Timwas Haji DPR Minta Layanan Haji Tetap Prima hingga Jamaah Pulang ke Tanah Air
Ketua Kelompok Fraksi Komisi V DPR Fraksi Gerindra Danang Wicaksana Sulistya

Timwas Haji DPR Minta Layanan Haji Tetap Prima hingga Jamaah Pulang ke Tanah Air

SISIISLAM.COM, JAKARTA – Timwas Haji DPR minta layanan haji tidak turun pasca-Armuzna. Fokus pada akomodasi, konsumsi, bus shalawat, hingga pemulangan jamaah haji 2026. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Danang Wicaksana, secara tegas meminta agar kualitas pelayanan haji terhadap jamaah tidak mengalami penurunan pasca puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, layanan haji harus tetap prima hingga seluruh proses pemulangan jamaah ke Tanah Air selesai.

Fase Krusial Armuzna Berjalan Baik, Tantangan Berikutnya Justru Setelahnya

Dalam keterangan tertulis yang diterima sisiislam.com di Jakarta, Sabtu (30/5/2026), Danang menilai bahwa masa krusial penyelenggaraan ibadah haji 2026 selama Armuzna telah berlangsung dengan baik. Berbagai upaya pemerintah dan petugas haji dinilai membantu kelancaran pergerakan serta pelayanan jamaah di Tanah Suci.

“Jangan sampai terjadi penurunan kualitas pelayanan haji setelah fase Armuzna. Ini periode yang sering luput dari perhatian, padahal jamaah masih sangat membutuhkan kenyamanan,” ujar Danang.

Empat Sektor Layanan Haji yang Wajib Diawasi Ketat

Politisi yang juga aktif mengawasi haji 2026 ini menyoroti empat sektor vital yang harus tetap dijaga petugas:

  1. Akomodasi Pemondokan di Makkah dan Madinah
    Petugas haji harus memastikan kenyamanan tempat tinggal jamaah yang masih berada di Tanah Suci. Tidak boleh ada penurunan standar kebersihan dan fasilitas hanya karena puncak haji telah lewat.
  2. Layanan Konsumsi
    Kebutuhan makanan jamaah harus terus diawasi kualitas dan kuantitasnya hingga mereka meninggalkan Arab Saudi.
  3. Operasional Bus Shalawat
    Danang meminta agar bus shalawat yang kembali beroperasi tetap memberikan pelayanan optimal, terutama untuk mendukung mobilitas jamaah menuju Masjidil Haram. “Bus Shalawat adalah urat nadi transportasi jamaah lansia,” tegasnya.
  4. Ketepatan dan Keselamatan Perjalanan Darat & Udara
    Dari perjalanan Makkah menuju Madinah hingga proses penerbangan ke Indonesia, semua harus tepat waktu, aman, dan nyaman.
Baca Juga:  Mudik 2026 Sukses Besar: Kolaborasi & Layanan Ramah Keluarga Jadi Kunci Utama

“Begitu pula dengan proses penerbangan jamaah ke Tanah Air. Semua harus dipastikan berjalan lancar, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan jamaah,” imbuh Danang.

Harapan untuk Pemangku Kepentingan

Di akhir pernyataannya, Danang Wicaksana berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Agama, PPIH Arab Saudi, hingga maskapai penerbangan, dapat mempertahankan layanan haji hingga akhir penyelenggaraan ibadah haji 2026. Dengan begitu, jamaah dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah dan kembali ke Indonesia dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan. [*izah]

QS: Az-Zukhruf (43) : 50

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ

Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.

----------
Al-Qur'an lengkap