
Irfan Hakim Hadirkan Sapi Lokal hingga Belgian Blue untuk Kurban Idul Adha 1447 H
SisiIslam.com, Bekasi – Irfan Hakim hadirkan sapi lokal Peranakan Ongole, Pasundan, hingga Belgian Blue untuk kurban Idul Adha 1447 H di Bekasi. Dukung peternak dalam negeri. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Memasuki Idul Adha 1447 Hijriah, presenter dan artis serba bisa Irfan Hakim kembali menunjukkan perhatiannya terhadap tradisi kurban dengan cara yang unik dan berbeda. Di kediamannya kawasan Bekasi, pria yang dikenal sebagai pecinta hewan ini menghadirkan beragam jenis sapi kurban—dari sapi lokal kebanggaan Indonesia hingga sapi impor istimewa asal Belgia, Belgian Blue.
Dari Brahman India hingga Sapi Pasundan: Keberagaman di Halaman Rumah
Irfan Hakim tidak tanggung-tanggung dalam memilih hewan kurban tahun ini. Ia mendatangkan koleksi sapi dari berbagai daerah dan negara.
“Jenis sapinya pun beda-beda. Dari mulai Brahman dari India, sampai Belgian Blue dari Belgia,” ujar Irfan saat ditemui di kediamannya, Kamis.
Tak hanya sapi impor, suami dari Julia Dewi ini juga menonjolkan kekayaan lokal. Ia menyertakan sapi Peranakan Ongole (PO) yang merupakan sapi lokal khas Jawa, serta sapi Pasundan dari Tatar Sunda.
“Tujuannya supaya peternak juga pada semangat. Dan juga khusus untuk sapi-sapi lokal Indonesia itu harus bangga,” tegas Irfan.
Dukung Peternak Lokal, Stop Gengsi Sapi Impor
Dalam obrolannya dengan awak media, Irfan secara tersirat mengajak masyarakat untuk mulai melirik potensi besar peternakan dalam negeri. Menurutnya, tidak ada alasan untuk selalu terpaku pada sapi impor seperti Limousin atau Simmental.
“Jangan apa-apa Limousin lagi, Simmental lagi. Yang lainnya juga perlu kita bangga juga,” pesan Irfan.
Dengan menghadirkan sapi lokal seperti PO dan Pasundan, ia berharap para peternak di Tanah Air semakin percaya diri mengembangkan kualitas ternaknya. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kemandirian pangan dan peternakan nasional.
Kisah Mengharukan: Popeye, Sapi Kurban yang Seperti Kucing
Di balik kemeriahan 15 ekor sapi, tujuh kambing, dan satu domba yang disiapkan di kediamannya, ada cerita emosional yang menyentuh hati. Irfan mengisahkan kedekatannya dengan seekor sapi kurban bernama Popeye.
“Popeye itu sudah kayak kucing. Manja banget. Kalau saya pulang kerja, saya selalu nyapa dia dulu. Dia suka lari-lari ngikutin,” kenang Irfan.
Popeye telah dirawat selama dua tahun sebelum akhirnya disembelih pada Idul Adha tahun ini di Bandung. Momen perpisahan menjadi pengalaman emosional bagi Irfan dan keluarga.
“Pas kemarin, dia benar-benar ngerti. Yang paling nyes itu ketika dia cium aku,” ujarnya dengan nada haru.
Menurut Irfan, pengalaman ini membuktikan bahwa sapi adalah hewan istimewa yang memiliki kepekaan dan mampu merespons kedekatan dengan manusia.
Tantangan Rawat Sapi Jumbo: Cuaca dan Pakan Jadi Kunci
Di lokasi, tim Sisi Islam Media memantau sejumlah sapi jumbo yang ditempatkan di area peternakan dengan pengawasan ketat tim kurban. Irfan mengakui bahwa merawat sapi berukuran besar memiliki tantangan tersendiri.
“Karena sapi jumbo itu beratnya naik turun, enggak stabil. Tergantung situasi, kondisi cuaca, pakan, dan lain-lain,” jelasnya.
Meskipun demikian, tahun ini Irfan tercatat telah menyelenggarakan penyembelihan 11 ekor sapi di Bandung, ditambah 15 ekor sapi, tujuh kambing, dan satu domba di kediaman Bekasi. Total puluhan hewan kurban ini akan disalurkan untuk masyarakat sekitar dan berbagai wilayah.
Pesan Inspiratif untuk Umat Islam
Melalui momen Idul Adha 1447 H, Irfan Hakim tidak hanya berbagi daging, tetapi juga berbagi semangat untuk mencintai produk peternakan lokal dan merawat hubungan baik dengan hewan kurban. Ia menutup perbincangan dengan pesan sederhana namun mendalam:
“Saya yakin mereka itu bisa ngerti dan melakukan hal sesuai dengan yang dia mau, karena sapi itu istimewa.” [*fin]
QS: Ar-Rum (30) : 52
فَاِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتٰى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاۤءَ اِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِيْنَMaka sungguh, engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka berpaling ke belakang.
----------Al-Qur'an lengkap





