Fenomena Gravitasi Tidak Gratis: Renungan Syukur dari DhuhaYuk untuk Umat Islam
Ilustrasi bagaimana jadinya jika tanpa gravitasi

Fenomena Gravitasi Tidak Gratis: Renungan Syukur dari DhuhaYuk untuk Umat Islam

SisiIslam.com – Gravitasi ternyata bukan nikmat gratis. DhuhaYuk ajak umat Islam merenungi betapa besar karunia Allah yang sering terlupakan. Yuk, tingkatkan syukur! Simak hal penting dalam tulisan ini melalui laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, sering kali manusia lupa bahwa setiap detik kehidupannya ditopang oleh nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Mulai dari oksigen yang dihirup gratis, hingga gravitasi yang tidak gratis—artinya, tidak bisa dibayar dengan harta apa pun.

Melalui kajian singkat bertajuk DhuhaYuk, sebuah komunitas penggerak hijrah mengajak umat Islam untuk menyadari bahwa nikmat Allah yang terlupakan salah satunya adalah gaya gravitasi. Kita terbiasa merasa bangga memiliki rumah, kendaraan, atau harta benda, tanpa menyadari bahwa semua itu hanya bisa berfungsi karena ada gravitasi.

Gravitasi: Nikmat Tersembunyi yang Mahal

Dalam tausiyahnya, DhuhaYuk menggambarkan sebuah skenario sederhana namun mencengangkan. Bayangkan Anda membeli rumah mewah di atas tanah luas. Anda merasa rumah itu sepenuhnya hasil jerih payah sendiri. Namun, bagaimana jika Allah mengangkat nikmat gravitasi dari rumah tersebut?

“Seandainya di dalam rumah itu Allah angkat nikmat gravitasi, apalah gunanya rumah tersebut walau berharga mahal,” demikian kutipan renungan tersebut.

Tanpa gravitasi, kursi dan kasur tak bisa ditempati. Air di bak mandi akan berhamburan ke langit-langit. Bahkan, tubuh penghuni rumah akan mengalami pembengkakan wajah karena cairan tubuh berkumpul di kepala akibat tidak adanya tekanan ke kaki.

Baca Juga:  Surah Yasin Membawa Kedamaian di Masa Sulit

Prediksi Ilmiah BBC: Hidup Tanpa Gravitasi

Renungan DhuhaYuk ini selaras dengan artikel BBC berjudul “What would happen to you if gravity stopped working?”. Dalam skenario tanpa gravitasi, jantung, otot, dan organ tubuh bekerja tidak normal. Luka sulit sembuh. Tulang dan persendian kehilangan tekanan, sehingga manusia akan merasakan penderitaan luar biasa dan hanya ingin keluar dari rumahnya sendiri.

Artinya, keajaiban gravitasi dalam Islam bukan sekadar teori fisika, melainkan bukti nyata kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah memasang gravitasi secara gratis di setiap sudut bumi, tanpa diminta, tanpa dibayar.

Hikmah Gravitasi: Pemicu Meningkatkan Syukur

Pesan utama dari renungan syukur Islam versi DhuhaYuk adalah: jangan pernah membanggakan diri dengan apa yang kita miliki. Karena unsur termahal dari rumah, mobil, bahkan tubuh kita sendiri—yaitu gravitasi—tidak pernah kita bayar satu sen pun kepada Allah.

“Sadarilah semua yang kita miliki teramat sedikit bandingannya dengan anugerah yang Allah titipkan kepada kita. Sudah saatnya kita perbanyak syukur kepada Allah,” tutup renungan tersebut.

Waktu Bangun dari Tidur Panjang

DhuhaYuk mengajak seluruh umat Islam untuk hijrah dalam kesadaran. Hijrah dari sifat lalim terhadap diri sendiri, dari kebiasaan menganggap remeh nikmat, menuju pribadi yang senantiasa bertafakur dan bersyukur.

“Salam Hijrah. Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!”

Mari kita mulai hari dengan shalat dhuha dan merenungi: masihkah ada rasa sombong dalam hati setelah tahu bahwa gravitasi saja—yang menopang hidup kita—adalah utang syukur tak berbalas kepada Allah? [*Sod]

QS: Al-An'am (6) : 28

بَلْ بَدَا لَهُمْ مَّا كَانُوْا يُخْفُوْنَ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَوْ رُدُّوْا لَعَادُوْا لِمَا نُهُوْا عَنْهُ وَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ

Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.

----------
Al-Qur'an lengkap