Microsoft Ubah Peta Bing: Ganti ‘Yudea dan Samaria’ Menjadi ‘Tepi Barat’, Hapus Label Israel
Kantor Microsoft

Microsoft Ubah Peta Bing: Ganti ‘Yudea dan Samaria’ Menjadi ‘Tepi Barat’, Hapus Label Israel

SisiIslam.com – Microsoft resmi ganti nama wilayah pendudukan dari ‘Yudea dan Samaria, Israel’ menjadi ‘Tepi Barat’ di Bing Maps. Keputusan ini dukung hukum internasional. Simak kabar berita selengkapnya di laman SISI ISLAM MEDIA ini.

Sebuah langkah signifikan dilakukan oleh raksasa teknologi Microsoft. Perusahaan tersebut resmi memperbarui layanan pemetaan digitalnya dengan mengadopsi terminologi geografis Palestina dan menghapus label Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki (Occupied West Bank).

Keputusan ini dikonfirmasi oleh kelompok digital rights, Arab Center for the Advancement of Social Media (7amleh), dan telah diverifikasi secara independen oleh tim sisiislam.com pada platform Bing Maps.

Label ‘Yudea dan Samaria, Israel’ Resmi Diganti

Sebelumnya, wilayah yang secara internasional dikenal sebagai Tepi Barat (West Bank) sering kali muncul dengan label “Judea and Samaria, Israel” di layanan Microsoft. Istilah “Yudea dan Samaria” adalah terminologi yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk menghapus identitas Palestina di wilayah tersebut.

Namun, dalam pembaruan terbaru, Microsoft secara resmi mengganti label tersebut menjadi hanya “West Bank” (Tepi Barat) tanpa embel-embel “Israel”. Perubahan ini mencakup berbagai lokasi di wilayah pendudukan, termasuk pemukiman ilegal Israel yang sebelumnya tercatat dengan label kontroversial.

Baca Juga:  BoP Gagal Bangun Gaza? Gencatan Senjata Hancur, Hamas Sebut 850 Warga Syahid

7amleh: Ini Koreksi yang Diperlukan

Microsoft Ubah Peta Bing: Ganti ‘Yudea dan Samaria’ Menjadi ‘Tepi Barat’, Hapus Label Israel
Microsoft Ubah Peta Bing: Ganti ‘Yudea dan Samaria’ Menjadi ‘Tepi Barat’, Hapus Label Israel [Foto: @PakStartup]
Dalam pernyataan resminya, 7amleh menyambut baik langkah Microsoft. Organisasi tersebut menyebut perubahan ini sebagai “koreksi yang diperlukan” (necessary correction) dan mendesak perusahaan teknologi global lainnya untuk mengikuti jejak serupa.

“Kami mendesak perusahaan teknologi global untuk selaras dengan hukum internasional dan tidak berkontribusi pada penghapusan digital geografi Palestina (digital erasure of Palestinian geography),” demikian pernyataan 7amleh seperti dikutip sisiislam.com.

Teknologi Global di Bawah Tekanan Hukum Internasional

Perubahan kebijakan pemetaan oleh Microsoft ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya pengawasan terhadap peran perusahaan teknologi dalam membentuk narasi di zona konflik, terutama melalui data geografis di wilayah pendudukan Israel.

Keputusan Microsoft mengubah peta dinilai sebagai bentuk adaptasi terhadap keputusan penting Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) pada Juli 2024. Saat itu, ICJ memutuskan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan menyerukan pembongkaran total pemukiman di Tepi Barat serta Yerusalem Timur (East al-Quds).

Dampak Jangka Panjang bagi Platform Digital

Bagi sisiislam.com, langkah Microsoft ini menjadi preseden penting. Perubahan ini bukan sekadar teknis, melainkan pergeseran narasi geopolitik di ranah digital. Dengan menghapus label ‘Judea and Samaria, Israel’, Microsoft secara tidak langsung mengakui bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari masa depan negara Palestina yang berdaulat, bukan wilayah aneksasi Israel.

Baca Juga:  Mengalahkan Hizbullah dan Iran akan berujung pada kegagalan: Media Israel

Hingga berita ini diturunkan, Microsoft belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai perubahan ini. Namun, verifikasi independen di Bing Maps menunjukkan bahwa label “West Bank” telah sepenuhnya mengadopsi wilayah tersebut.

Penutup: Menanti Langkah Google Maps dan Apple Maps

Dengan langkah Microsoft ubah peta ini, kini sorotan beralih kepada penyedia layanan pemetaan digital lainnya seperti Google Maps dan Apple Maps. Akankah mereka mengikuti koreksi serupa? Atau tetap mempertahankan terminologi yang bias terhadap pendudukan?

sisiislam.com akan terus memantau perkembangan ini, karena representasi digital bukan hanya soal peta, tetapi juga soal pengakuan atas hak dan eksistensi suatu bangsa. [*dik]

QS: Al-A'raf (7) : 60

قَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهٖٓ اِنَّا لَنَرٰىكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ

Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”

----------
Al-Qur'an lengkap