MUI Gelar Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah Menjelang Kongres Umat Islam Indonesia VIII di Yogyakarta
Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. [Foto: Junaidi/ MUI Digital]

MUI Gelar Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah Menjelang Kongres Umat Islam Indonesia VIII di Yogyakarta

Jakarta, SisiIslam.com – Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah oleh MUI jadi rangkaian pra-KUII VIII di Yogyakarta. Perkuat persatuan umat Islam Indonesia dengan ushuliyah dan furuiyah. Baca kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi menyiapkan agenda strategis bertajuk Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah sebagai rangkaian pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII. Kegiatan ini bertujuan memperkokoh persatuan umat di tengah dinamika keberagaman organisasi dan perbedaan pandangan keislaman.

Fokus Utama: Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah akan menjadi fondasi utama membangun kebersamaan umat jelang kongres.

“Pra Kongres yaitu Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah sebagai bagian dari penguatan agar umat bersatu. Dan ini akan digelar di Yogyakarta oleh MUI DIY,” ujar Buya Amirsyah kepada MUI Digital, di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, ukhuwah Islamiyah harus terus dipupuk, terutama karena umat Islam Indonesia memiliki beragam ormas dan pemikiran keagamaan.

Tema Besar: Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat

Kongres Umat Islam Indonesia VIII mengusung tema besar “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat”. Penguatan persatuan umat Islam menjadi pilar utama demi terwujudnya kedaulatan bangsa.

MUI mengangkat semangat “Bersatu dalam Ushuliyah, Bertoleransi dalam Furuiyah” sebagai landasan kebersamaan.

Baca Juga:  Kemenhaj Jabar Perketat Pengawasan KBIHU: Cegah Umrah Berulang dan Paket Wisata Berlebihan

“Ini harus menjadi tagline yang bisa mempersatukan kita,” tegas Buya Amirsyah.

Rangkaian Pra-Kongres Lainnya

Selain Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah, MUI juga menyiapkan sejumlah agenda pra-KUII VIII lainnya:

  1. Kegiatan bersama Kaukus Parlemen – untuk memperkuat peradaban dan mendukung perdamaian dunia.
  2. Pelibatan ulama dan pesantren – dalam penguatan pembinaan karakter santri.
  3. Agenda seni budaya dan peradaban Islam – sebagai bagian dari rangkaian menuju kongres.

Buya Amirsyah menambahkan, pesantren memiliki sejarah panjang di Indonesia dan telah melahirkan banyak tokoh bangsa.

“Pesantren harus kita kawal sebagai aset bangsa,” ujarnya.

Harapan: Rekomendasi Strategis untuk Bangsa

Seluruh rangkaian pra-kongres, termasuk Silaturahim Nasional Penguatan Ukhuwah, diharapkan melahirkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Ini sebagai bagian dari ikhtiar Majelis Ulama Indonesia untuk mengawal kedaulatan bangsa sehingga negara kita kuat,” tutup Buya Amirsyah.

Dengan semangat ukhuwah Islamiyah dan toleransi dalam furuiyah, MUI optimistis Kongres Umat Islam Indonesia VIII akan menjadi momentum kebangkitan persatuan umat menuju Indonesia yang lebih berdaulat dan kuat. [*fin]

QS: Al-Muddathir (74) : 9

فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ

maka itulah hari yang serba sulit,

----------
Al-Qur'an lengkap