Pembantaian di Lebanon oleh Israel Sungguh Mengerikan!

Komisaris Tinggi HAM PBB Volker Turk menggambarkan skala pembunuhan dan penghancuran di Lebanon sebagai sesuatu yang “mengerikan” dan “sulit dipercaya,” terutama setelah adanya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pun menyatakan kemarahan atas kehancuran yang terjadi di daerah padat penduduk.

Redaksi Sisi Islam media memberikan ulasan terhadap berita yang sebelumnya telah diunggah di media ini, dengan judul: Pelanggaran Gencatan Senjata: Israel Bombardir Lebanon Tewaskan 254 Jiwa, Dunia Islam Mengecam Keras Serangan Brutal. Berikut ulasannya.

Agresi brutal Israel di Lebanon kali ini bukanlah sekadar pelanggaran gencatan senjata biasa. Ini adalah pesan politik yang jelas dan provokatif dari Tel Aviv kepada dunia: bahwa mereka merasa kebal hukum internasional dan tidak terikat pada kesepakatan damai apa pun, terutama yang melibatkan poros Perlawanan Islam.

Pertama, inkonsistensi AS. Sikap Donald Trump yang menyebut serangan ini sebagai “pertempuran kecil yang terpisah” menunjukkan betapa Amerika Serikat masih menjadi pelindung utama kejahatan perang Israel. Jika AS benar-benar menginginkan perdamaian di kawasan, mengapa mereka membiarkan sekutunya membantai warga sipil Lebanon hanya beberapa jam setelah kesepakatan ditandatangani? Ini adalah kemunafikan diplomatik tingkat tinggi.

Kedua, kebangkitan solidaritas Islam. Reaksi cepat dan keras dari Iran, Qatar, dan Turkiye menunjukkan bahwa poros kekuatan Islam di Timur Tengah semakin solid dalam menghadapi arogansi Zionis. Peringatan dari IRGC adalah sinyalemen serius bahwa konflik ini berpotensi meluas jika Israel tidak segera menghentikan pembantaian. “Darah syuhada tidak akan sia-sia” bukanlah slogan kosong; ini adalah doktrin perlawanan yang terbukti dalam sejarah Hizbullah.

Baca Juga:  Pentingnya Aspek Sosial dari Lima Pilar Islam

Ketiga, ujian bagi masyarakat internasional. Pernyataan Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon, yang menyebut serangan ini sebagai “kejahatan perang total” adalah cermin dari realitas di lapangan. Pertanyaannya: Apakah PBB dan Mahkamah Internasional hanya akan menjadi macan kertas? Ataukah akan ada sanksi nyata bagi para pemimpin Israel yang telah berulang kali menginjak-injak kemanusiaan?

Bagi umat Islam, peristiwa ini adalah pengingat bahwa tragedi Gaza dan Lebanon adalah satu rangkaian perjuangan panjang melawan penjajahan. Doa dan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Lebanon harus terus digelorakan. Allahumma ansur ikhwananal mujahidin fi sabilik.

Wallahu a’lam bishawab.

Oleh: Tim Redaksi

QS: Al-A'raf (7) : 111

قَالُوْآ اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَاَرْسِلْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَۙ

(Pemuka-pemuka) itu menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya dan utuslah ke kota-kota beberapa orang untuk mengumpulkan (para pesihir),

----------
Al-Qur'an lengkap