
Penyerbuan Al-Aqsa oleh Yahudi Ekstrem: Ben-Gvir Klaim Kuasai Masjid, 1.412 Pemukim Hancurkan Status Quo
Yerusalem, SisiIslam.com – Penyerbuan Al-Aqsa oleh Yahudi ekstrem hari ini. 1.412 pemukim & menteri Israel klaim kuasai Masjid. Fakta lengkap & respons dunia. Baca kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Masjid Al-Aqsa kembali menjadi saksi bisu aksi provokatif para pemukim Israel. Pada Kamis (14/5/2026), gelombang besar penyerbuan Al-Aqsa oleh Yahudi ekstrem terjadi secara terbuka, bahkan dihadiri oleh para menteri dan anggota Knesset. Mereka tidak hanya memasuki halaman masjid, tetapi dengan lantang mengklaim telah menguasai Masjid Al-Aqsa.
Peristiwa ini berlangsung bertepatan dengan apa yang Israel sebut sebagai “Hari Penyatuan Yerusalem”, peringatan pendudukan Yerusalem Timur pada 1967. Berikut 5 fakta penyerbuan yang mengejutkan dunia Islam, sebagaimana dirangkum sisiislam.com dari Aljazeera dan sumber Palestina.
1. 1.412 Pemukim Israel Serbu Al-Aqsa dalam Satu Hari
Fakta pertama yang mencengangkan adalah jumlah masif pemukim Israel yang ikut dalam penyerbuan Al-Aqsa kali ini. Pemerintah Provinsi Yerusalem mencatat total 1.412 pemukim memasuki halaman masjid selama dua sesi, pagi dan sore, dengan pengawalan ketat aparat Israel.
Rata-rata, setiap pekan para pemukim datang dalam dua sesi. Namun kali ini jumlahnya melonjak drastis. Bahkan dalam tiga jam pertama saja, 422 pemukim sudah tercatat masuk.
Mereka tidak hanya berjalan-jalan, tetapi dengan sengaja meneriakkan slogan-slogan rasis seperti “Matilah orang Arab” dan “Biarlah desa-desa mereka dibakar”.
2. Menteri Ben-Gvir Teriak Slogan Provokatif: “Al-Aqsa di Tangan Kita”
Itamar Ben-Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal sebagai tokoh Yahudi ekstrem, kembali menjadi pusat kontroversi. Sebuah rekaman video memperlihatkan Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel dan menari bersama kelompok kanan di depan Kubah Shakhrah.
Dengan lantang dia meneriakkan slogan bersejarah yang pernah diucapkan tentara Israel saat menduduki Al-Aqsa pada 1967:
“Temple Mount (Bukit Bait Suci) ada di tangan kita.”
Bahkan dia dengan terang-terangan mengklaim Al-Aqsa sudah dikuasai mereka dengan mengatakan, “Hari ini, lebih dari sebelumnya, Masjid Al-Aqsa berada di tangan kita.”
Aksi ini langsung memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Yordania dan Hamas.
3. Ritual Talmud dan Pawai Bendera dengan Slogan Rasis
Penyerbuan Al-Aqsa kali ini berbeda dari sebelumnya. Para pemukim tidak hanya masuk, tetapi juga melaksanakan ritual Talmud di halaman masjid. Mereka menari, bernyanyi lagu “Am Yisrael Chai”, dan melakukan ibadah Yahudi secara terbuka—sesuatu yang selama puluhan tahun dilarang.
Malam harinya, ratusan pemukim berkumpul di Bab al-Amud (Gerbang Damaskus) untuk mengikuti Pawai Bendera tahunan. Pawai ini dianggap simbol utama Yudaisasi Yerusalem. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, turut hadir.
Sekitar 50 ribu pemukim diperkirakan ikut pawai ini, melintasi kawasan Palestina sambil meneriakkan “Matilah orang Arab”.
4. Muslim Diblokir, Hanya 150 Orang yang Bisa Masuk Al-Aqsa
Salah satu bentuk agresi terburuk adalah pembatasan brutal terhadap jamaah Muslim. Polisi Israel melarang:
- Laki-laki di bawah 60 tahun
- Perempuan di bawah 50 tahun
untuk memasuki Masjid Al-Aqsa sejak dini hari. Para pedagang di Kota Tua Yerusalem juga dipaksa menutup toko. Akibatnya, hanya sekitar 150 Muslim—kebanyakan pegawai Wakaf dan pelajar ujian—yang berada di dalam kompleks, sementara lebih dari 200 pemukim sudah memenuhi halaman pada jam pertama.
Aparat Israel bahkan memukul dan mendorong jamaah, serta memaksa mereka tetap berada di ruang tertutup agar halaman kosong untuk para pemukim.
5. Respons Keras Yordania dan Hamas: “Al-Aqsa Tetap Islam”
Meski Israel bertindak semena-mena, dunia Islam tidak tinggal diam. Pemerintah Yordania mengecam keras masuknya Ben-Gvir dan menganggapnya sebagai pelanggaran nyata terhadap status historis dan hukum Yerusalem.
Yordania menegaskan bahwa seluruh kawasan Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah khusus umat Islam dan Wakaf Yordania adalah satu-satunya otoritas yang berwenang.
Sementara itu, Hamas dalam pernyataan resminya menyebut penyerbuan ini sebagai upaya gagal mengubah identitas tanah suci Palestina.
“Pendudukan teroris tidak akan berhasil mencabut kedudukan Yerusalem dan Al-Aqsa dari hati rakyat Palestina,” demikian pernyataan Hamas.
Kesimpulan: Ancaman Nyata Yudaisasi Yerusalem
Penyerbuan Al-Aqsa oleh Yahudi ekstrem kali ini bukan sekadar provokasi biasa. Dengan melibatkan menteri, anggota Knesset, dan ribuan pemukim, Israel secara sistematis berusaha mengubah status quo dan memaksakan realitas baru di Yerusalem. Slogan “Al-Aqsa di tangan kita” yang diteriakkan Ben-Gvir adalah alarm bahaya bagi seluruh umat Islam.
Sisiislam.com akan terus memantau perkembangan eskalasi ini. Sementara itu, umat Islam di seluruh dunia diimbau untuk meningkatkan kepedulian dan doa untuk keselamatan Masjid Al-Aqsa.
Penulis: Redaksi sisiislam.com
Sumber: Aljazeera, WAFA
Editor: Tim Sisi Islam Media
QS: Al-A'raf (7) : 143
وَلَمَّا جَاۤءَ مُوْسٰى لِمِيْقَاتِنَا وَكَلَّمَهٗ رَبُّهٗۙ قَالَ رَبِّ اَرِنِيْٓ اَنْظُرْ اِلَيْكَۗ قَالَ لَنْ تَرٰىنِيْ وَلٰكِنِ انْظُرْ اِلَى الْجَبَلِ فَاِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهٗ فَسَوْفَ تَرٰىنِيْۚ فَلَمَّا تَجَلّٰى رَبُّهٗ لِلْجَبَلِ جَعَلَهٗ دَكًّا وَّخَرَّ مُوْسٰى صَعِقًاۚ فَلَمَّآ اَفَاقَ قَالَ سُبْحٰنَكَ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَDan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau.” (Allah) berfirman, “Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku.” Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, “Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman.”
----------Al-Qur'an lengkap

