Resep umur panjang penduduk desa Miduana

Gambar Gravatar
oleh 1833 Dilihat
Resep umur panjang penduduk desa Miduana: Hidup selaras dengan alam. Gaya hidup, pola pikir, makan makanan sehat dari alam - Sisi Islam.

SisiIslam.com – Resep umur panjang penduduk desa Miduana: Hidup selaras dengan alam.

Tersembunyi di rimbunnya hutan di Kecamatan Naringgul, Cianjur, Jawa Barat, warga Desa Adat Miduana tetap melanjutkan gaya hidup tradisional dan alaminya—mereka hanya mengkonsumsi apa yang telah dipupuk dan ditanam oleh tangan mereka sendiri.

Nenek Sahria, salah satu warga desa, sudah rutin melakukan aktivitas sehari-hari, antara lain menanam sayuran dan melakukan olahraga ringan, serta menjaga pola hidup sehat dan siklus tidur.

Ini cukup baru karena Nenek Sahria berusia 103 tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wajah dan suaranya tidak menunjukkan usia sebenarnya, dan tangannya masih memiliki kelincahan untuk memungkinkannya memetik sayuran yang ingin dia makan atau mencuci pakaian di kolam di belakang rumahnya.

Meskipun sedikit rabun, dia menyapa tetangga atau tamu di depan pintunya dengan tatapan tajam. Dia bahkan tidak membutuhkan bantuan dari anak atau cucunya untuk pergi ke kamar mandi yang terpisah dari rumahnya.

Seperti Sahria, Kakek Uyet, yang kabarnya akan menginjak usia 125 tahun tahun ini, masih memiliki cukup tenaga untuk bekerja di ladang dan berburu ikan payo—ikan kecil mirip kecebong, tapi ukurannya sedikit lebih besar—yang diyakini warga Miduana bisa memperpanjang umur.

Setiap hari, Kakek Uyet hanya mengkonsumsi makanan yang dia tanam di ladang, daun sirih, dan air dari mata air terdekat. Sebagian besar lansia desa Miduana tidak pernah mengkonsumsi makanan dari luar desa atau ditanam dengan pupuk non-organik, yang membuat kebiasaan makan mereka lebih sehat.

Baca Juga:  Doa Mohon Keselamatan Dunia dan Akhirat

“Penglihatan saya masih tajam, dan pendengaran saya masih normal. Saya menikmati hidup saya setiap hari, dan kadang-kadang saya melakukan olahraga ringan dengan berjalan ke lapangan atau berburu ikan payo di sungai. Ketika saya sakit, saya tidak pernah mengkonsumsi bahan kimia. obat-obatan, saya hanya mengkonsumsi obat-obatan tradisional dan obat-obatan alami lainnya,” tambah Uyet.

Selain Sahria dan Uyet, ada lebih dari selusin centenarian di desa adat Miduana. Mereka berkomitmen untuk mempertahankan tradisi yang diwarisi dari nenek moyang dan tetua desa, termasuk pola tanam dan pertanian mereka.

Resep umur panjang

Umur panjang yang tidak biasa dari beberapa warga Miduana telah menarik minat peneliti Universitas Padjadjaran yang berbasis di Bandung, Priyo Subekti, yang telah mempelajari kesehatan warga dengan fokus pada kebiasaan makan, gaya hidup, dan pola pikir mereka.

Hasil awal menunjukkan bahwa warga desa Miduana memiliki pola makan yang baik karena mereka hanya mengkonsumsi makanan alami yang ditanam dengan sumber daya lokal, mengikuti gaya hidup sehat, dan memiliki pola pikir yang lebih positif dalam hidup.

Kebiasaan adat Miduana memastikan mereka hanya mengonsumsi makanan sehat, berbeda dengan penduduk di perkotaan yang mengabaikan nilai gizi makanan mereka dan sering mengonsumsi makanan cepat saji dengan gizi rendah, kata Subekti.

“Ada beberapa faktor yang membuat warga Kampung Adat Miduana memiliki usia yang panjang dengan fisik yang prima, yang membuat mereka mampu untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari meski usianya sudah melampaui 100 tahun, bahkan 125 tahun, dan salah satunya adalah faktor mereka. (baik) gaya hidup dan kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat dari alam,” jelasnya.

Baca Juga:  Menikmati kue Timur Tengah, Lazy Cake

Sementara itu, tetua desa Miduana, Yayat, 75 tahun, mengatakan bahwa penduduk desa percaya bahwa ikan payo, yang mereka tangkap dari Sungai Cipadak di dekatnya, adalah alasan utama umur panjang mereka, meskipun klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.

Warga yakin bahwa konsumsi ikan payo setiap hari telah membantu mereka hidup lama tanpa penuaan, katanya. Manfaat ikan payo bahkan menggelitik rasa penasaran wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut untuk mengonsumsi makanan sehat, termasuk ikan, tambahnya.

Membuka desa untuk wisatawan

Desa adat Miduana, dengan kekayaan budaya, keindahan alam, tradisi yang dilestarikan, dan umur panjang yang tidak biasa di antara penduduk, telah menarik minat publik.

Setelah diselimuti pengasingan selama bertahun-tahun, penduduk desa akhirnya setuju untuk membuka desa untuk wisatawan dengan bantuan otoritas kabupaten, dengan jaminan bahwa kehidupan adat mereka tidak akan terganggu.

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur bekerjasama dengan Yayasan Lokatmala Indonesia dan para sesepuh desa sepakat menjadikan desa tersebut sebagai desa wisata terbaru kabupaten.

Bupati Pratama Nugraha mengatakan desa wisata akan dikembangkan secara bertahap, dan akses jalan desa serta fasilitas pariwisata telah dikembangkan untuk mempersiapkan desa Miduana untuk pariwisata.

Ia menginformasikan, pemkab terus menggodok acara khusus di Miduana, berkoordinasi dengan para tetua desa, untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke desa tersebut.

Sejak desa membuka diri untuk pariwisata, desa ini telah menyambut 100 hingga 200 wisatawan setiap minggu. Mereka menghabiskan waktu di desa menikmati keindahan alam, makanan sehat, dan pertunjukan seni.

Baca Juga:  Tiga Pesan Wakil Presiden Ma'ruf Amin untuk Mengembangkan Potensi Syariah di Daerah

Sementara itu, anggota Dewan Adat Miduana, Rustiman, mengatakan warga desa dan sesepuh mendukung keputusan untuk mengembangkan desa sebagai desa wisata selama tidak mengganggu cara hidup tradisional mereka.

Untuk mencegah pencemaran di desa mereka, mereka telah membatasi semua bentuk transportasi, bepergian hanya dengan berjalan kaki untuk waktu yang lama. Selain itu, semua bagian desa berada dalam jarak berjalan kaki. Pemerintah desa juga telah memutuskan untuk tidak melebarkan jalan desa untuk mencegah kendaraan masuk ke desa.

Meski tidak lagi mengasingkan diri dari pembangunan, warga desa adat Miduana telah berkomitmen untuk melanjutkan tradisi warisan nenek moyang yang telah menjamin umur panjang dan pola hidup sehat, serta pola pikir positif terhadap kehidupan.

Kita juga bisa belajar bagaimana hidup lebih baik dengan meniru kebiasaan hidup positif warga Miduana.

Sisi Islam – Berita dan Gaya Hidup Muslim tentang: Resep umur panjang penduduk desa Miduana: Hidup selaras dengan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *