi Nasional Palestina Pasca Konferensi Fatah
GAZA, SISIISLAM.COM – Hamas ajak Fatah bertemu langsung bahas strategi nasional Palestina pasca konferensi Fatah ke-8. Rekonsiliasi internal jadi kunci hadapi Israel. Baca kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Gerakan perlawanan Palestina, Hamas, secara resmi menyerukan pertemuan langsung dengan Gerakan Pembebasan Nasional Palestina atau Fatah. Ajakan ini disampaikan untuk membahas strategi nasional Palestina pasca berakhirnya Konferensi Umum Fatah yang ke-8.
Seruan tersebut disampaikan oleh Hossam Badran, kepala Kantor Hubungan Nasional Hamas sekaligus anggota biro politiknya, pada Kamis (14/5). Menurut Badran, momen konferensi Fatah merupakan “kesempatan untuk mencapai perubahan dalam hubungan nasional internal Palestina.”
Alasan Hamas Ajak Fatah Bertemu di Tengah Tekanan Israel
Dalam pernyataannya, Badran menegaskan bahwa pertemuan langsung Hamas dan Fatah sangat krusial untuk meningkatkan kesiapan menghadapi rencana-rencana Israel. Ia menuduh Israel sedang berupaya “melenyapkan perjuangan Palestina secara sepenuhnya dengan memanfaatkan situasi internasional dan regional saat ini.”
“Sudah saatnya kita mengatasi perbedaan pendapat serta dampak dari masa lalu, dan fokus pada masa kini maupun masa depan berdasarkan kemitraan nasional dan tanggung jawab bersama,” ujar Badran.
Ia juga menekankan pentingnya mengambil “langkah politik dan aksi nyata yang sepadan dengan pengorbanan rakyat Palestina.”
Konferensi Fatah ke-8 dan Kembalinya Mahmoud Abbas
Konferensi umum Fatah ke-8 sendiri dibuka pada hari yang sama di Kota Ramallah, Tepi Barat, dengan sesi yang juga diadakan secara bersamaan di Gaza, Kairo, dan Beirut. Konferensi tiga hari ini diharapkan menghasilkan nama-nama jajaran anggota untuk dua badan kepemimpinan tertinggi Fatah, yakni Komite Sentral dan Dewan Revolusioner.
Pada hari pertama, kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali terpilih sebagai pemimpin Fatah. Sebelumnya, Konferensi Umum Fatah ketujuh di Ramallah pada 2016 juga memilih Abbas untuk posisi yang sama.
Rekonsiliasi Internal Palestina: Sejarah Panjang Fatah dan Hamas
Perlu diketahui, Fatah dan Hamas telah berselisih sejak 2007, ketika Hamas menguasasi Jalur Gaza, sementara Fatah tetap dominan di Tepi Barat. Fatah sendiri didirikan di bawah kepemimpinan mendiang Yasser Arafat pada 1959 dan merupakan faksi terbesar dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).
Dalam beberapa tahun terakhir, kedua faksi ini terlibat dalam beberapa putaran perundingan di Beijing dan Kairo untuk mendorong rekonsiliasi internal Palestina serta membahas pengaturan pascaperang di Gaza.
Ajakan Hamas untuk bertemu langsung dengan Fatah ini pun menjadi angin segar baru bagi harapan bersatunya kembali dua kekuatan politik utama Palestina di tengah ancaman eksistensial dari Israel. [*dik]
QS: As-Saffat (37) : 132
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَSungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
----------Al-Qur'an lengkap






