
Bank Indonesia Jabar Luncurkan Buku 52 Khutbah Jumat Ekonomi Syariah untuk Akselerasi Literasi Nasional
SISIISLAM.COM, Bandung – Akselerasi literasi ekonomi syariah: BI Jabar luncurkan buku khutbah Jumat ekonomi syariah karya pakar nasional targetkan literasi 70% di 2030. Simak informasi selengkapnya di SISI ISLAM MEDIA.
Dalam langkah strategis mengakselerasi peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah masyarakat, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (BI Jabar) secara resmi meluncurkan buku bertajuk “52 Khutbah Jumat Ekonomi Syariah: Gaung Eksyar”. Peluncuran berlangsung di Balai Pasundan, Gedung Bank Indonesia Bandung, Senin (27/4/2026).
Buku ini menjadi bagian dari program Gerakan Khatib Unggul Ekonomi dan Keuangan Syariah (Gaung Eksyar). Keunikan utama dari buku ini adalah tidak hanya menghadirkan materi khutbah yang aplikatif, tetapi juga menyisipkan penggunaan bahasa Sunda pada sebagian naskahnya. Langkah ini sengaja diambil untuk memperkuat kedekatan pesan dakwah ekonomi syariah dengan masyarakat Jawa Barat yang mayoritas berbahasa Sunda.
Disusun Pakar Ekonomi Syariah Nasional
Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat, Muhammad Nur, menjelaskan bahwa buku ini disusun oleh para pakar ekonomi dan keuangan syariah kaliber nasional. Di antaranya adalah Adiwarman Azwar Karim, Prof. Dr. M. Syafii Antonio, dan KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., Ph.D.
“Inisiatif ini diharapkan mengakselerasi peningkatan literasi ekonomi syariah nasional dari 50,18 persen pada 2025 menuju 70 persen pada tahun 2030,” ujar Muhammad Nur dalam keterangan persnya, Selasa (28/4/2026).
Para tokoh nasional seperti Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin dan Prof. Dr. KH. Miftah Faridl juga memberikan apresiasi tinggi. Menurut mereka, buku ini menjadi pelita bagi para khatib dalam menyampaikan dakwah ekonomi syariah yang lebih membumi, aplikatif, dan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi umat.
Dorong Peran Khatib dan Pengelola Masjid
Muhammad Nur berharap, para khatib dan pengelola masjid di seluruh Jawa Barat bahkan Indonesia dapat memanfaatkan buku “Gaung Eksyar” sebagai panduan rutin khutbah Jumat. Dengan demikian, pesan-pesan tentang ekonomi syariah—mulai dari zakat, wakaf, riba, hingga investasi halal—dapat tersampaikan secara masif setiap pekan.
Selain itu, masyarakat umum juga diajak berpartisipasi dalam rangkaian Sarasehan Ekonomi yang akan digelar di Cirebon (21/5), Tasikmalaya (18/6), dan Bandung (22/6). Acara ini menjadi ruang penyampaian aspirasi dan penguatan sinergi pembangunan daerah berbasis syariah.
Kick Off West Java Economic Society (WJES) 2026
Pada kesempatan yang sama, BI Jabar juga melakukan Kick Off West Java Economic Society (WJES) 2026. Acara ini diarahkan sebagai wadah kolaborasi pentahelix dengan tema besar “Penguatan Ketahanan dan Transformasi Ekonomi Jawa Barat untuk Pertumbuhan yang Inklusif dan Berdaya Saing”.
WJES 2026 mengusung enam subtema strategis, di antaranya:
- Green and circular economy
- Ekonomi syariah
- Transformasi digital dan inklusi keuangan
- Ketahanan pangan dan rantai pasok
- Optimalisasi investasi dan infrastruktur
- Pemerataan pembangunan
Ekonomi Jabar Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global
Muhammad Nur juga memaparkan bahwa meskipun perekonomian global diliputi ketidakpastian—seperti volatilitas harga energi dan pangan, perubahan kebijakan moneter global, serta risiko fragmentasi geoekonomi—perekonomian Jabar menunjukkan kinerja tangguh dengan pertumbuhan mencapai 5,32 persen (YoY) pada tahun 2025.
Tekanan inflasi masih perlu diwaspadai dengan capaian 3,60 persen (YoY) pada Maret 2026. Namun, pada tahun 2026, perekonomian Jabar diprakirakan meningkat berada pada kisaran 4,9–5,7 persen (YoY), didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, serta kinerja sektor industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, dan akomodasi makanan-minuman.
Sementara itu, inflasi diproyeksikan tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (YoY).
Gubernur Jabar: Pertumbuhan Harus Diikuti Perubahan Paradigma
Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi (akrab disapa KDM), menegaskan pentingnya forum seperti WJES sebagai ruang strategis kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Jabar serta peran Bank Indonesia dan ISEI dalam menjaga stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka, juga harus diikuti perubahan paradigma masyarakat menuju ekonomi yang lebih produktif,” tegas KDM.
Ia pun menekankan bahwa rekomendasi WJES harus berpijak pada realitas lapangan, khususnya penguatan sektor produksi berbasis desa, ekonomi syariah, dan ekonomi hijau. Semangat kolaborasi pentahelix ia gambarkan dalam falsafah Sunda: “Sareunduk saigel sabogobot sapikahean” (bersatu dalam tujuan, seia sekata, sama kuat, sama sayang).
Kesimpulan
Dengan peluncuran buku “52 Khutbah Jumat Ekonomi Syariah” ini, BI Jabar menunjukkan komitmen nyata dalam akselerasi literasi ekonomi syariah berbasis dakwah masjid. Buku ini tidak hanya menjadi panduan khatib, tetapi juga gerakan kolektif umat untuk membangun kemandirian ekonomi yang berkah, inklusif, dan berdaya saing. [*fin]
QS: Al-Jinn (72) : 9
وَّاَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِۗ فَمَنْ يَّسْتَمِعِ الْاٰنَ يَجِدْ لَهٗ شِهَابًا رَّصَدًاۖdan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
----------Al-Qur'an lengkap






