BoP Gagal Bangun Gaza? Gencatan Senjata Hancur, Hamas Sebut 850 Warga Syahid
Bagaimana Kabar BoP yang Katanya Bakal Membangun Gaza?

BoP Gagal Bangun Gaza? Gencatan Senjata Hancur, Hamas Sebut 850 Warga Syahid

Gaza, SisiIslam.com – Dewan Perdamaian (BoP) Trump gagal wujudkan pembangunan Gaza. Gencatan senjata dilanggar Israel, 850 syahid. Hamas tolak dilucuti. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Kabar terbaru dari Jalur Gaza menunjukkan bahwa Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump yang katanya bakal menjadi solusi pembangunan Gaza, hingga kini tidak kunjung menjalankan fungsinya. BoP yang digadang-gadang sejak tahun lalu justru tenggelam di tengah eskalasi kekerasan.

Pelanggaran Gencatan Senjata oleh Israel

Gencatan Senjata Gaza Dilanggar Israel, Hamas Angkat Bicara

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa pelanggaran terus-menerus terhadap gencatan senjata oleh Israel menjadi penghalang utama. “Tekanan harus diberikan kepada pendudukan untuk menerapkan apa yang dinyatakan pada fase pertama dan untuk melakukan diskusi mengenai fase kedua,” ujarnya dilansir Al Jazeera.

Menurut data yang dirilis Hamas, lebih dari 850 warga Palestina telah terbunuh di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan. Qassem menambahkan bahwa pihaknya merespons positif usulan para mediator untuk mencapai pendekatan yang logis.

Serangan Israel Meningkat Drastis

Data ACLED: Serangan Israel di Gaza Naik 35 Persen pada April

Lembaga pemantau konflik ACLED melaporkan bahwa Israel melakukan serangan 35 persen lebih banyak pada April dibandingkan Maret. Bahkan, dalam lima minggu terakhir, Israel terus mengarahkan senjatanya ke kantong-kantong warga Gaza pasca penghentian pemboman bersama AS dan Iran.

Baca Juga:  Wamenlu Anis Matta Yakin Kemerdekaan Palestina Sangat Dekat: Ini Analisis Geopolitik Terbaru

Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 120 warga Palestina syahid, termasuk delapan wanita dan 13 anak-anak, sejak gencatan senjata dengan Iran pada 8 April lalu. Sebelumnya, penyelidikan PBB tahun lalu menyimpulkan bahwa perang Israel di Gaza sama dengan genosida.

Polemik Pelucutan Senjata Hamas

BoP dan Kendala Perlucutan Senjata Hamas

Nickolay Mladenov, diplomat tertinggi yang mengawasi gencatan senjata di Gaza sebagai bagian dari Dewan Perdamaian (BoP) , justru menyoroti isu pelucutan senjata Hamas. Ia mengaku bisa membayangkan peran politik Hamas di Gaza pascaperang jika kelompok tersebut dilucuti.

“Kami tidak meminta Hamas menghilang sebagai sebuah gerakan politik,” kata Mladenov di Yerusalem. Namun, ia menegaskan bahwa pelucutan senjata Hamas adalah syarat “tidak bisa dinegosiasikan”. Di sisi lain, Hamas menolak dan menyalahkan Israel karena terus melanggar gencatan senjata.

Fakta di Lapangan: Gaza Hancur, Bantuan Terhambat

Tujuh Bulan Gencatan Senjata, Israel Kuasai 50 Persen Gaza

Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 856 warga Palestina dan menguasai lebih dari 50 persen Jalur Gaza. Kelompok kemanusiaan melaporkan bahwa Israel tidak mengizinkan jumlah bantuan yang dijanjikan.

Sementara itu, fase pertama perjanjian seharusnya membahas pembebasan tawanan terakhir. Fase kedua yang gagal dijalankan membayangkan Hamas menyerahkan senjata, penarikan pasukan Israel, dan pembangunan kembali Gaza. Tanpa semua elemen itu, Mladenov mengakui, tidak ada jaminan Israel akan mundur.

Baca Juga:  PALSU! Media Gaza Bongkar Kebohongan Data Bantuan PBB: Bukan 602 Truk, Hanya 207 yang Masuk, Genosida Berlanjut!

Kesimpulan

Kabar BoP yang Katanya Bakal Membangun Gaza: Hanya Wacana?

Hingga kini, kabar BoP yang katanya bakal membangun Gaza hanya tinggal janji. Alih-alih pembangunan, yang terjadi adalah pemboman, pelanggaran gencatan senjata, dan kebuntuan politik. Gaza kembali terjebak dalam siklus kekerasan tanpa solusi nyata dari Dewan Perdamaian bentukan Trump. Sisiislam.com akan terus memantau perkembangan terbaru dari tanah suci yang terus berduka ini. (*Sod)

QS: Al-Qalam (68) : 49

لَوْلَآ اَنْ تَدَارَكَهٗ نِعْمَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ لَنُبِذَ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ مَذْمُوْمٌ

Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.

----------
Al-Qur'an lengkap