Tidak Ada Negara Berani Serang Iran, Khatami: Jangan Percaya Senyuman Trump

TEHERAN, SISIISLAM.COM – Imam Jumat Tehran Ayatullah Khatami tegas: tak ada yang berani serang Iran. Ia peringatkan rakyat untuk tak percaya pada kebohongan Trump. Simak berita selengkapnya hanya di Sisi Islam Media.

Dalam khutbah Jumat pekan ini di Tehran, Imam Jumat sementara ibu kota, Ayatullah Ahmad Khatami, mengeluarkan pernyataan tegas yang mengguncang kancah politik global. Ia menegaskan bahwa tidak ada satu negara pun di dunia yang berani menyerang Iran. Bahkan jika ada yang nekat, kata Khatami, serangan itu tidak akan membuahkan hasil apa pun.

Trump Pembohong Nomor Wahid di Dunia

Ayatullah Khatami dengan lantang mengkritik perilaku Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, di antara para pemimpin dunia, tidak ada sosok yang lebih gemar berdusta selain Trump.

“Trump setiap hari membanjiri jagat maya dengan ribuan pesan dan pernyataan palsu. Orang seperti ini harus kita hadapi dengan rasa pesimistis total,” ujar Khatami.

Ia mengingatkan jamaah shalat Jumat untuk tidak terbuai oleh senyuman atau janji manis musuh, persis seperti pesan yang pernah disampaikan oleh almarhum Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Ali Khamenei. “Jangan percaya pada senyuman musuh, apalagi sosok yang menjelma sebagai kebohongan itu sendiri, seperti Trump,” tegasnya.

Baca Juga:  IRGC Siap Ungkap ‘Kejutan’ di Luar Perhitungan Musuh: Ancaman Baru untuk Israel dan AS

Negosiator Iran Tinggalkan Meja Perundingan karena Kezaliman AS

Khatami juga memuji sikus tegas tim negosiator Iran dalam dialog terbaru yang difasilitasi Pakistan di Islamabad. Menurutnya, delegasi Iran meninggalkan meja perundingan begitu mendengar tuntutan AS yang berlebihan.

“Washington berusaha meraih di meja perundingan apa yang gagal mereka dapatkan di medan perang,” imbuh Khatami.

Setelah melalui 21 jam negosiasi alot dengan perwakilan AS di Pakistan, tim Iran memutuskan kembali ke Tehran tanpa kesepakatan. Penyebabnya adalah ketidakpercayaan mendalam terhadap sikap plin-plan politik Amerika serta upaya Washington yang dinilai tetap hegemonik.

Iran Tak Akan Terima Negosiasi yang Menghinakan

Dalam amanatnya, Khatami mengutip kembali pesan almarhum Ayatullah Ali Khamenei bahwa revolusi Islam akan tetap abadi. Ia menegaskan bahwa rakyat Iran tidak akan pernah menerima negosiasi yang berlangsung dalam suasana penghinaan.

“Setelah pengalaman pahit di mana AS dan Israel melancarkan kampanye militer besar-besaran pada 28 Februari lalu, Iran membuktikan bahwa serangan balasan mereka selama 40 hari mampu merusak aset-aset militer musuh secara signifikan. Jangan pernah bayangkan Iran lemah,” kata Khatami merujuk pada konflik yang sempat memanas beberapa bulan lalu.

Gencatan Senjata dan Titik Kritis di Selat Hormuz

Sebelumnya, Pakistan berhasil menjadi mediator gencatan senjata selama dua pekan yang dimulai pada 8 April. Dalam dialog tersebut, Iran mengajukan paket sepuluh poin yang berisi tuntutan tegas:

  • Penarikan total pasukan AS dari kawasan,
  • Pencabutan seluruh sanksi,
  • Dan kontrol atas Selat Hormuz yang strategis.
Baca Juga:  Maskapai penerbangan Timur Tengah memarkir pesawat mereka di Spanyol

Namun karena AS dinilai tidak menunjukkan itikad baik, proses dialog pun menemui jalan buntu.

Penutup: Revolusi Islam Abadi

Khatami menutup khutbahnya dengan optimisme tinggi. “Tidak ada satu kekuatan pun yang memiliki nyali menyerang Iran. Jika pun terjadi, itu tidak akan membawa mereka ke mana-mana. Revolusi Islam akan terus hidup selama ada pengorbanan dan kewaspadaan dari umat,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas di level retorika, namun juga menegaskan posisi Tehran yang tidak akan gentar menghadapi tekanan politik maupun ancaman militer.(*Izah)

 

QS: Al-Hijr (15) : 35

وَّاِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.”

----------
Al-Qur'an lengkap