
Mukjizat Rasulullah: Kisah Pohon Kurma Menangis karena Rindu dan Takut Ditinggal Nabi
SisiIslam.com – Kisah pohon kurma menangis karena rindu pada Rasulullah. Pelajaran cinta makhluk kepada Nabi dan mukjizat yang mengharukan. Simak kisah selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Saat itu, jamaah Masjid Nabawi sedang khusyuk mendengarkan khutbah Jumat dari Rasulullah SAW. Tiba-tiba, suasana hening pecah oleh suara keras seperti tangisan bayi merengek. Para sahabat kebingungan—tidak ada seorang pun yang menggendong bayi. Suara memilukan itu terus terdengar tanpa henti.
Rasulullah pun turun dari mimbar. Beliau mendekati sebatang pohon kurma yang dulu menjadi sandarannya saat berkhutbah. Beliau mengelus dan memeluk batang pohon itu. Seketika, tangisan pun berhenti.
Pohon Kurma Menangis karena Rindu dan Takut Ditinggal
Pohon Kurma, Sahabat Setia Rasul di Setiap Jumat
Sejak Masjid Nabawi berdiri, pohon kurma itu telah ada. Ia menjadi tonggak dan sandaran Rasulullah SAW setiap kali memberi ceramah. Pohon itu selalu menanti hari Jumat dengan bahagia, karena pada hari itu ia “mendampingi” Nabi memberi nasihat kepada kaum Muslimin.
Namun, suatu hari seorang wanita tua Anshar datang kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, maukah kami buatkan mimbar untuk Anda?” tawarnya. Rasul pun menjawab, “Silakan jika kalian ingin melakukannya.”
Pada Jumat berikutnya, mimbar itu telah siap. Ketika Rasulullah menaiki mimbar baru, pohon kurma pun menangis sedu-sedan—hampir saja batangnya terbelah karena kerasnya jerit tangis.
Pelukan Rasul yang Menghentikan Tangisan Hingga Kiamat
Rasulullah SAW lalu mendekati pohon itu, mengelusnya, dan bersabda:
“Pohon ini menangis karena tak lagi mendengar nasihat yang biasa disampaikan di sampingnya.”
Beliau kemudian bersabda kepada para sahabat:
“Kalau tidak aku peluk dia, sungguh dia akan terus menangis hingga hari kiamat.”
Setelah dipeluk, pohon kurma itu pun tenang dan bahagia. Kisah pohon kurma menangis ini menunjukkan betapa seluruh makhluk—termasuk benda mati sekalipun—sangat mencintai Rasulullah SAW.
Kisah Lain: Batu yang Berlari karena Perintah Allah
Mukjizat Rasulullah bukan satu-satunya kisah hidupnya benda mati. Pada zaman Nabi Musa AS, sebuah batu pun diperintahkan Allah untuk berlari.
Bani Israil biasa mandi di sungai tanpa pakaian dan tidak merasa malu. Berbeda dengan Nabi Musa yang selalu menyendiri karena menjaga aurat. Bani Israil justru menyebarkan gosip bahwa Musa memiliki cacat badan.
Suatu hari, saat Musa mandi, beliau meletakkan bajunya di atas sebuah batu. Tiba-tiba, atas perintah Allah, batu itu berlari kencang. Musa pun mengejar sambil berkata, “Wahai batu! Bajuku!”
Bani Israil yang melihat kejadian itu pun sadar bahwa gosip mereka dusta. “Demi Allah, tak ada cacat pada Musa,” ujar mereka. Setelah Allah menampakkan kebenaran, batu itu berhenti. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dari sahabat Abu Hurairah.
Hikmah: Cinta dan Hormat kepada Utusan Allah
Dari kisah pohon kurma menangis karena ditinggal Nabi dan kisah batu yang berlari, kita bisa memetik pelajaran:
- Seluruh makhluk taat kepada Allah dan mencintai para utusan-Nya.
- Menghormati Rasul adalah bukti iman.
- Jangan mudah menuduh atau menyebarkan gosip tanpa ilmu, seperti yang dilakukan Bani Israil.
- Mukjizat tidak hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada alam semesta sebagai bentuk kebesaran Allah.
Sungguh mengherankan jika manusia yang berakal dan mengetahui keluhuran akhlak beliau, kemudian tidak jatuh cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
WaLlahu a’lamu bi al-shawab
QS: Al-Hajj (22) : 39
اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙDiizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sung-guh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu,
----------Al-Qur'an lengkap




