Gelombang Protes No Kings Serbu Seluruh AS: Masyarakat Tolak Kebijakan Trump Jelang Pemilu
Gelombang Protes No Kings Serbu Seluruh AS

Gelombang Protes No Kings Serbu Seluruh AS: Masyarakat Tolak Kebijakan Trump Jelang Pemilu

Wahington, SisiIslam.com – Lebih dari 3.200 demonstrasi “No Kings” melanda 50 negara bagian AS. Masyarakat menolak kebijakan deportasi agresif dan perang di Iran, di tengah merosotnya popularitas Presiden Donald Trump jelang pemilu paruh waktu.

Aksi demonstrasi masif dengan tema “No Kings” kembali mengguncang Amerika Serikat pada akhir pekan ini. Ribuan warga dari berbagai kalangan turun ke jalan di lebih dari 3.200 lokasi di 50 negara bagian, menandai gelombang protes ketiga yang menentang kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden Donald Trump.

Tidak seperti aksi-aksi sebelumnya yang terpusat di kota-kota besar, kali ini demonstrasi mengalami peningkatan signifikan di wilayah-wilayah kecil. Penyelenggara mencatat hampir dua pertiga dari total acara berlangsung di luar kota metropolitan, melonjak hampir 40 persen dibandingkan mobilisasi pertama pada Juni lalu.

Sentimen Anti-Deportasi dan Perang Warnai Aksi

Di Minnesota, yang menjadi salah satu titik panas penindakan imigrasi, ribuan demonstran berkumpul di luar gedung parlemen Saint Paul. Mereka membawa foto Renee Good dan Alex Pretti, dua warga negara AS yang tewas ditembak petugas imigrasi federal tahun ini.

Gubernur Minnesota Tim Walz, yang merupakan calon wakil presiden Demokrat pada 2024, menyampaikan pidato berapi-api di hadapan para pendemo.

Baca Juga:  Buku Maulana Abul Ala Maududi dan Syed Qutb dihapus di Universitas Muslim Aligarh

“Mereka menyebut kami radikal. Kalian benar, kami telah diradikalisasi—oleh belas kasih, oleh kesopanan, oleh proses hukum yang adil, oleh demokrasi. Kami diradikalisasi untuk melawan otoritarianisme,” ujar Walz.

Aksi di Minnesota juga dimeriahkan oleh musisi legendaris Bruce Springsteen yang membawakan lagu “Streets of Minneapolis” serta pidato dari Senator Bernie Sanders.

“Kita tidak akan membiarkan negara ini jatuh ke dalam otoritarianisme atau oligarki,” tegas Sanders di hadapan massa.

Bentrokan dan Penangkapan di Tengah Suhu Politik yang Memanas

Di Dallas, Texas, demonstrasi berlangsung lebih panas. Kelompok pendemo “No Kings” terlibat bentrokan kecil dengan kelompok kontraprotes yang dipimpin oleh mantan pemimpin Proud Boys, Enrique Tarrio. Polisi setempat terpaksa melakukan penangkapan untuk meredakan situasi.

Sementara itu, di Los Angeles, aparat federal menembakkan gas air mata setelah beberapa orang diduga melemparkan benda ke area terlarang dekat penjara federal. Sejumlah demonstran juga dilaporkan ditangkap karena membubarkan diri.

Di pesisir timur, puluhan ribu orang memadati pusat kota Manhattan. Aktor senior Robert De Niro, yang menjadi salah satu penyelenggara, menyebut pemerintahan saat ini sebagai “ancaman eksistensial terhadap kebebasan dan keamanan.”

Pemilu Paruh Waktu dan Merosotnya Popularitas Trump

Para penyelenggara dari kelompok Indivisible mengungkapkan bahwa gelombang protes ini dipicu oleh berbagai kebijakan kontroversial, mulai dari deportasi agresif, pengerahan Garda Nasional, hingga serangan militer AS dan Israel ke Iran yang kini memasuki pekan keempat.

Baca Juga:  BAZNAS Ajak Keluarga Muzaki Mengenal Pengelolaan Zakat Lebih Dekat

Menariknya, lonjakan partisipasi justru terjadi di negara bagian basis Republik seperti Idaho, Wyoming, Montana, dan Utah. Fenomena ini dinilai sebagai sinyal kuat menjelang pemilihan paruh waktu November yang akan menentukan peta kekuatan Kongres AS.

Data terbaru dari jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan tingkat popularitas Trump turun hingga 36 persen, angka terendah sejak ia kembali menjabat di Gedung Putih.

Leah Greenberg, salah satu pendiri Indivisible, mengatakan bahwa daerah-daerah pinggiran yang kompetitif seperti Bucks County di Pennsylvania dan Scottsdale di Arizona kini menunjukkan lonjakan minat yang “sangat besar.”

Di Washington DC, massa meneriakkan slogan pro-demokrasi. Bahkan di pusat perawatan lansia Chevy Chase, Maryland, sekelompok warga senior di kursi roda turut berdemo dengan spanduk bertuliskan, “Bunyikan klakson jika Anda menginginkan demokrasi” dan “Singkirkan Trump.” [*Izah]

QS: Al-Waqi'a (56) : 70

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?

----------
Al-Qur'an lengkap