
Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban Harus Diperketat, Anggota DPR: Jangan Sampai Ibadah Batal karena PMK
sisiislam.com, Jakarta – Anggota DPR minta pengawasan kesehatan hewan kurban diperketat jelang Idul Adha. Waspada PMK! Hewan kurban harus sehat secara fisik dan syariat. Simak kabar berita selengkapnya hanya di laman Sisi Islam Media ini.
Menjelang Hari Raya Idul Adha, isu kesehatan hewan kurban kembali menjadi sorotan. Anggota DPR RI, Hindun Anisah, mendesak pemerintah untuk secara serius memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban di seluruh daerah. Menurutnya, langkah ini krusial agar ibadah kurban tetap sah dan daging yang dikonsumsi masyarakat aman.
Hewan Kurban Wajib Sehat Fisik dan Sesuai Syariat
Dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (4/5), Hindun Anisah menegaskan bahwa syarat hewan kurban sesuai syariat tidak bisa ditawar. Hewan kurban harus aktif, memiliki nafsu makan baik, serta bebas dari cacat fisik seperti pada telinga dan ekor.
“Hewan kurban harus benar-benar bebas dari penyakit agar aman dikonsumsi masyarakat saat proses penyembelihan nanti,” ujar Hindun.
Ia mengingatkan bahwa pengawasan yang lemah berisiko meningkatkan peredaran hewan ternak yang sakit. Dampaknya tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga bisa membatalkan keabsahan ibadah kurban.
Ancaman PMK Masih Menghantui Populasi Ternak
Legislator asal Jawa Tengah ini secara khusus menyoroti bahaya penyakit mulut dan kuku (PMK). Gejala seperti luka di mulut dan kaki, demam tinggi, serta kondisi tubuh lemah harus diwaspadai petugas di lapangan.
“Penyebaran PMK dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas daging kurban, mengganggu rantai distribusi ternak, hingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Oleh karena itu, langkah cegah PMK pada hewan kurban harus dilakukan sejak dini, tidak menunggu mendekati hari raya.
Peran Pemerintah Daerah dan Dokter Hewan
Hindun menilai pemerintah daerah wajib melakukan mitigasi dini. Dinas peternakan diinstruksikan untuk melakukan cek fisik menyeluruh di pasar hewan. Setiap hewan kurban juga harus dilengkapi surat keterangan sehat dari dokter hewan.
“Pemerintah daerah juga bisa memperketat pemeriksaan lalu lintas ternak antar-daerah sehingga bisa mengantisipasi sejak dini jika hewan kurban terjangkit PMK,” paparnya.
Imbauan untuk Calon Pekurban: Jangan Tergiur Harga Murah
Selain pengawasan dari pemerintah, Hindun mengimbau masyarakat—khususnya calon pekurban—agar lebih jeli. Tips memilih hewan kurban sehat yang ia sampaikan antara lain:
- Jangan hanya tergiur harga murah atau ukuran besar.
- Pastikan hewan tidak cacat dan tampak aktif bergerak.
- Periksa apakah ada luka di mulut, hidung, atau kaki.
- Minta surat keterangan sehat dari penjual.
“Masyarakat harus lebih bijak. Kesadaran masyarakat adalah kunci karena ibadah kurban bukan hanya soal kuantitas, tetapi juga kualitas dan keamanan,” pesan Hindun.
Kesimpulan
Menjelang Idul Adha, pengawasan kesehatan hewan kurban menjadi tanggung jawab bersama—pemerintah, aparat daerah, dokter hewan, dan masyarakat. Dengan pengawasan ketat serta kesadaran kolektif, umat Islam dapat melaksanakan kurban secara sah, sehat, dan penuh berkah.
QS: Fatir (35) : 12
وَمَا يَسْتَوِى الْبَحْرٰنِۖ هٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ سَاۤىِٕغٌ شَرَابُهٗ وَهٰذَا مِلْحٌ اُجَاجٌۗ وَمِنْ كُلٍّ تَأْكُلُوْنَ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْنَ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَا ۚوَتَرَى الْفُلْكَ فِيْهِ مَوَاخِرَ لِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَDan tidak sama (antara) dua lautan; yang ini tawar, segar, sedap diminum dan yang lain asin lagi pahit. Dan dari (masing-masing lautan) itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai, dan di sana kamu melihat kapal-kapal berlayar membelah laut agar kamu dapat mencari karunia-Nya dan agar kamu bersyukur.
----------Al-Qur'an lengkap







