
Sejarah Muharram Jadi Awal Tahun Hijriyah: Perdebatan Sahabat Nabi yang Terselesaikan di Masa Umar bin Khattab
SisiIslam.com – Sejarah Muharram sebagai bulan pertama Hijriyah ternyata hasil ijtihad Umar bin Khattab. Simak perdebatan sahabat Nabi yang melatarbelakanginya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Bulan Muharram selama ini dikenal sebagai bulan pertama dalam Kalender Hijriyah yang digunakan umat Islam di seluruh dunia. Namun, tahukah Anda bahwa penetapan Muharram sebagai awal tahun ternyata tidak terjadi begitu saja? Di baliknya, terdapat sejarah Muharram yang unik, penuh perdebatan sengit di antara para sahabat Nabi, dan akhirnya diselesaikan dengan bijak oleh Khalifah Umar bin Khattab.
Kalender Hijriyah, Produk Politik di Masa Umar
Banyak yang menyangka bahwa penanggalan Hijriyah telah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Faktanya, penanggalan ini baru diformalkan pada masa kekhalifahan Sayyidina Umar bin Khattab, tepatnya pada tahun ke-17 Hijriyah. Menurut KH Ahmad Zarkasih Lc dalam buku Muharram Bukan Bulan Hijrahnya Nabi terbitan Rumah Fiqih, Kalender Hijriyah adalah produk politik yang lahir karena kebutuhan administratif pemerintahan.
Pemicu utamanya adalah surat dari gubernur Abu Musa al Asy’ari yang mengadu kebingungan. Banyak surat dari khalifah yang datang tanpa tanggal, sehingga sulit membedakan mana perintah baru dan mana yang sudah usang.
“Dalam rak gubernur terdapat banyak surat yang membuat Abu Musa al Asy’ari bingung. Karena itu beliau menyarankan kepada Sayyidina Umar untuk membuat sebuah penanggalan,” tulis KH Ahmad Zarkasih.
Perdebatan Sahabat: Tahun Gajah, Tahun Wafat, atau Tahun Hijrah?
Setelah sepakat membuat kalender, para sahabat justru berselisih pendapat. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul-Baari meriwayatkan bahwa muncul empat usulan terkait tahun pertama dalam penanggalan Islam:
- Tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW).
- Tahun wafatnya Rasulullah SAW.
- Tahun Nabi diangkat menjadi Rasul (wahyu pertama turun).
- Tahun hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah.
Sayyidina Umar tidak memilih tahun kelahiran atau tahun wahyu pertama karena para sahabat sendiri masih berselisih tentang waktu pastinya. Sementara tahun wafatnya Rasulullah SAW ditolak karena dianggap sebagai tahun kesedihan.
Akhirnya, atas rekomendasi Sayyidina Utsman dan Ali bin Abi Thalib, Umar memutuskan tahun hijrah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan. Hijrah dianggap sebagai tonggak pembeda antara yang haq dan yang bathil, sekaligus awal kejayaan umat Islam. Dari sinilah nama Kalender Hijriyah berasal.
Lalu, Kenapa Bulan Pertama Bukan Rabi’ul Awwal?
Perdebatan tidak berhenti di situ. Setelah tahun ditetapkan, muncul pertanyaan baru: bulan apakah yang menjadi awal tahun Hijriyah?
Sebagian sahabat mengusulkan Rabi’ul Awwal karena di sanalah peristiwa hijrah benar-benar terjadi. Namun, Sayyidina Umar justru memilih Muharram sebagai bulan pertama. Mengapa?
Menurut Sayyidina Umar, meskipun hijrah fisik terjadi di Rabi’ul Awwal, mukadimah (permulaan) hijrah telah dimulai sejak bulan Muharram. Semangat hijrah muncul setelah Baiat Aqabah di penghujung bulan Dzulhijjah. Bulan yang langsung setelah Dzulhijjah adalah Muharram. Karenanya, Muharram dinobatkan sebagai bulan pertama dalam Kalender Hijriyah.
Hikmah di Balik Sejarah Muharram
Sejarah Muharram menjadi bukti bahwa para sahabat Nabi sangat teliti dalam menetapkan syariat dan urusan umat. Mereka tidak asal memilih, tetapi berdialog, berdebat secara sehat, dan akhirnya berijtihad untuk kemaslahatan bersama. Nama “Muharram” sendiri berarti “yang dihormati”, dan sejak masa Umar, bulan ini menjadi penanda awal perjalanan baru umat Islam setiap tahunnya.
Penetapan ini juga mengajarkan bahwa kalender Hijriyah bukan sekadar hitungan bulan dan tahun, melainkan penuh dengan nilai perjuangan, hijrah, dan semangat perubahan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Penulis: Tim Redaksi Sisi Islam Media
Editor: M. Faisal
QS: Ad-Dukhan (44) : 21
وَاِنْ لَّمْ تُؤْمِنُوْا لِيْ فَاعْتَزِلُوْنِdan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil).”
----------Al-Qur'an lengkap







