Doa Penolak Bala dari Quran dan Hadits Shahih: Lengkap Arab, Latin & Artinya
Apapun masalah hidupmu, adukan kepada Allah [Ilustrasi]

Doa Penolak Bala dari Quran dan Hadits Shahih: Lengkap Arab, Latin & Artinya

SisiIslam.com – Kumpulan doa penolak bala dari Quran dan hadits shahih lengkap arab, latin, arti. Amalkan agar terhindar dari musibah dan cobaan hidup. Simak doa-doa mustajab selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.

Hidup di dunia tak lepas dari ujian dan cobaan. Allah SWT menciptakan kehidupan sebagai tempat ujian bagi hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Mulk ayat 2:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Allażī khalaqal-mauta wal-ḥayāta liyabluwakum ayyukum aḥsanu ‘amalā, wa huwal-‘azīzul-gafūr.

“Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 2)

Dalam kondisi sulit, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa penolak bala sebagai ikhtiar spiritual memohon perlindungan Allah. Berikut kami sajikan kumpulan doa tolak bala bersumber dari Al-Quran dan hadits shahih, lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya.

Mengapa Doa Penolak Bala Penting dalam Islam?

Sebelum mengamalkan doa, penting memahami bahwa bala atau musibah adalah bagian dari takdir Allah. Namun, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk tetap berikhtiar, termasuk melalui doa agar terhindar dari musibah. Doa bukan hanya permohonan, tetapi juga bentuk ketawakalan dan pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Allah SWT.

“Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Baca Juga:  Doa Pelunas Hutang: Amalan Mustajab dari Rasulullah untuk Bebas dari Jeratan Utang

Doa Penolak Bala dari Al-Quran: Lengkap dengan Arab, Latin & Arti

Al-Quran menyimpan banyak doa mustajab yang diamalkan para nabi saat menghadapi cobaan. Berikut doa penolak bala dari Quran yang bisa Anda amalkan:

1. Doa Hasbunallah – Sandaran Hati Saat Tertimpa Musibah

حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Hasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alaihi tawakkaltu, wa huwa rabbul-‘arsyil-‘azīm.

“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Pemilik ‘Arsy yang agung.” (QS. At-Tawbah: 129)

2. Doa Nabi Musa – Memohon Kelapangan Dada dan Kemudahan Urusan

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي * وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي * وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي * يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbisyraḥ lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul ‘uqdatam millisānī, yafqahū qaulī.

“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thaha: 25-28)

3. Doa Nabi Yunus – Penolong Saat Terjepit dalam Kesulitan

لَّا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.

“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)

4. Doa Nabi Ya’qub – Mengadukan Kesedihan Hanya kepada Allah

إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

Innamā asykū baṡṡī wa ḥuznī ilallāh.

“Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS. Yusuf: 86)

5. Doa Nabi Ayyub – Memohon Kesembuhan dan Rahmat Allah

أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta arḥamur-rāḥimīn.

“Sesungguhnya aku ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (QS. Al-Anbiya: 83)

Doa Penolak Bala dari Hadits Shahih: Amalan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW rutin membaca doa tolak bala sebagai perlindungan harian. Berikut hadits-hadits shahih yang memuat doa-doa tersebut:

1. Doa Perlindungan dari Beratnya Bala – HR. Bukhari & Muslim

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW biasa berlindung:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ

Allāhumma innī a’ūżu bika min jahdil-balā’i, wa darakis-syaqā’i, wa sū’il-qadā’i, wa syamātatil-a’dā’.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bala, buruknya takdir, dan sorak-sorai musuh.” (HR. Bukhari & Muslim)

2. Doa Agung Penghilang Kesedihan – HR. Ahmad (Shahih)

اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Allāhumma innī ‘abduka, ibnu ‘abdika, ibnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, ‘adlun fiyya qaḍā’uka, as’aluka bikulli ismin huwa laka, sammaita bihī nafsaka, aw anzaltahū fī kitābika, aw ‘allamtahū aḥadan min khalqika, awista’tsarta bihī fī ‘ilmil-ghaibi ‘indaka, an taj’alal-qur’āna rabī’a qalbī, wa nūra ṣadrī, wa jilā’a ḥuznī, wa żahāba hammī.

“Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu, dan anak hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, dan ketetapan-Mu adil padaku. Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau gunakan untuk menamai diri-Mu, atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu. (Aku memohon agar Engkau) menjadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hati, cahaya dada, penghilang kesedihan, dan pelenyap kesusahanku.” (HR. Ahmad, shahih menurut Al-Albani)

Baca Juga:  Mengenal Makna Taqwa: Definisi, Keutamaan, dan 12 Cara Meningkatkannya dalam Kehidupan Sehari-hari

3. Doa La Ilaha Illallahul Azim – HR. Bukhari & Muslim

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Lā ilāha illallāhul-‘azīmul-ḥalīm, lā ilāha illallāhu rabbus-samāwāti wal-arḍi, wa rabbul-‘arsyil-‘azīm.“Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Maha Lembut. Tidak ada Tuhan selain Allah, Tuhan langit dan bumi, serta Tuhan ‘Arsy yang agung.” (HR. Bukhari & Muslim)

4. Doa Perlindungan dari Kegelisahan & Utang – HR. Bukhari

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allāhumma innī a’ūżu bika minal-hammi wal-ḥazani, wal-‘ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ḍala’id-daini, wa ghalabatir-rijāl.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sifat penakut dan kikir, serta lilitan utang dan tekanan orang lain.” (HR. Bukhari)

5. Doa Memohon Keselamatan Dunia-Akhirat – HR. Abu Dawud

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Allāhumma innī as’alukal-‘āfiyata fid-dunyā wal-ākhirah, allāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fī dīnī wa dunyāya wa ahlī wa mālī, allāhummastur ‘auratī, wa āmin raw’ātī, allāhummaḥfaẓnī min baini yadayya, wa min khalfī, wa ‘an yamīnī, wa ‘an syimālī, wa min fauqī, wa a’ūżu bi’ażamatika an ughtāla min taḥtī.

“Ya Allah, aku memohon keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku, tenangkanlah kekhawatiranku. Ya Allah, jagalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atas, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar tidak diserang dari bawah.” (HR. Abu Dawud, shahih)

Baca Juga:  Pengertian Haji dan Umrah Menurut Bahasa dan Istilah Lengkap dengan Fadhilahnya dalam Islam

Keutamaan Mengamalkan Doa Penolak Bala

Mengamalkan doa penolak bala bukan sekadar ritual, tetapi memiliki keutamaan besar:

  • Mendekatkan diri kepada Allah: Doa adalah bentuk ibadah yang dicintai-Nya.
  • Meredakan kecemasan: Membaca doa menenangkan hati dan menguatkan iman.
  • Membuka pintu pertolongan Allah: Allah berjanji mengabulkan doa hamba yang bersungguh-sungguh.
  • Melindungi dari godaan setan: Doa menjadi benteng spiritual dari pengaruh negatif.

“Barangsiapa membaca doa Nabi Yunus (La ilaha illa anta…) dalam kesulitan, Allah akan kabulkan permintaannya.” (HR. Tirmidzi)

Tips Agar Doa Penolak Bala Dikabulkan Allah SWT

Agar doa tolak bala yang diamalkan lebih mustajab, perhatikan adab berikut:

  1. Suci dari hadas: Berwudu sebelum berdoa.
  2. Hadapkan wajah ke kiblat: Menunjukkan kekhusyukan.
  3. Angkat tangan dengan rendah hati: Simbol permohonan yang tulus.
  4. Awali dengan pujian dan shalawat: Memuliakan Allah dan Rasulullah SAW.
  5. Yakin dan sabar: Percaya Allah akan menjawab dengan cara terbaik.
  6. Perbanyak istighfar: Membersihkan diri dari dosa yang menjadi penghalang doa.
  7. Amalkan di waktu mustajab: Sepertiga malam terakhir, antara azan dan iqamah, atau saat sujud.

Penutup: Jadikan Doa sebagai Senjata Spiritual Harian

Doa penolak bala adalah warisan spiritual para nabi yang tetap relevan hingga kini. Dalam menghadapi ujian hidup, jangan hanya mengandalkan ikhtiar lahiriah, tetapi perkuat dengan ikhtiar batiniah melalui doa. Dengan mengamalkan doa-doa dari Quran dan hadits di atas secara rutin, insya Allah hati menjadi lebih tenang, iman semakin kokoh, dan perlindungan Allah senantiasa menyertai.

“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'” (QS. Ghafir: 60)

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sisiislam.com. Bagikan kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak umat yang terlindungi dengan kekuatan doa. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Penulis: Sodikin Masrukin
Editor: Redaksi Sisi Islam Media

QS: Ta-Ha (20) : 22

وَاضْمُمْ يَدَكَ اِلٰى جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَاۤءَ مِنْ غَيْرِ سُوْۤءٍ اٰيَةً اُخْرٰىۙ

dan kepitlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih (bercahaya) tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,

----------
Al-Qur'an lengkap