Hikmah Berkurban: Ekspresi Syukur, Pengorbanan, dan Pintu Meraih Derajat Takwa
Hikmah Berkurban: Ekspresi Syukur, Pengorbanan, dan Pintu Meraih Derajat Takwa

Hikmah Berkurban: Ekspresi Syukur, Pengorbanan, dan Pintu Meraih Derajat Takwa

SisiIslam.com – Hikmah berkurban bukan sekadar ritual, tapi ekspresi syukur, pengorbanan Nabi Ibrahim, dan jalan meraih takwa. Simak penjelasan lengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan umat Islam saat Idul Adha. Lebih dari itu, hikmah berkurban menyimpan makna spiritual yang dalam: dari ekspresi syukur, pengorbanan hakiki, hingga bukti nyata ketakwaan seorang hamba kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makna Kurban: Dari Bahasa hingga Istilah

Secara kebahasaan, kata kurban berasal dari qurb yang berarti ‘dekat’ atau qurban yakni ‘kesempurnaan.’ Dengan demikian, makna kurban adalah kedekatan yang sempurna. Dalam Al-Qur’an, kata qurban disebut tiga kali, yaitu pada Surah Ali Imran ayat 183, Al-Maidah ayat 27, dan Al-Ahqaf ayat 28.

Secara istilah, tujuan kurban dalam Islam adalah penyembelihan hewan tertentu yang dilakukan pada Idul Adha dan tiga hari sesudahnya (hari tasyrik), yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Berkurban sebagai Ekspresi Syukur

Salah satu hikmah berkurban yang paling utama adalah sebagai tanda kesyukuran. Ketika seorang Muslim berkurban dengan niat tulus ikhlas mengharapkan ridha-Nya, itu adalah bukti nyata rasa terima kasih atas nikmat yang tak terhitung.

Baca Juga:  Doa Pelunas Hutang: Amalan Mustajab dari Rasulullah untuk Bebas dari Jeratan Utang

Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنْكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ

Transliterasi:
Lay yanālallāha luḥūmuhā wa lā dimā’uhā wa lākin yanālu hut-taqwā minkum, każālika sakhkharahā lakum litukabbirullāha ‘alā mā hadākum, wa basysyiril-muḥsinīn.

Artinya:
“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Hajj:37)

Surah Al-Kautsar juga menekankan bahwa berkurban sebagai ekspresi syukur sejajar dengan shalat. Dalam ayat kedua, Allah berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Transliterasi:
Fa ṣalli lirabbika wanḥar

Artinya:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS Al-Kautsar:2)

Hikmah Berkurban dan Pengorbanan Nabi Ibrahim AS

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail menjadi fondasi utama ibadah kurban. Allah berfirman dalam Surah Ash-Shaffat ayat 102:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Transliterasi:
Fa lammā balagha ma‘ahu-s-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fī-l-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abati-f‘al mā tu’mar, satajidunī insyā’allāhu minaṣ-ṣābirīn.

Artinya:
“Maka ketika anak itu sampai (pada usia) berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.’”

Pelajaran dari kisah ini adalah bahwa keutamaan Idul Adha mengajarkan pengorbanan terbesar: melepaskan kecintaan terhadap diri sendiri demi meraih ridha Allah SWT.

Baca Juga:  Tawakal Bukan Pasrah Tanpa Usaha: Ini Makna, Keseimbangan dengan Ikhtiar, & Buah Manisnya

Derajat Takwa, Puncak Hikmah Berkurban

Allah SWT dengan tegas menyatakan bahwa daging dan darah hewan kurban tidak akan sampai kepada-Nya. Yang sampai adalah ketakwaan dari hati hamba-Nya. Karena itu, derajat takwa menjadi puncak hikmah dari ibadah kurban.

Rasulullah SAW bahkan memperingatkan:

“Barangsiapa yang mempunyai keluasan (harta) dan tak mau berkurban, maka janganlah mendekati tempat shalat kami!” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Peringatan ini menunjukkan bahwa tujuan kurban dalam Islam bukanlah formalitas, tetapi ujian kesungguhan iman dan kepedulian sosial.

Kesimpulan

Hikmah berkurban meliputi tiga hal agung: (1) ekspresi syukur atas nikmat Allah, (2) meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, serta (3) bukti nyata dalam meraih derajat takwa. Mari kita jadikan ibadah kurban tahun ini lebih bermakna, tidak hanya secara ritual, tetapi juga dengan hati yang tulus dan penuh kepasrahan kepada Allah Ta’ala.
Wallahu a’lam.

Penulis: Sodikin Masrukin
Editor: Redaksi Sisi Islam Media


Catatan Redaksi: Simak terus artikel menarik lainnya seputar hikmah berkurban, keutamaan Idul Adha, dan tuntunan ibadah harian hanya di SisiIslam.com.

QS: Ali Imran (3) : 107

وَاَمَّا الَّذِيْنَ ابْيَضَّتْ وُجُوْهُهُمْ فَفِيْ رَحْمَةِ اللّٰهِ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Dan adapun orang-orang yang berwajah putih berseri, mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya.

----------
Al-Qur'an lengkap