Krisis Kesehatan Dahsyat Landa Palestina: RS di Gaza Utara Tidak Berfungsi, 72.000 Jiwa Meninggal
Petugas sedang memasukkan jenazah warga Palestina kedalam mobil ambulan dan dibawa ke Rumah Sakit Shifa untuk dimakamkan di Gaza, Palestina pada Sabtu (9/5/2026).

Krisis Kesehatan Dahsyat Landa Palestina: RS di Gaza Utara Tidak Berfungsi, 72.000 Jiwa Meninggal

Ramallah, SisiIslam.com – WHO sebut krisis kesehatan dahsyat landa Palestina. 72.000 meninggal, RS di Gaza utara lumpuh total. Baca dampak dan seruan darurat WHO. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Wilayah Mediterania Timur menggambarkan hancurnya layanan kesehatan dan kehidupan manusia di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sebagai sebuah tragedi mengerikan yang terus berlangsung hingga pertengahan 2026.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kamis (21/5), Direktur WHO untuk Wilayah Mediterania Timur, Dr. Hanan Balkhy, mengungkapkan data memilukan bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 orang meninggal dunia dan 182.000 lainnya terluka. Angka ini terus bertambah seiring gagalnya upaya perdamaian berkelanjutan.

“Pada 2025 saja, hampir 26.000 kematian baru telah dilaporkan,” kata Balkhy, menegaskan bahwa krisis kesehatan Palestina tidak kunjung usai meski dunia telah memasuki babak baru konflik.

RS di Gaza Utara: Nol Berfungsi

Dr. Balkhy memaparkan fakta mencengangkan bahwa pasca gencatan senjata pada Oktober 2025, pembunuhan terhadap warga sipil justru terus berlanjut. Layanan kesehatan masih terganggu parah, dan akses kemanusiaan juga masih terbatas.

Saat ini, tidak ada rumah sakit yang berfungsi secara penuh di Gaza dan tidak satu pun rumah sakit yang beroperasi di Gaza utara. Kondisi ini menjadikan rumah sakit Gaza tidak berfungsi sebagai darurat kemanusiaan tingkat tertinggi.

Baca Juga:  Universitas-universitas di Gaza kembali membuka pembelajaran tatap muka

Lebih dari setengah stok obat-obatan penting habis, sementara ribuan pasien masih perlu evakuasi medis mendesak ke luar jalur Gaza yang terkepung.

Ancaman Penyakit Menular dan Kesehatan Mental

Dalam laporan yang sama, WHO menyoroti bahwa penyakit menular terus menyebar di tengah kepadatan penduduk dan kondisi kesehatan yang memburuk. Kebutuhan akan fasilitas kesehatan mental juga sangat besar, terutama bagi anak-anak yang selamat dari pemboman berkepanjangan. Risiko bagi ibu dan bayi baru lahir pun meningkat tajam akibat minimnya tenaga bidan dan alat operasi caesar.

Tepi Barat Juga Memburuk

Terkait wilayah Tepi Barat, WHO mengonfirmasi situasi terus memburuk akibat meningkatnya kekerasan pemukim ilegal dan pembatasan akses dari pos-pos militer Israel. Krisis keuangan otoritas Palestina semakin membatasi layanan kesehatan; rumah sakit umum di Ramallah dan Hebron hanya mampu menyediakan layanan darurat terbatas.

Upaya WHO dan Kesenjangan Pendanaan

Meski bekerja dalam kondisi sangat sulit, WHO bersama para mitra telah mengirimkan lebih dari 4.000 metrik ton pasokan medis darurat ke Gaza serta memfasilitasi pengiriman bahan bakar agar sistem kesehatan bertahan. Bantuan kemanusiaan WHO juga terus memperluas perawatan darurat bagi korban luka.

Namun, WHO telah mengajukan anggaran senilai 648 juta dolar AS (sekitar Rp11,4 triliun) untuk mendanai kesehatan di 2025, tetapi sejauh ini baru menerima 75 persen dari jumlah tersebut. Artinya, masih ada defisit sekitar 162 juta dolar AS yang mengancam kelangsungan operasi medis.

Baca Juga:  Hezbollah Bangkit dari Luka 2024: Drone FPV dan Taktik Gerilya Tantang Militer Israel

Seruan Tegas: Hentikan Pembatasan

Balkhy menegaskan, pernyataan politik saja tidak cukup. Dia mendesak adanya perlindungan bagi layanan kesehatan, penyaluran bantuan kemanusiaan berkelanjutan, serta pencabutan pembatasan yang menghambat pasokan medis penting dan tim medis darurat.

“Kami meminta dukungan internasional untuk memulihkan dan memperluas layanan kesehatan, mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis, dan membuka kembali jalur rujukan dari Tepi Barat,” tegasnya.

Sisi Islam Media akan terus memantau perkembangan krisis kesehatan dahsyat landa Palestina ini. Mari terus doakan dan dukung saudara-saudara kita di Gaza dan Tepi Barat. (*sod)

QS: Al-An'am (6) : 32

وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ ۗوَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu, sungguh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu mengerti?

----------
Al-Qur'an lengkap