Italia tertinggal dari Spanyol, menolak akses militer AS ke pangkalan di tengah perang melawan Iran

Sisilia, Italy (Media Sisi Islam) – Italia menolak akses pesawat militer AS ke pangkalan Sigonella di Sisilia, dengan alasan tidak adanya izin, di tengah meningkatnya ketegangan terkait perang melawan Iran.

Italia menolak izin pendaratan pesawat militer AS yang menuju Asia Barat di pangkalan di Sisilia, demikian laporan sebagaimana dikutip Media Sisi Islam dari laman Bloomberg yang bersumber dari surat kabar Italia Corriere della Sera. Keputusan ini diambil ketika negara-negara Eropa lainnya, termasuk Spanyol, juga menutup wilayah udaranya untuk penerbangan yang terlibat dalam perang AS melawan Iran.

Rencana penerbangan AS yang dimaksud diajukan tanpa otorisasi atau konsultasi sebelumnya dengan otoritas nasional Italia dan diteruskan setelah pesawat AS sudah mengudara, demikian dilaporkan oleh media tersebut. Militer Italia menetapkan bahwa penerbangan tersebut bukanlah penerbangan rutin atau logistik dan oleh karena itu berada di luar perjanjian bilateral yang ada, sehingga memerlukan persetujuan dan pengawasan parlemen.

Tekanan politik internal dan antar-NATO

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan politik di Italia, di mana partai-partai oposisi sayap kiri tengah telah menyerukan pemerintah untuk memblokir penggunaan pangkalan Italia oleh AS guna menghindari keterlibatan dalam perang melawan Iran, seperti dikutip dari Reuters.

Pemerintah Perdana Menteri Giorgia Meloni telah mengindikasikan bahwa permintaan semacam itu akan memerlukan persetujuan parlemen, yang menandakan pendekatan hati-hati terhadap keterlibatan militer yang lebih dalam.

Baca Juga:  Negara Mayoritas Muslim Mengekspresikan Kemarahan atas Penodaan Quran di Swedia

Langkah ini berisiko memperburuk hubungan Italia dengan Washington. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio baru-baru ini menyatakan bahwa AS mungkin perlu mengevaluasi kembali hubungannya dengan NATO setelah perang melawan Iran berakhir, dengan alasan kurangnya dukungan dari sekutu Eropa.

Para pengamat mencatat bahwa tindakan Italia mencerminkan keresahan yang lebih luas di Eropa tentang perang militer yang dipimpin AS terhadap Iran.

Perlawanan Eropa semakin meningkat

Italia bergabung dengan Spanyol dan negara-negara lain dalam membatasi penerbangan AS, menandakan upaya yang semakin besar dari negara-negara Eropa untuk menjauhkan diri dari perang melawan Iran. Langkah-langkah ini menggambarkan semakin lebarnya jurang pemisah antara Washington dan sekutu tradisionalnya mengenai cakupan dan pelaksanaan operasi militer.

Pangkalan Sisilia tetap menjadi pusat strategis bagi operasi NATO dan AS di kawasan tersebut, sehingga keputusan Italia menjadi sangat penting. Para analis mengatakan langkah ini menggarisbawahi semakin kompleksnya kerja sama militer transatlantik.

Spanyol menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS, dengan alasan agresi terhadap Iran

Sebelum Italia, Spanyol telah menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer AS yang terlibat dalam agresi terhadap Iran, sebuah langkah yang melampaui penolakan sebelumnya untuk mengizinkan penggunaan pangkalan militer yang dioperasikan bersama, demikian dilaporkan surat kabar Spanyol El Pais , mengutip sumber-sumber militer.

Penutupan tersebut, yang memengaruhi penerbangan NATO menuju Asia Barat, tidak berlaku untuk situasi darurat, tambah El Pais.

Baca Juga:  Serangan Hamas bukan pembenaran penghancuran Gaza oleh Israel: Palang Merah

“Keputusan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk tidak berpartisipasi atau berkontribusi pada perang yang dimulai secara sepihak dan bertentangan dengan hukum internasional,” kata Menteri Ekonomi Carlos Cuerpo dalam sebuah wawancara dengan radio Cadena Ser, ketika ditanya apakah penutupan wilayah udara tersebut dapat memper strained hubungan Spanyol-AS.

Langkah ini memaksa pesawat militer AS untuk melewati Spanyol, yang berdampak pada rute militer NATO dan koordinasi internasional.

QS: Ta-Ha (20) : 119

وَاَنَّكَ لَا تَظْمَؤُا فِيْهَا وَلَا تَضْحٰى

Dan sungguh, di sana engkau tidak akan merasa dahaga dan tidak akan ditimpa panas matahari.”

----------
Al-Qur'an lengkap