
Dorong Ekonomi Syariah Lintas Negara di Tengah Ketidakpastian Global, B57+ Asia Pacific Buka Peluang Kolaborasi
JAKARTA, SisiIslam.com – Ketidakpastian global meningkat, B57+ dorong ekonomi syariah lintas negara lewat kolaborasi Asia Pacific. Indonesia jadi pemain kunci. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media.
Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat mulai berdampak nyata pada rantai distribusi dan hubungan dagang antarnegara. Di tengah situasi penuh ketidakpastian global ini, penguatan ekonomi syariah melalui kerja sama lintas negara dinilai menjadi solusi strategis untuk menjaga stabilitas bisnis, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
B57+ Asia Pacific: Jembatan Ekonomi Syariah Lintas Negara
Platform kolaborasi B57+ Asia Pacific muncul sebagai inisiatif yang berpotensi memperkuat konektivitas ekonomi antarnegara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dengan pendekatan bisnis yang netral dan berbasis kepentingan bersama, skema ini dinilai sangat relevan di tengah fragmentasi ekonomi global yang semakin terasa.
Ketua Umum B57+ Asia Pacific, Arsjad Rasjid, menyatakan bahwa pembentukan regional chapter pada 2026 merupakan langkah konkret mendorong perdagangan dan investasi berbasis jaringan bisnis terstruktur.
“Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, kami ingin mendorong perdagangan antarnegara, memperkuat investasi lintas batas, serta menjembatani kepentingan sektor swasta dan agenda pemerintah,” ujar Arsjad, Ahad (26/4/2026).
Stabilitas Bisnis Butuh Arah Jelas
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai bahwa pelaku usaha saat ini sangat membutuhkan arah strategis yang jelas untuk merespons dinamika global yang tidak menentu. Menurutnya, kepastian strategi jangka pendek maupun menengah menjadi kunci agar kerja sama lintas negara tetap berjalan efektif.
“Dengan mengedepankan kolaborasi yang saling menguntungkan tanpa intervensi kepentingan politik atau agama, aktivitas bisnis diharapkan bisa lebih stabil,” jelas Liza.
Ia menambahkan, kehadiran B57+ Asia Pacific dapat menjadi ruang aman bagi penguatan hubungan ekonomi antarnegara OKI sekaligus alat mitigasi risiko dari gangguan geopolitik.
Peran Strategis Indonesia dalam Ekonomi Syariah Global
Dalam kerangka kolaborasi ekonomi syariah, penguatan jaringan B57+ juga diarahkan untuk memperluas peran pembiayaan syariah alternatif serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di negara anggota.
Indonesia dinilai memiliki posisi sangat strategis dalam inisiatif ini. Selain memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia juga konsisten berada di tiga besar Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Posisi ini memperkuat pengaruh Indonesia dalam peta ekonomi syariah global.
Prioritas B57+ Asia Pacific ke Depan
Ke depan, B57+ Asia Pacific menempatkan sejumlah prioritas utama:
- Penguatan rantai pasok lintas batas antarnegara OKI.
- Reformasi regulasi berbasis bukti untuk mendukung efisiensi bisnis syariah.
- Perluasan akses pembiayaan dan pasar bagi sektor swasta.
Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di kawasan Asia Pasifik, tetapi juga menjaga kesinambungan pertumbuhan di tengah tekanan global yang terus meningkat.
Dengan adanya platform seperti B57+, optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah yang lebih inklusif dan tangguh mulai terbuka lebar. (*finku)







