
7 Cara Menyenangkan Allah di 10 Hari Pertama Dzulhijjah yang Penuh Berkah
Sisi Islam Media – Temukan 7 cara utama untuk menyenangkan Allah SWT dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang mulia. Artikel ini membahas amalan-amalan seperti puasa (terutama puasa Arafah), memperbanyak dzikir, doa, sedekah, membaca Al-Qur’an, kurban, dan bertaubat. Dilengkapi dengan dalil dari Al-Qur’an dan Hadits, panduan ini akan membantu Anda memaksimalkan pahala di hari-hari istimewa yang sangat dicintai Allah.
Bulan Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Islam. Setelah Ramadan, sepuluh hari pertama bulan ini menjadi sangat istimewa. Keistimewaan ini semakin terasa karena umat Muslim di seluruh dunia menjalankan ibadah haji, yaitu bulan perjalanan suci menuju Baitullah.
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menandai awal periode penuh berkah, pahala berlipat ganda, dan keutamaan yang luar biasa. Keistimewaan ini tidak hanya dirasakan oleh jamaah haji, tetapi juga oleh setiap Muslim yang tidak melaksanakan haji.
Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Rasulullah SAW bersabda bahwa amal saleh lebih dicintai oleh Allah SWT pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dibandingkan hari-hari lainnya dalam setahun. Tidak ada hari yang lebih utama selain sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal ini karena pada periode tersebut terkumpul berbagai bentuk ibadah yang tidak ditemukan pada waktu lainnya.
Rasulullah SAW bersabda:
Transliterasi:
“Ma min ayyāmin al-‘amalu aṣ-ṣāliḥu fīhā aḥabbu ilallāhi min hādhihi al-ayyām – ya’nī ayyāma al-‘asyr – qālū: yā rasūlallāh, wa lā al-jihādu fī sabīlillāh? Qāla: wa lā al-jihādu fī sabīlillāh, illā rajulun kharaja bi nafsihi wa mālihi fa lam yarji’ min dhālika bi shay’.”
Terjemah:
“Tidak ada hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali dengan sesuatu apa pun.” (HR. Bukhari)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
Transliterasi:
“Ma min ayyāmin a’ẓama ‘indallāhi wa lā aḥabbu ilayhi min al-‘amali fīhinna min hādhihi al-ayyāmi al-‘asyr, fa aktsirū fīhinna min at-tahlīli wat-takbīri wat-tahmīd.”
Terjemah:
“Tidak ada hari yang lebih agung di sisi Allah dan tidak ada hari di mana amal lebih dicintai oleh-Nya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)
7 Cara Menyenangkan Allah di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
Berikut adalah tujuh amalan utama yang sangat dianjurkan untuk memaksimalkan keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
1. Memperbanyak Dzikir (Mengingat Allah)
Jadikanlah diri kita untuk terus meningkatkan jumlah dzikir. Bacalah takbir (Allahu Akbar), tahmid (Alhamdulillah), dan tahlil (Laa ilaaha illallah) selama sepuluh hari penuh berkah ini. Lantunkan dengan lisan dan hayati dengan hati.
2. Memperbanyak Doa
Perbanyaklah berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Jangan lupa untuk mendoakan saudara-saudara kita yang telah meninggal dunia. Mereka sangat menanti hadiah doa dari kita. Selain itu, lakukanlah kontemplasi spiritual (merenung) untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
Transliterasi:
“Idzā māta al-insānu inqaṭa’a ‘anhu ‘amaluhu illā min tsalātsah: ṣadaqah jāriyah, aw ‘ilmin yuntafa’u bihi, aw waladin ṣāliḥin yad’ū lahu.”
Terjemah:
“Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
3. Memperbanyak Sedekah (Amal Sosial)
Tingkatkanlah sedekah atau amal sosial Anda. Terdapat berkah tambahan dalam memberi sedekah pada bulan suci Dzulhijjah ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk bersedekah karena Allah SWT. Setiap kebaikan akan dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Bayangkan jika kita memberi $10 karena Allah, seolah-olah kita mendapatkan $7.000 di sisi-Nya.
4. Memperbanyak Puasa (Terutama Puasa Arafah)
Umat Muslim sangat dianjurkan untuk berpuasa selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah (tanggal 1-9 Dzulhijjah). Puasa pada hari-hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan puasa secara umum:
Transliterasi:
“Kullu ‘amali ibni ādama lahu illā aṣ-ṣawm, fa innahu lī wa anā ajzī bih.”
Terjemah:
“Semua amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari)
Secara khusus, puasa pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) memiliki keutamaan yang sangat agung. Rasulullah SAW bersabda:
Transliterasi:
“Ṣiyāmu yaumi ‘arafah, aḥtasibu ‘alallāhi an yukaffira as-sanata allatī qablahu wa as-sanata allatī ba’dah.”
Terjemah:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda:
Transliterasi:
“Ma min yaumin aktsara min an yu’tiqa Allāhu fīhi ‘abdan min an-nāri min yaumi ‘arafah.”
Terjemah:
“Tidak ada hari yang paling banyak Allah membebaskan seorang hamba dari neraka selain hari Arafah.” (HR. Muslim)
5. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Banyak dari kita mungkin belum sepenuhnya menyadari keagungan 10 hari pertama Dzulhijjah. Untuk memahaminya, bacalah Al-Qur’an dengan seksama. Renungkan kisah Nabi Ibrahim AS tentang mimpinya dan kesediaannya mengorbankan putranya. Setiap huruf yang kita baca dari Kitabullah akan mendatangkan pahala berlipat ganda.
Rasulullah SAW bersabda:
Transliterasi:
“Man qara’a ḥarfan min kitābillāhi fa lahu bihi ḥasanah, wal-ḥasanatu bi ‘asyri amtsālihā, lā aqūlu: alif lām mīm ḥarfun, wa lākin alifun ḥarfun, wa lāmun ḥarfun, wa mīmun ḥarfun.”
Terjemah:
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lam Mim’ itu satu huruf, tetapi Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi)
6. Melaksanakan Kurban (Ibadah Qurban)
Pada tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha), umat Muslim yang mampu disunnahkan untuk menyembelih hewan kurban. Ibadah ini bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.
Rasulullah SAW bersabda:
Transliterasi:
“Idzā ra’aytum hilāla dzī al-ḥijjati wa arāda aḥadukum an yuḍaḥḥiya, fal yumsik ‘an sya’rihi wa aẓfārih.”
Terjemah:
“Apabila kalian melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berkurban, maka tahanlah (jangan memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)
7. Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh
Allah SWT selalu menanti hamba-Nya yang mau mendekat dan memohon ampunan atas dosa-dosanya. Ketika seseorang menyesali dosanya dan berdoa untuk bertobat, Allah akan membukakan pintu berkah-Nya. Oleh karena itu, hentikanlah segala perbuatan maksiat dan mohonlah ampun kepada Allah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini dengan sungguh-sungguh disertai tekad tidak akan mengulanginya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
Transliterasi:
“Wa ani astaghfirū rabbakum thumma tūbū ilayhi yumatti’kum matā’an ḥasanan ilā ajalim musammaw wa yu’uti kulla żī faḍlin faḍlah.”
Terjemah:
“Dan mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang ditentukan, dan Dia akan memberi karunia-Nya kepada setiap orang yang mempunyai keutamaan.” (QS. Hud [11]: 3)
Kesimpulan
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang penuh dengan keutamaan dan keberkahan. Tidak ada seorang pun yang dapat memastikan apakah ia akan masih hidup di tahun depan pada bulan yang sama. Oleh karena itu, gunakanlah kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Dedikasikan diri kita sepenuhnya dan dengan penuh sukacita untuk mengingat Allah SWT, memperbanyak amal saleh, dan meraih ridha serta kecintaan-Nya.
Penulis: Sodikin Masrukin
editor: Redaksi Sisi Islam Media
QS: Al-Anbiya (21) : 63
قَالَ بَلْ فَعَلَهٗ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْـَٔلُوْهُمْ اِنْ كَانُوْا يَنْطِقُوْنَDia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.”
----------Al-Qur'an lengkap







