Persiapan Haji 2026 Nyaris 100 Persen, Menhaj: Fokus Utama Keamanan Jamaah
Jakarta – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf pastikan persiapan operasional haji 2026 hampir tuntas. Fokus pada keamanan jamaah hingga pengawasan dana Rp18 triliun melibatkan KPK dan Kejaksaan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kesiapan operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 hampir mencapai garis finis. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa progres persiapan saat ini telah mencapai hampir 100 persen.
“Persiapan operasional terus kami matangkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jamaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” ujar Menhaj dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Menhaj menegaskan bahwa tahun ini, pelayanan haji harus berjalan lancar, bersih, dan bebas dari penyimpangan. Dalam hal ini, Provinsi Jawa Timur mendapat sorotan khusus karena memiliki kuota jamaah terbesar di Indonesia. Menurutnya, kesiapan Jatim akan menjadi barometer utama keberhasilan penyelenggaraan haji secara nasional.
Akuntabilitas Dana Rp18 Triliun
Salah satu sorotan utama dalam persiapan tahun ini adalah pengelolaan dana haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun. Menhaj menekankan pentingnya aspek akuntabilitas dalam setiap proses penganggaran.
Untuk memastikan transparansi, Kemenhaj melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan serta tata kelola keuangan. Langkah ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden RI agar pelayanan haji benar-benar transparan dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
Jaminan Keamanan dari Dubes Arab Saudi
Di tengah situasi geopolitik kawasan Timur Tengah yang tengah memanas, Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, memberikan jaminan penuh. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah haji 2026 akan berlangsung aman dan sesuai rencana.
“Kerajaan Arab Saudi, alhamdulillah, sampai saat ini tetap aman. Semuanya akan berjalan dengan lancar,” kata Dubes Faisal dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Dubes Faisal juga memastikan tidak ada dampak signifikan dari ketegangan regional terhadap operasional haji, termasuk jadwal penerbangan yang akan tetap berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
QS: Al-Qalam (68) : 30
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَلَاوَمُوْنَLalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
----------Al-Qur'an lengkap







