
Mojtaba Khamenei Perintahkan Status Selat Hormuz Tak Akan Kembali Seperti Sebelum Perang, Iran Terapkan Tarif Tol Kapal
SISIISLAM.COM, TEHERAN – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei perintahkan status Selat Hormuz tak kembali normal. Iran terapkan tarif tol dan tutup jalur strategis. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media.
Krisis di kawasan Teluk memasuki babak baru. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara tegas memerintahkan bahwa status Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum pecahnya perang melawan AS-Israel. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Ali Nikzad, pada Senin (27/4/2026).
Perintah Tegas Mojtaba Khamenei: Tidak Ada Pengembalian Status Selat Hormuz
“Kami sudah pasti tidak akan mengembalikan status Selat Hormuz seperti sebelumnya. Ini adalah perintah dari pemimpin tertinggi,” ujar Nikzad mengutip pernyataan resmi Mojtaba Khamenei melalui laporan Iran Wire.
Nikzad menambahkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran juga menekankan agar rute-rute perairan lain diperlakukan sama seperti Selat Hormuz. Artinya, kebijakan penutupan dan pengawasan ketat dapat diperluas ke jalur-jalur strategis lainnya di kawasan.
Tarif Tol Selat Hormuz Mulai Berjalan, Pendapatan Masuk ke Bank Sentral
Kebijakan ini bukan sekadar simbolis. Pada pekan lalu, Wakil Juru Bicara Parlemen Iran, Hamidreza Haji-Babaei, mengumumkan bahwa Iran untuk pertama kalinya menerima pendapatan dari penerapan tarif tol Selat Hormuz terhadap kapal-kapal yang melintas.
Dikutip dari Al Jazeera yang melansir laporan Tasnim (23/4/2026), uang hasil tarif tol tersebut langsung disimpan di Bank Sentral Iran.
“Pendapatan pertama dari tol Selat Hormuz disimpan di akun Bank Sentral,” kata Hamidreza.
Iran Tutup Selat Hormuz Sejak Perang Maret 2026
Sebagai informasi, penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah berlangsung sejak perang pecah pada awal Maret 2026. Penutupan ini berdampak besar pada lalu lintas minyak dunia, mengingat sekitar 20% minyak global melewati jalur tersebut.
Ghalibaf: Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Selama Blokade AS Masih Berlangsung
Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf melalui akun X pribadinya (22/4/2026) menegaskan bahwa negaranya tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama kapal Angkatan Laut AS masih melakukan blokade.
“Gencatan senjata lengkap hanya memiliki arti jika tidak dilanggar melalui blokade angkatan laut. Membuka kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di tengah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata,” tegas Ghalibaf, dikutip Al Arabiya.
Mojtaba Khamenei: Kepemimpinan Baru, Kebijakan Baru
Sejak wafatnya Ayatullah Ali Khamenei akibat serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026, Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran. Meski hingga kini belum ada pernyataan resmi lewat audio atau video darinya, perintah-perintah strategis mulai terlihat, salah satunya terkait status Selat Hormuz.
Ali Nikzad menambahkan bahwa kebijakan Iran terhadap Selat Hormuz akan sepenuhnya didasarkan pada keputusan pengambil kebijakan tingkat tinggi di Iran, yang saat ini berada di bawah komando Mojtaba Khamenei.
Dampak Global dan Prospek Ke Depan
Dengan tidak kembalinya status Selat Hormuz ke kondisi pra-perang, dunia bersiap menghadapi lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok minyak. Iran tampaknya semakin percaya diri menggunakan selat strategis ini sebagai alat tekanan geopolitik sekaligus sumber pendapatan baru melalui tarif tol.
Redaksi sisiislam.com akan terus memantau perkembangan terkini dari Teheran terkait kebijakan Mojtaba Khamenei dan implikasinya bagi dunia Islam serta stabilitas global.[*Sod]







