
Wamenhaj Cek Tenda di Mina: Pastikan Tak Ada KBIHU Patok Kaveling Jelang Puncak Haji
Makkah, SisiIslam.com – Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak cek tenda di Mina, pastikan tak ada KBIHU patok kaveling liar. Jemaah diimbau istirahat hadapi rute 21 km. Baca kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Menjelang puncak ibadah haji, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak turun langsung meninjau kesiapan fasilitas dan layanan di tenda-tenda Mina, Arab Saudi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jemaah calon haji Indonesia, sekaligus menertibkan praktik KBIHU patok kaveling secara ilegal.
Wamenhaj Pastikan Tak Ada Kaveling Liar
Dalam peninjauan yang dilakukan pada Sabtu (23/5), Wamenhaj cek tenda di Mina secara menyeluruh. Fokus utama adalah memastikan tidak ada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) atau oknum tertentu yang memasang penanda kaveling secara sepihak.
“Yang jelas hari ini saya dan kawan-kawan meninjau pembersihan kavling-kavling yang dilakukan oleh KBIHU atau oknum tertentu. Kedua, kita memastikan jumlah tenda sesuai dengan kebutuhan, jadi tidak ada jamaah calon haji yang tidak memperoleh tenda, tempat tidur, dan tempat istirahat,” tegas Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di Makkah.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mencopot penanda liar yang dipasang di sejumlah tenda Arafah oleh oknum KBIHU. Tenda-tenda tersebut bahkan ditempeli nama kloter dan logo syarikah (Rakeen maupun Duyuful Bait) agar terkesan resmi.
Cek Kelayakan Toilet hingga Rute Jalan Kaki
Tak hanya tenda, fasilitas tenda haji lainnya seperti kamar mandi dan toilet juga diperiksa kelayakannya. Wamenhaj memastikan semua fasilitas siap digunakan jemaah saat puncak haji.
Rombongan kemudian berjalan kaki dari Markas 12—lokasi tenda jemaah Indonesia terjauh—menuju area pelontaran jumrah (Jamarat). Jarak bolak-baliknya mencapai sekitar 7 kilometer.
“Pergerakan di Mina membutuhkan ketahanan fisik yang prima karena tidak ada fasilitas kendaraan,” ujar Wamenhaj.
Imbauan untuk Jemaah: Nafar Awal Tempuh 21 Km
Wamenhaj Dahnil mengingatkan bahwa jemaah yang memilih Nafar Awal akan menempuh total jarak jalan kaki hingga 21 kilometer, sementara Nafar Tsani jaraknya lebih panjang lagi.
Oleh karena itu, ia mengimbau seluruh jemaah untuk memanfaatkan hari Tarwiyah (Sabtu dan Ahad) sebagai momen istirahat maksimal.
“Makanya ada istilah hari Tarwiyah, yang maknanya merenung dan bersiap-siap. Gunakan waktu pada hari Sabtu dan Ahad ini untuk beristirahat secara fisik, karena nanti rangkaian di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, akan menguras tenaga yang cukup banyak,” pesan Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dengan pengawasan ketat dari Kemenhaj, diharapkan tidak ada lagi praktik KBIHU patok kaveling yang merugikan jemaah, serta seluruh rangkaian ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman. [*sod]
QS: At-Tawbah (9) : 65
وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَDan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”
----------Al-Qur'an lengkap







