
Rasulullah Bersabda: Ini dari Nikmat yang Akan Kalian Tanyai – Syarah Hadits Jabar
SisiIslam.Com – Hadits Jabar tentang rutab dan air: ini dari nikmat yang akan ditanyai. Pelajari syarah, keutamaan syukur, dan ancaman lalai bersyukur. Simak penjelasan tentang isi kandungan di laman SISI ISLAM MEDIA.
Setiap hari, kita makan dan minum tanpa berpikir panjang. Tapi tahukah Anda bahwa setiap suapan dan tegukan adalah nikmat yang kelak akan ditanyai di hadapan Allah? Sebuah hadits tentang nikmat yang diriwayatkan oleh sahabat Jabar bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu mengingatkan kita akan hal ini dengan sangat gamblang.
Teks Hadits (Arab, Harakat, Transliterasi, dan Arti)
Teks Arab dengan Harakat:
«هَذَا مِنَ النَّعِيمِ الَّذِي تُسْأَلُونَ عَنْهُ»
Transliterasi
Atānā rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam, fa aṭ‘amnāhu ruṭaban, wa saqaynāhu mā’an, fa qāla rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam: “Hādhā min an-na‘īmi alladhī tus’alūna ‘anhu.”
Artinya:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami, lalu kami memberinya makan kurma muda (rutab) dan memberi minum air. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Ini termasuk nikmat yang akan kalian tanyai (pertanggungjawabannya).’”
(HR. Ath-Thahawi dalam Syarah Musykil Al-Atsar No. 470, sanadnya sahih menurut Syu’aib Al-Arna’uth. Diriwayatkan pula oleh Al-Bukhari dan Muslim dengan redaksi mirip)
Syarah Hadits – Nikmat Kecil, Pertanggungjawaban Besar
Dalam syarah hadits Jabar ini, para ulama menjelaskan bahwa Rasulullah tidak sekadar mengucapkan pujian biasa. Beliau justru menyebutkan fakta fundamental tentang kehidupan seorang hamba: setiap nikmat, sekecil apa pun, akan dimintai pertanggungjawaban.
Mengapa Rutab dan Air Disebut Secara Spesifik?
Rutab (kurma muda) dan air adalah makanan serta minuman sederhana di padang pasir Arab. Namun justru di situlah letak pelajaran:
- Kesederhanaan Rasulullah – Beliau datang sendiri ke rumah sahabatnya, tidak menuntut hidangan mewah.
- Kecukupan sebagai nikmat – Di tengah panas dan kehausan, rutab yang manis dan air yang segar adalah kenikmatan luar biasa.
- Pengingat untuk tidak melalaikan syukur – Jika nikmat sederhana saja ditanyai, apalagi nikmat besar seperti harta, kesehatan, dan waktu.
Keterkaitan dengan Surat At-Takatsur Ayat 8
Allah berfirman dalam QS. At-Takatsur (102): 8:
Tsumma latus’alunna yauma’idzin ‘anin na’iim
“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia).”
Hadits ini adalah aplikasi langsung dari ayat tersebut. Para ulama tafsir seperti Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “kenikmatan” mencakup keamanan, kesehatan, penglihatan, pendengaran, dan nikmat makanan-minuman.
Pelajaran Penting dari Hadits tentang Nikmat
| Pelajaran | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Syukur nikmat wajib | Syukur hati (mengakui), lisan (memuji Allah), dan anggota badan (menggunakan nikmat untuk ketaatan) |
| Setiap nikmat akan ditanyai | Nikmat dunia adalah ujian, bukan sekadar hadiah |
| Larangan lalai bersyukur | Lalai bisa menyebabkan nikmat dicabut atau menjadi azab (Q.S. An-Nahl: 112) |
| Akhlak mulia Rasulullah | Beliau menerima hidangan sederhana tanpa merendahkan |
| Keutamaan menjamu tamu | Sahabat memberi makan dan minum dengan segera, itulah adab memuliakan tamu |
Jangan Sampai Nikmat Menjadi Bencana
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Takutlah dari nikmat yang engkau lalai syukuri, karena ia bisa berubah menjadi siksa.”
Makanan dan minuman adalah nikmat yang paling sering dilalaikan. Kebanyakan orang hanya ingat bersyukur saat lapar atau haus terobati, tapi melupakan tujuan utama dari makan itu sendiri: untuk beribadah kepada Allah.
Cara Praktis Bersyukur atas Nikmat Makanan dan Minuman
- Ucap bismillah sebelum makan/minum
- Sadari bahwa Allah yang memberi kemampuan dan rezeki
- Jangan berlebih-lebihan (israf) – QS. Al-A’raf: 31
- Ucap alhamdulillah setelah selesai
- Gunakan energi untuk ketaatan, bukan kemaksiatan
- Bagikan nikmat kepada yang membutuhkan (memberi makan orang miskin, memberi minum binatang)
Kesimpulan
Hadits ini mengajarkan bahwa makan dan minum akan ditanyai di akhirat bukan dalam konteks “berapa banyak”, melainkan “dari mana, untuk apa, dan apakah disyukuri?”.
Rutab dan air yang disuguhkan sahabat kepada Rasulullah menjadi bukti bahwa nikmat sekecil apapun adalah amanah. Maka, jangan pernah remehkan sepotong kurma dan seteguk air putih. Karena di hadapan Allah, itu semua tercatat sebagai pertanggungjawaban nikmat.
Mari jadikan setiap makanan sebagai pengingat untuk semakin bersyukur, bukan sekadar pengganjal perut.
Ditulis oleh: Kang Sodikin
Editor: Redaksi
QS: Yusuf (12) : 13
قَالَ اِنِّيْ لَيَحْزُنُنِيْٓ اَنْ تَذْهَبُوْا بِهٖ وَاَخَافُ اَنْ يَّأْكُلَهُ الذِّئْبُ وَاَنْتُمْ عَنْهُ غٰفِلُوْنَDia (Yakub) berkata, “Sesungguhnya kepergian kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkanku dan aku khawatir dia dimakan serigala, sedang kamu lengah darinya.”
----------Al-Qur'an lengkap







