
Musyrif Diny Perkuat Pendampingan Jelang Puncak Haji 2026, 56 Persen Jamaah Perempuan Diminta Siapkan Fisik dan Pengetahuan
Madinah, SisiIslam.com – Musyrif Diny haji 2026 perkuat pendampingan jamaah perempuan yang mendominasi. Siapkan fisik dan pengetahuan jelang Armuzna agar ibadah lancar dan mabrur. Baca informasi selengkapnya di laman Sisi Islam Media di bawah ini.
Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), peran Musyrif Diny dari unsur organisasi perempuan terus diperkuat. Mereka tak hanya mendampingi secara spiritual, tetapi juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan pengetahuan, mengingat jamaah perempuan tahun ini mendominasi hingga 56 persen.
Musyrif Diny: Jamaah Perempuan Wajib Siapkan Fisik dan Ilmu
Para musyrifah (pembimbing haji perempuan) mulai bergerak aktif di sektor pemondokan Madinah. Mereka tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga memastikan kondisi tubuh jamaah tetap prima memasuki fase terberat dalam rangkaian haji.
Dominasi 56 Persen, Pendampingan Perempuan Jadi Prioritas
Lilik Nur Kholidah Badrus Sholeh, Musyrif Diny dari PP Muslimat Nahdlatul Ulama, menyampaikan bahwa tugas ini merupakan amanah besar. “Atas nama PP Muslimat Nahdlatul Ulama, kami diberi tugas untuk menjadi Musyrif Diny haji 2026,” ujarnya di Madinah.
Ia menjelaskan, dari total jamaah, sekitar 56 persen adalah perempuan. Angka ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan pendampingan jamaah haji perempuan yang memahami persoalan fiqih dan psikologis mereka. “Kami memberikan sosialisasi dan edukasi di setiap hotel dan sektor agar jemaah memahami apa saja yang diperlukan dalam pelaksanaan haji sesuai aturan,” tambah Lilik.
Persiapan Fisik Jelang Armuzna Kunci Kelancaran Ibadah
Musyrif Diny lainnya, Rohimi Zam Zam, mengingatkan bahwa puncak haji di Arafah menuntut stamina luar biasa. Ia meminta seluruh jamaah, terutama perempuan, untuk tidak menyia-nyiakan waktu istirahat saat ini.
“Jaga fisik kita sampai pada titik puncaknya di wukuf. Ini penting agar seluruh rangkaian ibadah bisa dijalankan dengan baik.”
— Rohimi Zam Zam, Musyrif Diny
Ia menekankan bahwa persiapan fisik jelang Armuzna bukan sekadar anjuran, tetapi keharusan. Kurang tidur dan kelelahan bisa menghambat kekhusyukan wukuf.
Perhatian Khusus untuk Jamaah Risti, Lansia, dan Difabel
Tidak semua jamaah memiliki kondisi tubuh yang sama. Rohimi menyoroti bahwa jamaah perempuan berisiko tinggi (risti) , lanjut usia, dan penyandang disabilitas mendapat perhatian ekstra. Pendampingan yang diberikan bersifat holistik, tidak hanya teknis ibadah tetapi juga penguatan mental dan psikis.
“Ini juga untuk menguatkan psikis jamaah perempuan, terutama yang lansia, risti, maupun difabel,” kata Musyrif Diny dari PP Aisyiah tersebut.
Ia mengimbau jamaah dan keluarga untuk saling mengingatkan agar menjaga stamina dengan cukup istirahat serta mengatur aktivitas. “Perlu menjaga stamina, istirahat cukup, agar bisa mencapai puncak ibadah dengan baik. Di Arafah, kita benar-benar fokus menghadap Allah,” ungkapnya.
Target Akhir: Haji Mabrur untuk Semua
Kehadiran Musyrif Diny diharapkan menjadi solusi nyata bagi kepadatan dan tantangan ibadah haji modern. Dengan kesiapan pengetahuan dari edukasi hotel dan kesiapan fisik dari pengaturan istirahat, para jamaah perempuan diharapkan mampu melalui Armuzna dengan selamat, lancar, dan meraih predikat haji mabrur.
“Atas nama PP Muslimat NU, kami terus bergerak hingga jamaah terakhir kembali ke tanah air,” tutup Lilik. [*dik]
QS: At-Tariq (86) : 10
فَمَا لَهٗ مِنْ قُوَّةٍ وَّلَا نَاصِرٍۗmaka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong.
----------Al-Qur'an lengkap




