
Lebih Buruk dari Binatang! Kisah Pilu Aktivis GSF Disiksa IDF Israel saat Misi Kemanusiaan ke Gaza
ISTANBUL, SisiIslam.com — Aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) mengaku diperlakukan lebih buruk dari binatang oleh IDF Israel. Simak kesaksian penyiksaan, sengatan listrik, hingga pelecehan seksual. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Ratusan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) tiba di Istanbul dengan luka fisik dan trauma mendalam. Mereka bukan hanya dicegat di perairan internasional, tetapi juga mengaku mendapat perlakuan lebih buruk dari binatang dari tangan tentara pendudukan Israel (IDF).
Apa yang seharusnya menjadi misi mulia menembus blokade Gaza, berubah menjadi mimbur buruk. Para relawan dari 40 negara itu menduga akan dihadang, namun tidak ada yang membayangkan akan mengalami kekerasan sistematis yang oleh mereka sendiri gambarkan sebagai “hari-hari penuh penghinaan dan penyiksaan.”
Kesaksian Aktivis GSF: Dipukul, Disetrum, Diterkam Anjing
Seorang dokter asal Australia, Bianca Webb-Pullman, menjadi salah satu saksi kunci. Ia menceritakan bagaimana pasukan IDF Israel menaiki kapal mereka di lepas pantai barat Siprus.
“Mereka memukul, menendang, dan memutar lagu kebangsaan Israel berulang-ulang. Mereka bilang ‘selamat datang di Israel’ sambil bertindak brutal. Kami diperlakukan lebih buruk dari binatang. Seekor hewan pun pasti akan Anda beri air,” ujar Webb-Pullman.
Kesaksian serupa datang dari aktivis Mauritania, Muhammed Baba. Ia mengungkapkan bagaimana anjing pelacak Israel digunakan sebagai senjata intimidasi.
“Anjing itu menghantam dada dan wajah saya dengan moncongnya. Ini terjadi tepat sebelum kami dibawa ke penjara,” kenang Baba.
Tak hanya itu, aktivis Aljazair, Muhammed Harkati, mengaku diikat dengan borgol plastik dan besi secara ekstrem selama interogasi. Bahkan, ia mengaku dipukuli saat dipindahkan antarruangan.
Sengatan Listrik hingga Dugaan Pelecehan Seksual
Kesaksian yang lebih mengerikan datang dari aktivis Brasil, Thiago Avila. Ia menyebut adanya dugaan pelecehan seksual terhadap para tahanan selama proses pemindahan oleh pasukan Zionis.
Sementara itu, aktivis Prancis, Adrien Jouan, yang mengaku bertindak pasif tanpa kekerasan, tetap menjadi sasaran pemukulan bertubi-tubi. “Saya dipukuli di punggung saat di kapal penjara. Itu penyiksaan,” tegasnya.
Aktivis Belgia, Arno Meyne, melaporkan banyak tahanan mengalami patah tulang dan cedera kepala, serta ada yang disetrum dan diseret secara kasar.
Dikurung di Kontainer Kotor Tanpa Air
Salah satu pemandangan paling memilukan disampaikan oleh dokter asal Irlandia, Margaret Conolly. Ia menggambarkan bagaimana 50 warga sipil tak bersenjata dikurung dalam kontainer logam kotor selama berhari-hari dengan sanitasi yang sangat tidak memadai.
Bahkan, Menteri Keamanan Nasional Israel yang kontroversial, Itamar Ben-Gvir, dilaporkan mengawasi langsung kondisi penahanan keras di Penjara Ashdod.
“Apa yang Kami Alami Tak Sebanding dengan Derita Gaza”
Uniknya, di tengah luka dan trauma, para aktivis ini justru meminta dunia tidak teralihkan dari penderitaan utama: rakyat Gaza.
“Pemukulan kami tidak bisa dibandingkan dengan apa yang diderita saudara-saudara kami di Palestina. Mereka bahkan tidak bisa makan dan minum seperti kami,” tegas Muhammed Harkati.
Sentimen yang sama diucapkan Adrien Jouan: “Apa yang kami alami tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang mereka lakukan terhadap warga Palestina selama bertahun-tahun.”
Analisis Sisi Islam Media: Biadab di Laut Bebas, Biadab di Darat Pendudukan
Aksi penculikan di perairan internasional dan perlakuan lebih buruk dari binatang ini menunjukkan bahwa IDF Israel tidak pernah menghormati hukum humaniter internasional, apalagi martabat kemanusiaan.
Global Sumud Flotilla (GSF) mungkin gagal menembus blokade Gaza secara fisik, namun berhasil membawa pulang satu hal yang tak bisa disembunyikan Israel: wajah asli kebiadaban yang selama ini tersembunyi di balik propaganda.
Organisasi hak asasi manusia internasional kini didesak untuk segera melakukan penyelidikan penuh atas dugaan penyiksaan, kekerasan seksual, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dialami para aktivis GSF. [*dik]
QS: Al-Ankabut (29) : 25
وَقَالَ اِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَوْثَانًاۙ مَّوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ ثُمَّ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَّيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۖوَّمَأْوٰىكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِّنْ نّٰصِرِيْنَۖDan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah, hanya untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan di dunia, kemudian pada hari Kiamat sebagian kamu akan saling mengingkari dan saling mengutuk; dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sama sekali tidak ada penolong bagimu.”
----------Al-Qur'an lengkap







