Ledakan di Pulau Qeshm Hari Ini: Iran Balas Kirim Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait, Irak, Bahrain
Petugas penyelamat dan personel militer beroperasi di lokasi kejadian di mana setidaknya sembilan orang tewas dalam serangan rudal Iran di Beit Shemesh, Israel pada hari Minggu, 1 Maret 2026 lalu.

Ledakan di Pulau Qeshm Hari Ini: Iran Balas Kirim Rudal ke Pangkalan AS di Kuwait, Irak, Bahrain

SISIISLAM.COM, TEHERAN – Ledakan di Pulau Qeshm memicu serangan balasan Iran. IRGC luncurkan rudal ke pangkalan AS di Kuwait, Irak, dan Bahrain. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Suasana tegang menyelimuti kawasan Teluk Persia setelah ledakan di Pulau Qeshm dilaporkan terdengar pada Rabu pagi (3/6/2026). Peristiwa itu langsung memicu reaksi keras dari Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang membalas dengan serangan rudal Iran ke sejumlah pangkalan milik Amerika Serikat di Kuwait, Irak, dan Bahrain.

Ledakan Misterius di Pulau Qeshm

Menurut laporan media Iran yang dirilis Anadolu, kantor berita Mehr News mengonfirmasi beberapa suara ledakan mengguncang kawasan tersebut, meski belum memberikan rincian lebih lanjut. Lembaga penyiaran negara IRIB kemudian menambahkan bahwa ledakan Pulau Qeshm terdengar di area dekat Suza dan Masen.

“Asesmen awal menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan dampak dari sebuah proyektil yang jatuh di area tak berpenghuni antara Suza dan Masen,” demikian kutipan laporan tersebut.

IRGC Balas Serangan: Rudal ke Pangkalan AS

Menyusul insiden itu, IRGC balas serangan dengan meluncurkan rudal balistik ke fasilitas militer AS di tiga negara. Dalam pernyataan resminya, IRGC mengaku bertanggung jawab penuh atas serangan rudal Iran yang menyasar pangkalan-pangkalan Amerika di Kuwait, Irak, dan Bahrain.

Baca Juga:  Arab Saudi Sukses Penyelenggaraan Haji 2026, Layani 1,7 Juta Jamaah dari 165 Negara

IRGC menyebut operasi itu sebagai “serangan rudal yang terarah dan terkonsentrasi” sebagai bentuk balasan atas agresi terhadap Pulau Qeshm. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Amerika Serikat terkait dampak serangan tersebut.

Kronologi: Drone MQ-1 Predator AS Ditembak Jatuh

Sebelum ledakan di Pulau Qeshm terjadi, pada Ahad (31/5/2026), IRGC mengumumkan telah menembak jatuh pesawat nirawak bersenjata MQ-1 Predator milik militer AS. Menurut kantor berita IRNA, drone tersebut melintas di atas perairan teritorial Iran dalam “operasi permusuhan”.

“Sebuah pesawat tak berawak MQ-1 agresif milik militer AS yang memasuki wilayah udara Iran di atas perairan teritorial berhasil diidentifikasi dan dihancurkan oleh rudal pertahanan udara modern IRGC,” tulis pernyataan IRGC.

IRGC pun memperingatkan bahwa Iran akan menanggapi dengan tegas setiap tindakan agresif. Komando Pusat Angkatan Bersenjata Iran juga mengingatkan seluruh pihak untuk mematuhi peraturan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terbaru, seraya menegaskan bahwa Republik Islam Iran memiliki kewenangan penuh atas jalur perairan strategis tersebut.

Selat Hormuz: Peringatan Tegas Iran

Dalam pernyataan terpisah pada Sabtu (30/5/2026), Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa seluruh kapal niaga, tanker minyak, hingga kapal lainnya wajib menggunakan rute pelayaran yang telah ditetapkan saat melintasi Selat Hormuz.

Markas yang bertanggung jawab atas koordinasi Angkatan Bersenjata Iran itu menekankan bahwa setiap kapal harus memperoleh izin terlebih dahulu dari Angkatan Laut IRGC sebelum transit. “Kegagalan mematuhi peraturan dapat secara serius membahayakan keselamatan lalu lintas maritim di kawasan,” demikian isi pernyataan.

Baca Juga:  Organisasi Pengacara Inggris untuk Israel dicap sebagai 'aktor utama' dalam penindasan solidaritas Palestina

Lebih lanjut, Iran memperingatkan bahwa setiap upaya kapal militer untuk mengganggu pengelolaan Selat Hormuz terbaru akan menghadapi respons tegas dari Angkatan Bersenjata Iran. Teheran menegaskan tidak akan mentoleransi tindakan agresif apa pun yang dapat mengganggu stabilitas jalur perairan penghubung Teluk Persia dengan Laut Oman tersebut.

Situasi Terkini dan Analisis

Hingga berita ini ditayangkan, konflik Timur Tengah 2026 semakin memanas pasca-saling serangan antara Iran dan Amerika Serikat melalui wilayah sekutu. Para analis militer menilai bahwa respons cepat IRGC terhadap insiden Pulau Qeshm menunjukkan peningkatan kewaspadaan dan kesiapan tempur Iran. Dunia internasional pun kini menanti sikap AS dan sekutunya, terutama Kuwait, Irak, dan Bahrain yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika.

Pantau terus berita terbaru seputar konflik Timur Tengah hanya di Sisi Islam Media. [*dik]

QS: Hud (11) : 29

وَيٰقَوْمِ لَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًاۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۗ اِنَّهُمْ مُّلٰقُوْا رَبِّهِمْ وَلٰكِنِّيْٓ اَرٰىكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُوْنَ

Dan wahai kaumku! Aku tidak meminta harta kepada kamu (sebagai imbalan) atas seruanku. Imbalanku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang yang telah beriman. Sungguh, mereka akan bertemu dengan Tuhannya, dan sebaliknya aku memandangmu sebagai kaum yang bodoh.

----------
Al-Qur'an lengkap