Din Syamsuddin: Hentikan Adu Domba Sunni-Syiah, Saatnya Bangkitkan Peradaban Islam untuk Perdamaian Dunia

Jakarta (Sisi Islam Media) – Solidaritas untuk Iran, persatuan untuk dunia. Din Syamsuddin ajak umat Islam Indonesia pegang teguh Al-Quran dan Ka’bah sebagai pemersatu di tengah konflik. Simak selengkapnya di halaman ini.

Di saat panggung dunia diliputi ketegangan dan konflik berkecamuk, sebuah suara damai justru muncul dari para tokoh Islam Indonesia. Din Syamsuddin, cendekiawan senior, mengajak seluruh umat Islam di tanah air untuk kembali merajut benang persaudaraan yang sempat usang diterpa isu perpecahan.

Dalam pertemuan penuh kekeluargaan dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, Din secara eksplisit mengingatkan bahwa musuh bersama umat Islam bukanlah sesama Muslim, melainkan upaya adu domba yang memecah belah.

“Ini bukan saatnya untuk mempertentangkan perbedaan di antara kita, baik antara Sunni dan Syiah, maupun antara Arab dan Persia. Kita adalah sesama Muslim,” ujar Din di Jakarta, Jumat.

Fondasi Kuat: Satu Al-Quran, Satu Kiblat

Din menegaskan bahwa umat Islam memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk bersatu: kesucian Al-Qur’an yang sama dan kiblat Ka’bah yang satu. Menurutnya, tidak ada alasan bagi umat Islam untuk terus terpecah oleh sekat-sekat mazhab atau etnis.

Dengan nada optimis, ia mengajak para hadirin untuk menumbuhkan kembali al-ukhuwwah al-imaniyyah (persaudaraan karena iman) dan al-ukhuwwah al-islamiyyah (persaudaraan karena Islam). Ajakan ini disambut hangat oleh para tokoh yang hadir, termasuk Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi dan Ketua Umum Wanita Islam Marfuah Musthofa.

Baca Juga:  Gugur dalam Sajadah: Praka Farizal TNI Syahid Diserang Israel saat Khusyuk Shalat Isya di Lebanon

Din Syamsuddin: Menimba Hikmah dari Musibah Iran

Alih-alih sekadar mengecam kekerasan, Din Syamsuddin memandang konflik yang menimpa Iran sebagai sebuah ujian sekaligus peluang. Ia menyampaikan rasa duka dan solidaritas yang mendalam terhadap rakyat Iran.

“Kami berharap musibah yang menimpa rakyat Iran segera berlalu. Sebagai sesama Muslim, ini adalah musibah kita bersama. Semoga bangsa Iran bangkit,” tuturnya penuh harap.

Lebih jauh, ia meyakini bahwa pasca-konflik akan lahir kebangkitan peradaban Islam yang lebih kuat. Din pun mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Iran, tidak hanya di tingkat politik, tetapi juga melalui ormas dan institusi pendidikan. “Kerja sama ini harus untuk kemajuan bersama dan perdamaian global,” pungkasnya.

Din mengakhiri seruannya dengan ajakan terbuka kepada seluruh bangsa yang mencintai perdamaian dan keadilan untuk bersama-sama membangun masa depan peradaban manusia yang lebih manusiawi.

QS: As-Saffat (37) : 68

ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ

Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.

----------
Al-Qur'an lengkap