Panglima Iran: Jari di Pelatuk, Tentara Siap Lawan Ancaman Apa Pun

TEHERAN, Sisi Islam Media – Panglima Iran Mayjen Hatami tegaskan kesiapan tempur penuh. Jari di pelatuk, ancaman musuh akan dihadapi dengan tekad besi. #Iran #Islam

Panglima Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, menegaskan bahwa negaranya dalam kondisi siaga penuh menghadapi segala bentuk ancaman dan agresi. Dalam pernyataan tegasnya, ia menyebut seluruh jajaran angkatan bersenjata Iran terus waspada dan siap merespons secara menentukan.

Pesan Keras di Hari Angkatan Darat

Pernyataan tersebut disampaikan Jenderal Hatami dalam sebuah pesan resmi pada Jumat (29 Farvardin dalam kalender Iran), bertepatan dengan peringatan Hari Angkatan Darat (Army Day). Momen ini digunakan untuk mengingatkan kembali peran defensif dan kesiapan tempur tentara negeri para mullah.

“Tentara Iran, dengan mengikuti komando Pemimpin Besar Revolusi Islam, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, serta bertumpu pada kemampuan dalam negeri, pengetahuan mutakhir, dan semangat yang kuat, menganggap dirinya sebagai pelindung yang berkorban bagi keamanan dan ketenteraman bangsa Iran,” ujar Hatami.

Jari di Pelatuk, Tekad Besi

Mayjen Hatami menekankan bahwa tentara Iran saat ini berada dalam kondisi “jari di pelatuk” (fingers on the trigger). Dengan tekad baja, mata yang tajam, dan kehendak yang tak tergoyahkan, pasukan Iran siap menghadapi setiap ancaman atau tindakan agresi musuh.

Baca Juga:  Meta melakukan 'pembantaian digital' terhadap postingan warga Palestina

“Kami akan tetap berpegang pada janji kami sampai napas terakhir,” tegasnya.

Jaminan untuk Rakyat Iran

Panglima tersebut juga memberikan jaminan kepada rakyat Iran bahwa angkatan darat akan terus bergerak kokoh dan perkasa sebagaimana masa lalu. Tujuannya jelas: mewujudkan cita-cita luhur Revolusi Islam dan melayani umat.

“Kami berdiri dengan penuh kehormatan dan perlawanan hingga mencapai kemenangan akhir,” pungkas Hatami.

Konteks Geopolitik dan Dukungan Ideologis

Pernyataan keras ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan kekuatan Barat serta rezim Zionis di kawasan. Media Iran kerap menampilkan kesiapan militer sebagai bagian dari doktrin pertahanan berbasis iman dan kemandirian teknologi.

Para pengamat militer menilai, penekanan pada indigenous capabilities (kemampuan dalam negeri) menunjukkan bahwa Iran tidak lagi bergantung pada alutsista asing pasca-embargo senjata PBB yang berakhir beberapa tahun lalu.

Pesan untuk Dunia Islam

Bagi komunitas Muslim global, pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan militer Iran tidak semata-mata nasionalis, tetapi juga merupakan benteng perlawanan terhadap hegemoni kafir yang mengancam keamanan negara-negara Islam. Wallahu a’lam.


Redaksi: Tim Sisi Islam
Sumber: Naskah resmi pernyataan Panglima Iran, Farvardin 2026

QS: Al-Baqarah (2) : 69

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا ۗ قَالَ اِنَّهٗ يَقُوْلُ اِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَاۤءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِيْنَ

Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman, bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”

----------
Al-Qur'an lengkap