Foto Terakhir Ayatollah Khamenei Sebelum Syahid Dirilis, Anaknya Kini Pimpin Iran dengan Sikap Tegas

TEHERAN – Pemerintah Iran merilis foto terakhir Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang syahid dalam serangan AS-Israel. Putranya, Mojtaba Khamenei, kini menggantikan dan menolak tawaran damai, menuntut AS serta Israel bertekuk lutut terlebih dahulu.

Pemerintah Iran merilis gambar dari rekaman kamera pengawas yang menunjukkan momen terakhir Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, sebelum beliau wafat. Foto tersebut dirilis pada Kamis (26/3/2026) dan telah dikonfirmasi kebenarannya oleh sejumlah media lokal maupun internasional.

Khamenei meninggal dunia akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026. Dalam foto yang beredar, tampak Khamenei sedang duduk membaca Al-Quran dengan mengenakan setelan khasnya berwarna cokelat. Di sampingnya, di atas meja, terpampang dua foto: satu potret Ayatollah Ruhollah Khomeini dan satu lagi foto Jenderal Qassem Soleimani.

Kini, posisi Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang dilaporkan selamat dari serangan yang sama. Pekan lalu, Mojtaba disebut-sebut menolak usulan deeskalasi konflik yang disampaikan melalui negara perantara. Seorang pejabat senior Iran yang berbicara kepada Reuters pada Selasa (17/3/2026) mengungkapkan bahwa Mojtaba menuntut AS dan Israel “bertekuk lutut” terlebih dahulu sebelum ada pembicaraan lebih lanjut.

Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba telah menunjukkan sikap luar negeri yang tegas, terutama dalam merespons Israel dan AS. Ia dinilai mengambil jalur perlawanan yang keras dan serius. Meski ada upaya dari dua negara perantara yang menyampaikan proposal untuk meredakan ketegangan atau mengupayakan gencatan senjata dengan AS, Mojtaba menilai bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk berdamai.

Baca Juga:  Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Ogah Hadir di Parade Hari Israel karena Prinsip BDS

Menurut sumber tersebut, Mojtaba menyampaikan bahwa perdamaian hanya bisa dibicarakan jika AS dan Israel bersedia mengakui kekalahan, bertekuk lutut, dan membayar kompensasi. Hingga saat ini, Mojtaba belum pernah tampil di depan umum sejak dipercaya memimpin Iran. Sejumlah pejabat Iran menyebutkan bahwa ia sempat mengalami luka ringan akibat serangan pada 28 Februari lalu.

QS: Al-Furqan (25) : 11

بَلْ كَذَّبُوْا بِالسَّاعَةِۙ وَاَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيْرًا

Bahkan mereka mendustakan hari Kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari Kiamat.

----------
Al-Qur'an lengkap