
Peran Keluarga Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme, KemenPPPA: Tanamkan Toleransi dan Pengasuhan Ramah Anak
SISIISLAM.COM, JAKARTA – KemenPPPA tekankan peran keluarga bentengi generasi muda dari radikalisme. Tanamkan toleransi, perdamaian, dan pengasuhan ramah anak sejak dini. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan bahwa keluarga memiliki posisi strategis sebagai benteng pertama dalam membentengi generasi muda dari radikalisme. Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Titi Eko Rahayu, menekankan pentingnya penanaman nilai toleransi, perdamaian, dan pengasuhan ramah anak sejak dini di lingkungan rumah tangga.
“Pemerintah juga terus memperkuat pelindungan perempuan dan anak, sekaligus mengintensifkan koordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan lebih efektif,” ujar Titi Eko Rahayu di Jakarta, Minggu (31/5/2026).
Perempuan dan Anak: Kelompok Rentan di Era Digital
Menurut Titi, perempuan dan anak termasuk kelompok yang paling rentan terhadap paparan ideologi kekerasan dan radikalisme. Kerentanan ini semakin meningkat seiring dengan masifnya perkembangan media informasi dan ruang digital. Generasi muda yang aktif di media sosial berpotensi terpapar paham ekstrem tanpa filter yang memadai dari lingkungan terdekat.
Oleh karena itu, peran keluarga sebagai bentengi generasi muda dari radikalisme tidak bisa ditawar. Keluarga harus menjadi ruang pertama yang mengajarkan sikap kritis, cinta damai, dan menghormati perbedaan.
Kolaborasi Multisektor: Kunci Cegah Radikalisme Sejak Dini
Deputi Titi Eko Rahayu menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak dari paparan radikalisme dan terorisme tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
“Kita perlu menguatkan sistem yang komprehensif mulai dari pencegahan, penanganan, rehabilitasi, hingga reintegrasi sosial,” jelasnya.
Langkah Konkret KemenPPPA di Daerah
Untuk memperkuat perlindungan di tingkat lokal, KemenPPPA terus mengadvokasi pemerintah daerah dalam:
- Percepatan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA)
- Penyediaan rumah aman bagi korban
- Peningkatan kapasitas SDM aparatur daerah
Selain itu, KemenPPPA saat ini tengah menyusun petunjuk teknis penanganan anak korban jaringan terorisme. Pedoman ini akan menjadi acuan implementasi di daerah agar setiap anak korban mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkeadilan.
“KemenPPPA turut mendorong penguatan dukungan kebijakan dan pembiayaan, termasuk melalui koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait guna mendukung optimalisasi layanan perlindungan perempuan dan anak hingga tingkat daerah,” pungkas Titi Eko Rahayu.
Kesimpulan: Keluarga Garda Terdepan
Dari pernyataan KemenPPPA tersebut, jelas bahwa membentengi generasi muda dari radikalisme harus dimulai dari dalam keluarga. Pengasuhan ramah anak, penanaman toleransi, dan pendampingan penggunaan ruang digital menjadi kunci utama. Tanpa penguatan peran keluarga, upaya pemerintah dan aparat penegak hukum akan sulit mencapai hasil yang maksimal. Maka, mari jadikan keluarga sebagai benteng cinta dan perdamaian untuk masa depan Indonesia yang lebih aman. [*izah]
QS: Ali Imran (3) : 140
اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗوَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙJika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim,
----------Al-Qur'an lengkap







