Iran Tegaskan Tidak Cari Perang: Presiden Pezeshkian Sebut Tindakan Hanya Bentuk Bela Diri

SISIISLAM.COM, TEHERAN – Presiden Iran tegaskan negaranya tidak mencari perang. Tindakan militer Iran murni bela diri hadapi agresi AS-Israel. Simak pernyataan lengkap Pezeshkian di laman SISI ISLAM MEDIA.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dengan tegas menyatakan bahwa negaranya tidak sedang mencari perang maupun memiliki niat untuk memulai konflik. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional pasca serangan-serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan rezim Israel.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kementerian Olahraga dan Pemuda pada hari Ahad (9/2/2025), Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan Iran adalah murni dalam rangka bela diri yang sah (legitimate self-defense).

Iran: Negara Pencinta Perdamaian, Bukan Agresor

Pezeshkian menggarisbawahi komitmen prinsipil Iran dalam menjaga perdamaian, stabilitas, dan keamanan regional. Ia menampik keras tuduhan bahwa Iran adalah negara yang haus perang.

“Kami tidak pernah menyerang negara mana pun, dan kami tidak berniat melakukan tindakan agresif. Iran adalah negara yang cinta damai. Tanggapan kami hanyalah reaksi alami seperti yang akan dilakukan bangsa mana pun yang mempertahankan diri dari agresi,” ujar Pezeshkian.

Kejutan Analis: Kekuatan Iran Hadapi Blok Barat

Presiden Iran juga mengungkapkan bahwa performa Angkatan Bersenjata Iran dalam menghadapi perang agresi AS-Israel telah mengejutkan banyak analis militer dunia.

Baca Juga:  Top UK Mobile Casino No Deposit Bonus Offers in August 2026

“Iran mampu berdiri kokoh melawan kekuatan besar meskipun menghadapi berbagai tantangan. Musuh-musuh yang gagal mencapai tujuan mereka, kini justru melanggar hukum internasional dengan menyerang infrastruktur sipil,” tegasnya.

Pezeshkian menyoroti serangan terhadap sekolah, rumah sakit, universitas, dan fasilitas publik sebagai bukti keputusasaan dan kegagalan musuh. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak bisa dibenarkan dan bertentangan dengan klik-klaim hak asasi manusia (HAM) dan demokrasi yang selalu digembar-gemborkan Barat.

Kecaman atas Standar Ganda Barat

Dalam pidatonya, Presiden Iran secara eksplisit mengecam standar ganda (double standard) negara-negara Barat di panggung internasional.

“Klaim tentang HAM dan demokrasi harus diuji dengan tindakan nyata Amerika Serikat dan rezim Israel di kawasan. Di satu sisi mereka mengaku ingin kemajuan Iran, di sisi lain mereka menghancurkan peradaban dan berupaya memundurkan bangsa ini,” tandas Pezeshkian.

Ia menambahkan bahwa narasi kontradiktif musuh adalah bukti bahwa mereka tidak memiliki kredibilitas moral untuk mengkritik Iran.

Pesan untuk Dunia Islam

Pernyataan Presiden Pezeshkian ini menjadi penting bagi publik Muslim dunia, terutama dalam menyikapi propaganda media Barat yang kerap menggambarkan Iran sebagai ancaman. Justru, Iran hadir sebagai garda terdepan perlawanan terhadap agresi dan ketidakadilan global.

Redaksi Sisiislam.com akan terus memantau perkembangan terbaru dari Tehran dan kawasan terkait sikap tegas Iran dalam membela kedaulatan dan martabat umat Islam.

Baca Juga:  Онлайн-казино в Азербайджане Лучшие сайты казино 2026

Redaksi: Sisi Islam
Wallahu a’lam bish-shawab.


Catatan Redaksi: Berita ini diterbitkan untuk mengedukasi umat Islam tentang sikap resmi pemerintah Iran berdasarkan pernyataan presidennya, serta mengcounter narasi media arus utama yang bias.

QS: Al-Hashr (59) : 6

وَمَآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلٰى رَسُوْلِهٖ مِنْهُمْ فَمَآ اَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَّلَا رِكَابٍ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهٗ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan kuda atau unta untuk mendapatkannya, tetapi Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

----------
Al-Qur'an lengkap