
Ketika Ilmu Tak Lagi Menuntun pada Kebenaran: Tafsir QS Al-A’raf Ayat 175-176
SisiIslam.Com – Ilmu tanpa amal menyesatkan. Simak tafsir QS Al-A’raf 175-176, larangan menyembunyikan ilmu, dan peringatan bagi yang mengejar dunia, hanya di Sisi Islam Media.
Dalam Islam, ilmu sejatinya adalah cahaya yang menuntun pemiliknya semakin dekat kepada Allah. Namun, bagaimana jika ilmu justru menjadi sumber kesesatan? Ilmu tanpa amal ternyata bisa menjerumuskan seseorang layaknya orang yang diberi ayat-ayat Allah lalu melepaskannya.
Allah SWT mengingatkan hal ini dalam QS Al-A’raf ayat 175-176. Mari kita renungi bersama.
Kisah ‘Bala’m bin Ba’ura’ – Ulama yang Tersesat
QS Al-A’raf Ayat 175 (Arab, Harakat, Transliterasi, dan Arti)
Transliterasi:
Watlu ‘alayhim naba-alladzī ātaynāhu āyātinā fansalakha minhā fa-atba’ahu asy-syayṭānu fakāna min al-ghāwīn.
Artinya:
“Dan bacakanlah kepada mereka (wahai Muhammad) berita tentang orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.” (QS Al-A’raf [07]: 175)
Menurut Tafsir Al-Muyassar, orang yang dimaksud adalah Bala’m bin Ba’ura, seorang ulama terkemuka Bani Israel. Ia diberi pemahaman tentang Ism Al-A’dhom (nama agung Allah). Namun ketika diminta mendoakan kebinasaan Nabi Musa AS dengan imbalan hadiah, ia pun melakukannya. Akibatnya, doanya menjadi senjata makan tuan, lidahnya menjulur hingga dadanya, dan setan menguasai dirinya.
Perumpamaan Anjing yang Menjulurkan Lidah
QS Al-A’raf Ayat 176
Transliterasi:
Wa law syi’nā larafa‘nāhu bihā wa lākinnahu akhlada ilā al-arḍi wattaba‘a hawāh(u), famaṡaluhu kamaṡali al-kalb(i), in taḥmil ‘alayhi yalhaṡ aw tatruk-hu yalhaṡ. Dzalika maṡalu al-qawmi alladzīna kadzdzabū bi’āyātinā, faqṣuṣ al-qaṣaṣa la‘allahum yatafakkarūn.
Artinya:
“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing: jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS Al-A’raf [07]: 176)
Hikmah di Balik Perumpamaan Anjing
Para ulama menjelaskan: anjing akan selalu menjulurkan lidahnya baik dalam keadaan diusir maupun dibiarkan. Itulah gambaran orang yang lebih memilih dunia daripada akhirat – ia tak pernah puas dan selalu mengejar kesenangan duniawi.
Ayat ini mengajarkan bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon tak berbuah, sebagaimana dalam Al-Mahfudhot:
“Ilmu tanpa pengamalan bagaikan pohon tak berbuah.” (Maziya Qofi)
Ilmu Duniawi vs Akhirat – Lalai yang Berbahaya
Allah berfirman dalam QS Ar-Rum: 7:
“Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia, sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai.”
Ini adalah kritik pedas bagi mereka yang sibuk dengan ilmu teknologi, ekonomi, dan sosial, tetapi mengabaikan akhirat. Mereka tahu dunia, tapi lupa bahwa ada kehidupan setelah mati.
Bahaya Menyembunyikan Ilmu
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, kemudian ia menyembunyikannya atau tidak mengajarkannya, maka di hari Kiamat akan disiksa dengan tali dari api neraka.” (HR Thabrani, No. 5027 dari Abu Hurairah)
Allah juga mengingatkan dalam QS Ali Imran: 187:
“Hendaklah kamu benar-benar menerangkan (isi Alkitab) kepada manusia dan janganlah kamu menyembunyikannya.”
Menyembunyikan ilmu adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Ilmu yang tidak diajarkan akan menjadi bumerang di akhirat.
Karunia Terbesar: Al-Hikmah
Dalam QS Al-Baqarah: 269, Allah berfirman:
“Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman mendalam tentang Al-Qur’an dan Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa diberi hikmah, sungguh ia telah diberi kebaikan yang banyak.”
Al-Hikmah adalah puncak ilmu yang menuntun pada kebenaran dan amal saleh. Tanpa hikmah, ilmu hanya menjadi penyesat.
Kesimpulan dan Pesan untuk Pembaca Sisi Islam Media
- Ilmu tanpa amal menjadikan seseorang seperti Bala’m bin Ba’ura – ulama yang tersesat.
- Jangan sampai kita mengikuti hawa nafsu dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama.
- Sampaikan ilmu, jangan disembunyikan, meskipun hanya satu ayat.
- Mohonlah al-Hikmah kepada Allah agar ilmu kita bermanfaat dan menuntun pada kebenaran.
Semoga kita tidak termasuk dalam golongan yang disebut dalam QS Al-A’raf 175-176. Aamiin.
Wallahu a’lam.
Ditulis Oleh: Kang Sodikin
Editor: Redaksi Sisi Islam Media
QS: Ar-Ra'd (13) : 3
وَهُوَ الَّذِيْ مَدَّ الْاَرْضَ وَجَعَلَ فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْهٰرًا ۗوَمِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ جَعَلَ فِيْهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِى الَّيْلَ النَّهَارَۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَDan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
----------Al-Qur'an lengkap







