
Menhan dan MUI Satukan Langkah di KUII 2026: Umat Bersatu Kunci Ketahanan Nasional
Jakarta, sisiislam.com – Menhan dan MUI satukan langkah jelang KUII 2026. Umat bersatu jadi kunci ketahanan nasional hadapi krisis global. Kongres 24-26 Juli. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Jelang penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI Purn. Sjafrie Sjamsoeddin memutuskan untuk menyatukan langkah strategis. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan nasional di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Pertemuan silaturahim antara pimpinan MUI dan Menhan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Selasa (12/5/2026). Dalam pertemuan itu, dibahas kesiapan serta visi besar KUII VIII yang akan menjadi panggung utama persatuan umat.
KUII 2026: Tema Besar untuk Kedaulatan Bangsa
Kongres Umat Islam Indonesia KUII 2026 direncanakan berlangsung pada 24-26 Juli 2026 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Kongres VIII ini mengusung tema kuat: “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat.”
Menurut Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan mendesak. “Kongres Umat Islam Indonesia VIII ini bertujuan menyamakan gerak langkah umat agar umat kuat sehingga dapat mengatasi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan bangsa saat ini di tengah ketidakpastian sebagai dampak geopolitik,” ujar Buya Amirsyah seperti dikutip dari MUI Digital, Rabu (13/5/2026).
Sinergi MUI dan Menhan: Umat Bersatu, Negara Kuat
Buya Amirsyah menjelaskan bahwa KUII merupakan forum formal yang melibatkan wakil legislatif, eksekutif, yudikatif, hingga organisasi politik, sosial, dan profesi. Forum ini akan mengambil keputusan strategis, terutama menetapkan arah kebijakan penguatan umat dan kedaulatan bangsa.
“Kami bersilaturahim dengan Pak Menhan untuk mensinergikan langkah mewujudkan umat bersatu melalui KUII,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menyambut baikinisiatif MUI. Ia menilai bahwa ketahanan nasional tidak akan kokoh tanpa ketahanan umat. “Ini momentum penting. Persatuan umat adalah fondasi utama pertahanan bangsa dari dalam,” tegas Menhan.
Ancaman Nyata: Tekanan Rupiah dan Geopolitik
Buya Amirsyah Tambunan juga menyoroti tantangan ekonomi yang membahayakan kedaulatan NKRI. Ia menyebut tekanan rupiah yang terus merosot terhadap dolar AS sebagai salah satu ancaman serius.
“Tingginya permintaan global terhadap dolar AS sebagai aset aman, serta konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian ekonomi, memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, ancaman dari dalam dan luar negeri ini harus diatasi dengan ikhtiar bersama. KUII 2026 diharapkan melahirkan rekomendasi konkret, termasuk kebijakan ekonomi berbasis ketahanan umat.
Milad ke-51 MUI sebagai Puncak Penutupan
Penutupan KUII VIII rencananya akan dirangkaian dengan acara puncak Milad ke-51 MUI. Hal ini menambah bobot kebersamaan dan simbolis bahwa peran ulama dan umat dalam menjaga bangsa telah berlangsung setengah abad lebih.
Hadir mendampingi Sekjen MUI dalam pertemuan dengan Menhan yaitu Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Bendahara MUI Yayat Sujatna, Wakil Sekretaris MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Halal Dr Rofiqul Umam Ahmad.
Kongres Umat Islam Indonesia: Harapan Baru bagi Ketahanan Nasional
Dengan bersatunya langkah MUI dan Menhan, publik menaruh harapan besar pada KUII 2026 di Jakarta. Bukan hanya sebagai forum seremonial, tetapi sebagai titik balik penguatan umat bersatu, bangsa berdaulat, negara kuat di tengah badai global.
Pantau terus berita terbaru seputar Kongres Umat Islam Indonesia hanya di sisiislam.com. (*fin)
QS: Muhammad (47) : 29
اَمْ حَسِبَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ اَنْ لَّنْ يُّخْرِجَ اللّٰهُ اَضْغَانَهُمْAtau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?
----------Al-Qur'an lengkap







