Pembayaran Dam Haji Indonesia Resmi Lewat Adahi: Ketentuan Terbaru Kemenhaj 2026
Logo aplikasi Adahi

Pembayaran Dam Haji Indonesia Resmi Lewat Adahi: Ketentuan Terbaru Kemenhaj 2026

MADINAH, SisiIslam.com – Pembayaran dam haji Indonesia wajib melalui Adahi, program resmi Arab Saudi. Simak ketentuan lengkap dan sanksinya dari Kemenhaj RI. Simak informasi detilnya di laman Sisi Islam Media ini.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menegaskan bahwa pembayaran dam haji bagi jamaah Indonesia di Arab Saudi kini wajib dilakukan melalui platform Adahi, program resmi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Kepala Biro Humas Kemenhaj RI, Hasan Afandi, dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Kemenhaj, Sabtu (2/5/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan jamaah terhadap regulasi setempat sekaligus menjaga kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

Adahi: Satu-satunya Channel Resmi Pembayaran Dam Haji di Arab Saudi

Dalam keterangannya, Hasan Afandi menekankan bahwa Adahi merupakan satu-satunya saluran yang diakui secara resmi untuk proses pembayaran dam jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

“Bagi jamaah yang akan melakukan pembayaran dam di Arab Saudi, pembayaran dam harus dilakukan melalui Adahi, program resmi Pemerintah Arab Saudi,” tegas Hasan.

Baca Juga:  MOI Pimpin Aksi "Berjuta Doa untuk Syuhuda" di Depan Kedubes AS: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Platform Adahi sendiri dirancang oleh otoritas Saudi untuk mengintegrasikan proses penyembelihan hewan dam secara terstandarisasi, higienis, dan terdistribusi secara adil kepada penerima manfaat, termasuk masyarakat kurang mampu di kawasan Makkah dan Madinah.

Larangan Keras: Jamaah Dilarang Beli Hewan Dam di Pasar Lokal

Kemenhaj RI juga mengingatkan secara tegas agar jamaah haji Indonesia tidak melakukan transaksi dam di luar ekosistem Adahi, termasuk membeli hewan kurban secara mandiri di pasar-pasar tradisional.

“Kami kembali mengingatkan jemaah dilarang melakukan pembayaran di luar program tersebut termasuk pembelian sendiri ke pasar hewan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini juga akan mendapatkan sanksi dari pemerintah Arab Saudi,” jelas Hasan.

Larangan ini bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga keteraturan logistik dan kesehatan hewan, kebijakan ini juga bertujuan melindungi jamaah dari potensi penipuan, harga tidak transparan, atau hewan yang tidak memenuhi syarat syar’i.

Sanksi Tegas bagi Pelanggar Ketentuan Dam Haji Saudi

Pemerintah Arab Saudi dikenal konsisten dalam menegakkan regulasi ibadah haji. Jamaah yang kedapatan melakukan pembayaran dam di luar Adahi berpotensi menghadapi sanksi administratif, mulai dari teguran tertulis, denda, hingga dampak pada kelancaran prosesi ibadah selanjutnya.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap ketentuan dam haji Arab Saudi menjadi krusial bagi seluruh jamaah Indonesia. Sosialisasi intensif terus dilakukan oleh petugas haji di setiap kloter untuk meminimalisir risiko pelanggaran.

Baca Juga:  UGM: Prinsip Halal dan Aman Harus Jadi Prioritas Utama Pelaksanaan Kurban Idul Adha 1447 H

Kemenhaj Permudah Akses Pembayaran Dam Melalui Adahi

Menjawab kebutuhan kemudahan akses, Kemenhaj RI berkomitmen berkolaborasi dengan pengelola Adahi untuk menyederhanakan mekanisme cara bayar dam haji bagi jamaah Indonesia.

“Kemenhaj bekerja sama dengan Adahi akan membuat fasilitas pembayaran yang mudah bagi jamaah,” ungkap Hasan.

Beberapa inovasi yang tengah dikembangkan antara lain:

  • Integrasi pembayaran via aplikasi haji resmi Indonesia
  • Panduan multibahasa dalam platform Adahi
  • Layanan bantuan petugas lapangan bagi jamaah lansia atau kurang melek teknologi

Komitmen Layanan Haji Aman dan Ramah untuk Lansia dan Disabilitas

Tidak hanya fokus pada aspek administratif, Kemenhaj RI juga menegaskan komitmennya menyediakan layanan haji yang aman, nyaman, dan profesional, dengan perhatian khusus pada kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan jamaah perempuan.

“Kami mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kekompakan, mematuhi aturan petugas serta fokus menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” pesan Hasan.

Harapan besar dipanjatkan agar seluruh jamaah haji Indonesia diberikan kesehatan, perlindungan, dan keberkahan dalam menjalankan rukun Islam kelima.

“Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, perlindungan kepada seluruh jemaah haji Indonesia serta menjadikan ibadah hajinya mabrur,” tutupnya.

Tips Praktis untuk Jamaah Haji Indonesia:

✅ Pastikan Anda hanya melakukan pembayaran dam haji melalui Adahi
✅ Hindari transaksi mandiri di pasar hewan setempat
✅ Manfaatkan bantuan petugas haji jika mengalami kendala teknis
✅ Simpan bukti pembayaran digital maupun cetak sebagai arsip
✅ Ikuti panduan resmi dari Kemenhaj RI dan otoritas Saudi

Baca Juga:  1.100 WNI Mahasiswa & Mukimin Jadi Tenaga Pendukung Haji 2026, Perkuat PPIH Arab Saudi

Dengan mematuhi ketentuan resmi dam jamaah haji melalui Adahi, jamaah tidak hanya menjaga keabsahan ibadah, tetapi juga turut mendukung tata kelola haji yang lebih modern, transparan, dan bermaslahat bagi umat.

Wallahu a’lam bish-shawab. [*Sod]

QS: An-Nisa (4) : 54

اَمْ يَحْسُدُوْنَ النَّاسَ عَلٰى مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۚ فَقَدْ اٰتَيْنَآ اٰلَ اِبْرٰهِيْمَ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَاٰتَيْنٰهُمْ مُّلْكًا عَظِيْمًا

ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) karena karunia yang telah diberikan Allah kepadanya? Sungguh, Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepada mereka kerajaan (kekuasaan) yang besar.

----------
Al-Qur'an lengkap