
4 PTKIN Masuk 25 Besar Dunia Versi SCImago 2026: UIN Yogyakarta Salip Harvard di Bidang Religious Studies
Jakarta (Sisi Islam Media) – Prestasi membanggakan dari PTKIN di kancah global! UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta masuk 7 besar dunia bidang Religious Studies versi SCImago 2026, mengungguli Harvard University. Simak daftar lengkap PTKIN lainnya yang menembus jajaran kampus terbaik dunia. Simak selengkapnya di bawah ini!
Dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia kembali mencatatkan sejarah membanggakan di panggung internasional. Sebanyak empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sukses menembus jajaran 25 besar dunia dalam pemeringkatan SCImago Institutions Rankings (SIR) 2026 by Subject untuk bidang Religious Studies atau Studi Agama.
Yang paling mencuri perhatian, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil menduduki peringkat ke-7 dunia. Posisi ini sekaligus menempatkan UIN Yogyakarta tiga tingkat di atas universitas ternama asal Amerika Serikat, Harvard University, yang berada di peringkat ke-10. Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang menunjukkan kualitas riset dan reputasi akademik PTKIN di mata dunia.
Tak hanya UIN Yogyakarta, tiga PTKIN lainnya juga menunjukkan performa yang luar biasa:
- UIN Ar-Raniry Banda Aceh berada di peringkat ke-14 dunia.
- UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat ke-21 dunia.
- UIN Sunan Gunung Djati Bandung melengkapi daftar di peringkat ke-25 dunia.
Pemeringkatan SCImago sendiri dikenal ketat karena didasarkan pada tiga indikator utama, yaitu kinerja riset (dengan bobot 50 persen), inovasi (30 persen), dan dampak sosial (20 persen). Penilaian ini utamanya mengacu pada data publikasi ilmiah dan sitasi yang terindeks secara internasional, menjadikan capaian ini sebagai bukti nyata peningkatan kualitas akademik yang signifikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Suyitno, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan strategi panjang dalam memajukan PTKIN. Menurutnya, ini adalah pengakuan dunia terhadap langkah-langkah konkret yang telah diambil.
“Prestasi ini adalah bentuk nyata dari rekognisi internasional atas kualitas PTKIN. Ini menunjukkan bahwa langkah-langkah strategis yang selama ini kita lakukan—mulai dari penguatan publikasi bereputasi, kolaborasi riset lintas negara, hingga peningkatan kapasitas akademik dosen dan kelembagaan—telah mendapatkan pengakuan dunia,” ujar Suyitno di Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan bahwa capaian ini bukanlah tujuan akhir, melainkan fondasi untuk melangkah lebih jauh. Ke depan, PTKIN diminta untuk terus memperluas jejaring global dan meningkatkan kontribusi keilmuan Islam Indonesia di tingkat internasional.
“Ke depan, PTKIN harus terus memperkuat perannya sebagai pusat keunggulan (center of excellence) dalam studi keislaman yang moderat, inklusif, dan berdaya saing global, sehingga kehadirannya semakin dirasakan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di panggung dunia,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Sahiron. Ia menilai prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa PTKIN mampu bersaing di level global berkat penguatan riset dan kolaborasi internasional.
“Capaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi indikator kuat keberhasilan strategi internasionalisasi yang selama ini dijalankan oleh PTKIN. Kita melihat bagaimana peningkatan kualitas riset dan jejaring global memberikan dampak signifikan terhadap reputasi akademik di dunia internasional,” tandasnya. (Sod)
QS: As-Saffat (37) : 41
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙmereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
----------Al-Qur'an lengkap







