Iran Peringatkan AS dan Israel: Serangan Baru Akan Dibalas Lebih Dahsyat, Kawasan Siap Hadapi Perang Lebih Luas
Iran Peringatkan AS dan Israel: Serangan Baru Akan Dibalas Lebih Dahsyat

Iran Peringatkan AS dan Israel: Serangan Baru Akan Dibalas Lebih Dahsyat, Kawasan Siap Hadapi Perang Lebih Luas

ISTANBUL, SisiIslam.com – Iran peringatkan AS dan Israel balasan lebih dahsyat jika serangan baru terjadi. Ancaman ini muncul di tengah rapuhnya gencatan senjata dan ketegangan di Selat Hormuz. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Iran peringatkan AS dan Israel bahwa setiap serangan baru akan mendapat balasan lebih dahsyat dibanding sebelumnya. Ancaman ini disampaikan di tengah situasi gencatan senjata Iran yang disebut semakin rapuh pasca insiden bersenjata di sekitar perairan strategis Selat Hormuz.

Peringatan Keras Abolfazl Shekarchi: Respons Iran Bisa Melampaui Kawasan

Juru bicara senior angkatan bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, dengan tegas menyatakan bahwa jika eskalasi baru terjadi di kawasan Teluk, maka ancaman Iran ke AS dan Israel akan diwujudkan dalam bentuk respons yang jauh lebih kuat.

“Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui kawasan dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat,” ujar Shekarchi seperti dikutip kantor berita Fars, Selasa (26/5/2026).

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan media semi-resmi Iran mengenai adanya serangan udara gabungan AS dan Israel terhadap kapal-kapal Iran di selatan Pulau Larak, dekat Selat Hormuz. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah warga Iran.

Baca Juga:  Pelanggaran Gencatan Senjata: Israel Bombardir Lebanon Tewaskan 254 Jiwa, Dunia Islam Mengecam Keras Serangan Brutal

Gencatan Senjata Rapuh di Tengah Mediasi Pakistan

Konflik Iran AS Israel 2026 pecah setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah target militer AS. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.

Namun, upaya mediasi yang dipimpin Pakistan kini terusik. Ketegangan Selat Hormuz terbaru menunjukkan bahwa gencatan senjata yang ada hanya berlangsung rapuh, dengan saling tuding dan ancaman dari ketiga pihak.

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Lagi Zona Aman bagi AS di Timur Tengah

Di saat bersamaan, Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan keras terhadap kehadiran militer AS. Dalam pesan menandai puncak ibadah haji yang dikutip kantor berita IRNA, Mojtaba menegaskan bahwa negara-negara Timur Tengah tidak akan lagi menjadi tameng bagi pangkalan militer Amerika Serikat.

Bahkan, ia menyebut Washington tidak lagi memiliki “zona aman” di kawasan Timur Tengah.

“Saya dengan tulus mengundang seluruh negara dan pemerintahan Islam untuk menjalin persahabatan dan kerja sama demi kepentingan bersama,” ujar Mojtaba.

Seruan ini juga mengajak negara-negara Muslim memperkuat kerja sama membangun tatanan regional baru yang lebih mandiri dari pengaruh Barat.

Ancaman Perang Lebih Luas dan Dampaknya bagi Dunia

Para analis internasional menilai ancaman Iran ke AS dan Israel kali ini memiliki nada lebih tinggi dibanding periode sebelumnya. Jika serangan baru benar-benar terjadi, maka balasan lebih dahsyat yang dijanjikan Teheran berpotensi melibatkan proksi Iran di Yaman, Suriah, dan Lebanon.

Baca Juga:  Zohran Mamdani Wali Kota New York Pertama yang Ogah Hadir di Parade Hari Israel karena Prinsip BDS

Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia, kini berada dalam status kewaspadaan maksimal. Eskalasi di kawasan ini dapat memicu lonjakan harga energi global dan ketidakstabilan keamanan maritim.

Berita Iran hari ini menunjukkan bahwa meski diplomasi masih berjalan, sikap Teheran tetap teguh. Sisi Islam Media akan terus memantau perkembangan terbaru dari konflik yang mengancam perdamaian kawasan Timur Tengah ini. [*kin]

QS: Al-A'raf (7) : 25

قَالَ فِيْهَا تَحْيَوْنَ وَفِيْهَا تَمُوْتُوْنَ وَمِنْهَا تُخْرَجُوْنَ

(Allah) berfirman, “Di sana kamu hidup, di sana kamu mati, dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.”

----------
Al-Qur'an lengkap