Gugur dalam Sajadah: Praka Farizal TNI Syahid Diserang Israel saat Khusyuk Shalat Isya di Lebanon
Kulon Progo (Sisi Islam Media) – Kronologi haru gugurnya Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI pasukan perdamaian PBB di Lebanon. Ia menjadi syahid saat sedang menunaikan ibadah shalat Isya, sebelum mortir Israel menghantam posnya.
Dalam kesunyian malam yang sunyi di Lebanon Selatan, seorang prajurit Garda Terdepan bangsa justru memilih untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Namun, langit yang tadinya sunyi berubah mencekam. Sebuah mortir artileri yang diduga diluncurkan oleh tentara Israel jatuh tepat di samping masjid tempat Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon tengah menunaikan ibadah shalat Isya.
Itulah kronologi pilu yang mengantarkan kepergian Praka Farizal, anggota Satuan Tugas (Satgas) Garuda Kontingen XVIII-S United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menuju status syahid. Peristiwa nahas ini terjadi pada Ahad (29/3/2026) waktu setempat, di area pos jaga pasukan yang berada di dekat Adchit Al Qusayr.
Kesaksian haru ini disampaikan langsung oleh Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah, Kolonel Inf Dimar Bahtera, saat melayat ke rumah duka di Ledok, Lendah, Kulon Progo, DIY, Selasa (31/3/2026).
“Jadi kejadiannya terjadi ketika shalat Isya. Yang bersangkutan sedang melaksanakan sholat dan di situ sedang ada mortir artileri yang jatuh di samping masjid,” ujar Kolonel Dimar dengan suara tertahan.
Bukan Sekadar Tugas, Tapi Ibadah
Kepergian Praka Farizal menjadi bukti getir bahwa tugas mulia menjaga perdamaian dunia di tanah konflik penuh dengan risiko maut. Namun, ada satu hal yang membuat kepergiannya begitu istimewa di mata keluarga dan bangsa: ia gugur dalam keadaan sujud, dalam keadaan beribadah kepada Tuhannya.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Iskandar Muda, Kolonel Inf T Mustafa Kamal, membenarkan sosok Farizal yang dikenal sebagai prajurit yang sangat rajin beribadah. “Semasa dinas, almarhum dikenal sangat rajin beribadah. Orangnya ramah, loyalitas sangat tinggi kepada atasan,” ungkapnya di Banda Aceh.
Serangan yang terjadi di saat yang paling sakral bagi seorang muslim ini pun memicu kecaman tersirat. Dugaan sementara dari investigasi PBB menunjukkan bahwa proyektil yang meledak di posisi UNIFIL berasal dari tembakan tank Israel. Bahkan, serpihan (puing) peluru tank ditemukan di lokasi kejadian, sebagaimana dilansir The Times of Israel.
Proses Pemulangan dan Penghormatan
Usai kejadian, jenazah almarhum langsung dievakuasi ke East Sector Headquarters (HQ) UNIFIL. Rencananya, autopsi akan dilakukan di rumah sakit Beirut setelah situasi kondusif. Proses repatriasi jenazah akan melalui negara transit seperti Mesir atau Yordania sebelum akhirnya tiba di Indonesia.
Rencananya, Praka Farizal akan dimakamkan di kampung halamannya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan penghormatan militer penuh. Ia meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila, dan seorang anak perempuan tercinta, Shanaya Almahyra Elshanu (2 tahun), yang kini berdomisili di Asrama militer Kima Yonif 113/JS, Kabupaten Bireuen, Aceh.
“Dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan almarhum selama mengemban misi perdamaian dunia di Lebanon adalah bukti nyata profesionalisme prajurit TNI di tingkat internasional. Pengorbanannya menjadi pengingat bahwa tugas menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko, tetapi tetap dijalankan dengan penuh kehormatan,” pungkas Kapendam IM.
QS: Ibrahim (14) : 32
اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚوَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِى الْبَحْرِ بِاَمْرِهٖ ۚوَسَخَّرَ لَكُمُ الْاَنْهٰرَAllah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu.
----------Al-Qur'an lengkap


