Hezbollah Bangkit dari Luka 2024: Drone FPV dan Taktik Gerilya Tantang Militer Israel
Dua anak Lebanon memegang foto As-Sahid Hasan Nasrallah

Hezbollah Bangkit dari Luka 2024: Drone FPV dan Taktik Gerilya Tantang Militer Israel

SisiIslam.Com – Hezbollah bangkit dengan drone FPV & taktik gerilya usai perang 2024. Tantang militer Israel di zona keamanan selatan Lebanon. Baca kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Lebih dari setahun setelah perang dahsyat 2024 yang menewaskan ribuan warga Lebanon dan menghancurkan infrastrukturnya, Hezbollah kini kembali menunjukkan gigi taringnya. Tak seperti klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut kelompok perlawanan ini “hancur”, laporan terbaru dari Financial Times justru mengungkap kebangkitan taktik Hezbollah yang lebih adaptif dan mematikan.

Drone FPV dan Perang Gerilya Modern

Hezbollah tidak lagi mengandalkan roket jarak jauh semata. Kini, mereka mengadopsi drone FPV (First Person View) – teknologi yang terbukti efektif dalam perang Rusia-Ukraina. Drone eksplosif ini mampu menembus sistem pencegat elektronik militer Israel dan menyerang pasukan di dalam apa yang disebut sebagai “zona keamanan” – area yang nyaris kosong penduduk akibat pemboman intensif Israel di selatan Lebanon.

Hezbollah kembali ke akar gerilyanya. Mereka menyerang saat ada peluang, menggunakan taktik tabrak-dan-lari,” ujar seorang pejabat militer Israel kepada Financial Times.

Celah Penilaian Intelijen Israel

Yang paling mengkhawatirkan bagi Tel Aviv adalah adanya celah besar antara penilaian setelah perang 2024 dan realitas di lapangan. Brigadir Jenderal Rafi Milo, kepala komando utara militer Israel, mengakui:

Baca Juga:  23.000 Warga Palestina di Tepi Barat Ditangkap Zionis, Ratusan Anak dan Perempuan Jadi Korban

“Ada kesenjangan antara cara kami mengakhiri perang 2024, apa yang kami pahami dan kami pikirkan, lalu tiba-tiba kami masih menemukan Hezbollah di sana.”

Meski Milo menyebut serangan lintas batas tidak lagi dalam jumlah besar seperti sebelum perang 2024, ia membenarkan bahwa roket dan drone dari pihak Hezbollah tetap menjadi ancaman berkelanjutan.

Adaptasi Pasca-Gencatan Senjata

Setelah gencatan senjata paksaan AS diberlakukan pada akhir 2024, Hezbollah tidak tinggal diam. Mereka memanfaatkan jeda untuk:

  • Mengurangi ketergantungan pada komunikasi elektronik yang mudah dilacak.
  • Membangun jalur suplai alternatif yang lebih aman.
  • Menyusun ulang pasukan ke dalam unit-unit kecil yang lebih lincah dan sulit dihancurkan.

Strategi ini memungkinkan Hezbollah tetap eksis meski kehilangan sejumlah komandan senior dan sebagian besar persenjataan rudalnya.

Netanyahu Tak Berani Jamin Kemenangan

Dalam pengakuan yang langka, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sendiri mengatakan:

“Saya tidak membodohi diri sendiri bahwa ini akan mudah, juga saya tidak berpikir – dan saya katakan ini jujur – pekerjaan ini belum selesai.”

Pernyataan itu kontras dengan klaimnya sebelumnya bahwa Hezbollah telah “dihancurkan”.

Analisis: Perang Atrisi yang Melelahkan

Para analis yang dikutip Financial Times menilai bahwa meskipun militer Israel berhasil meraih kemajuan taktis signifikan pada 2024, itu tidak berujung pada kemenangan strategis. Hezbollah saat ini masih mampu mempertahankan efek jera (deterrence), melumpuhkan upaya Israel untuk menstabilkan pemukiman utara, dan berpotensi menyeret kedua belah pihak ke dalam perang atrisi berkepanjangan.

Baca Juga:  BoP Desak Hamas Rampungkan Demiliterisasi Gaza Pekan Ini, AS Minta Senjata Diserahkan

Dengan drone FPV, hit-and-run, dan moral perlawanan yang belum padam, Hezbollah membuktikan: luka bukanlah akhir, melainkan awal dari strategi baru.


Kesimpulan:
Kebangkitan taktik Hezbollah pasca-2024 menjadi pukulan telak bagi intelijen dan militer Israel. Zona keamanan yang mereka bangun di selatan Lebanon justru menjadi medan perang baru yang tidak nyaman. Wallahu a’lam. [Sod]

QS: Al-A'raf (7) : 170

وَالَّذِيْنَ يُمَسِّكُوْنَ بِالْكِتٰبِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۗ اِنَّا لَا نُضِيْعُ اَجْرَ الْمُصْلِحِيْنَ

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) serta melaksanakan salat, (akan diberi pahala). Sungguh, Kami tidak akan menghilangkan pahala orang-orang saleh.

----------
Al-Qur'an lengkap