
Transformasi Penyelenggaraan Haji 2026 Lompatan Besar, DPR: Masih Ada Catatan di Mina
SISIISLAM.COM, JAKARTA – DPR sebut penyelenggaraan haji 2026 alami lompatan transformasi. Meski begitu, catatan soal Mina dan Arafah masih ada. Evaluasi segera dilakukan. Simak kabar berita selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mengalami lompatan transformasi yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, sejumlah catatan penting masih membayangi pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Transformasi Haji 2026: Lebih Baik, Tapi Tak Sempurna
Dalam keterangannya di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (3/6), Cucun menegaskan bahwa secara umum, transformasi haji 2026 menunjukkan kemajuan nyata.
“Kita harus sampaikan dengan jujur apa adanya, pelaksanaan haji tahun ini sudah melakukan lompatan transformasi,” ujar Cucun.
Namun, politisi PKS itu tidak menampik bahwa masih ada sejumlah hambatan tak terduga, seperti kurang terpenuhinya kapasitas penampungan jemaah di Mina serta beberapa kendala teknis lainnya selama puncak haji.
Catatan Timwas Haji DPR: Mina, Arafah, dan Muzdalifah Jadi Indikator
Cucun yang juga bagian dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan haji berada pada rangkaian Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kita masih punya catatan di sana,” kata dia.
Catatan-catatan tersebut akan segera dibawa ke meja evaluasi bersama pemangku kebijakan. Hasil evaluasi final juga akan disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI sebagai bentuk akuntabilitas publik.
Apresiasi Menhaj untuk Jemaah dan Petugas
Di sisi lain, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Menurutnya, ketertiban jemaah selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina menjadi kunci kelancaran ibadah tahun ini.
“Saya sampaikan apresiasi kepada jemaah haji Indonesia atas ketertibannya dalam menjalani rangkaian ibadah haji. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi. Semoga jemaah haji Indonesia menjadi haji yang mabrur,” ujar Menhaj di Makkah, Minggu (31/6).
Fase Mina Berakhir Lancar, Nafar Tsani Berjalan Tertib
Fase puncak haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijjah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia yang memilih nafar tsani (meninggalkan Mina pada 13 Zulhijjah) telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar.
Menhaj menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan fase Mina adalah hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia.
Kesimpulan: Transformasi Haji 2026 Jadi Modal Evaluasi ke Depan
Penyelenggaraan haji 2026 memang mencatat lompatan transformasi yang baik. Namun, DPR menegaskan bahwa evaluasi serius terhadap kekurangan di Mina dan Arafah harus tetap dilakukan agar haji Indonesia ke depan semakin sempurna dan mabrur. [*fin]
QS: Ash-Shura (42) : 40
وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚفَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَDan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.
----------Al-Qur'an lengkap






