Produk Wine Merek Nabidz Miliki Kadar Alkohol Tinggi, Haram Dikonsumsi Umat Muslim

Gambar Gravatar
oleh 1182 Dilihat
Produk Wine Merek Nabidz Miliki Kadar Alkohol Tinggi, Haram Dikonsumsi Umat Muslim
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh: Produk Wine Merek Nabidz Miliki Kadar Alkohol Tinggi, Haram Dikonsumsi Umat Muslim

SisiIslam.comProduk Wine Merek Nabidz Miliki Kadar Alkohol Tinggi, Haram Dikonsumsi Umat Muslim oleh situs berita dan gaya hidup muslim, SISI ISLAM melalui kanal Lifestyle.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, dengan tegas mengungkapkan bahwa minuman wine merek Nabidz memiliki kadar alkohol yang tinggi berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium. Oleh karena itu, produk ini dianggap haram untuk dikonsumsi oleh umat Muslim. Saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa (22/8), Niam menjelaskan bahwa Komisi Fatwa MUI telah menerima informasi dari tiga uji laboratorium yang berbeda, semuanya menunjukkan bahwa kadar alkohol dalam produk ini melebihi batas yang diperbolehkan bagi warga Muslim.

“Dari tiga uji laboratorium tersebut, terungkap bahwa kadar alkohol dalam produk Nabidz mencapai tingkat yang signifikan, sehingga menjadi haram bagi umat Muslim untuk mengonsumsinya,” ungkap Niam.

Niam juga menegaskan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium ini juga mengungkapkan adanya masalah dalam proses sertifikasi halal untuk produk Nabidz. Sesuai dengan pedoman dan standar halal, MUI tidak akan mengesahkan produk yang menggunakan nama yang memiliki konotasi haram, baik dalam rasa, aroma, maupun kemasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terutama jika proses pembuatannya melibatkan fermentasi anggur dengan ragi, yang serupa dengan metode pembuatan wine,” tambah Niam.

Niam menjelaskan bahwa Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2003 tentang Standardisasi Halal telah menetapkan empat kriteria terkait penggunaan nama dan bahan dalam produk makanan dan minuman. Salah satunya adalah larangan untuk mengonsumsi atau menggunakan nama dan simbol-simbol yang mengarah pada hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan dan kebenaran.

Baca Juga:  Satgas Halal Jambi Meningkatkan Sinergi untuk Sertifikasi Halal Produk

Selain itu, kriteria lainnya adalah larangan menggunakan nama dan simbol-simbol makanan atau minuman yang terkait dengan benda atau binatang yang diharamkan, termasuk babi dan minuman keras, kecuali jika sudah menjadi bagian dari tradisi dan terjamin tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang, seperti contoh nama makanan seperti bakso, bakmi, bakwan, bakpia, dan bakpao.

Dalam Fatwa MUI tersebut, juga ditegaskan bahwa tidak diperbolehkan menggunakan bahan campuran yang memberikan rasa atau aroma yang berasal dari benda atau binatang yang diharamkan, misalnya mi instan dengan rasa babi.

Fatwa MUI juga menegaskan bahwa makanan atau minuman yang menggunakan nama-nama yang merujuk pada barang terlarang, seperti whisky, brandy, dan beer, juga harus dihindari.

Di sisi lain, Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2018 tentang produk makanan dan minuman yang mengandung alkohol/etanol menjelaskan bahwa minuman beralkohol yang termasuk dalam kategori khamr adalah minuman yang mengandung alkohol/etanol (C2H5OH) sebanyak 0,5 persen.

Senada dengan Ketua MUI, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Aqil Irham, dengan tegas menyatakan bahwa lembaganya tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk produk wine.

“Terhadap informasi yang beredar tentang penjualan online produk wine dengan merk Nabidz yang diduga memiliki sertifikat halal, kami ingin menjelaskan bahwa BPJPH tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal untuk produk wine,” jelasnya.

Baca Juga:  Doa untuk Meringankan Sakit Saat Persalinan dalam Al-Qur'an

Aqil juga menambahkan bahwa pihak yang memiliki merek Nabidz sebenarnya pernah mengajukan sertifikasi halal dan terdaftar dalam sistem Sihalal, tetapi permohonan tersebut berkaitan dengan produk minuman jus buah, bukan wine.

MUI juga menegaskan bahwa tidak ada penetapan kehalalan yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut untuk produk wine merek Nabidz.

Demikian informasi terkini seputar Produk Wine Merek Nabidz Miliki Kadar Alkohol Tinggi, Haram Dikonsumsi Umat Muslim oleh situs berita dan gaya hidup muslim, SISI ISLAM melalui kanal Lifestyle.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *