Mendikdasmen Ajak Orang Tua Tak Antar Anak Pakai Motor demi Hemat Energi

Jakarta (Sisi Islam Media) – Abdul Mu’ti ajak ekosistem sekolah & orang tua ubah gaya hidup. Mulai dari WFH Jumat hingga tak antar anak pakai kendaraan pribadi. Simak informasi selengkapnya hanya di halaman ini.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meluncurkan sebuah gerakan yang tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga melibatkan orang tua dan murid. Dalam arahannya akhir pekan ini, ia mengajak seluruh ekosistem pendidikan mengubah kebiasaan kecil demi ketahanan nasional: hemat energi.

Bukan sekadar mematikan lampu, gerakan ini mengajak orang tua untuk mulai mengurangi penggunaan kendaraan pribadi saat mengantar anak ke sekolah.

“Kami mengimbau orang tua untuk tidak mengantarkan anaknya dengan kendaraan pribadi yang berlebihan. Cobalah gunakan kendaraan umum, bersepeda, atau jalan kaki,” ujar Mu’ti di Jakarta Pusat, Sabtu.

Ia menegaskan bahwa transformasi budaya kerja ini tidak akan mengurangi mutu layanan pendidikan. Justru, dengan bekerja lebih efisien, pelayanan akan semakin adaptif.

Work From Home Bukan Libur

Salah satu poin unik dalam kebijakan ini adalah penerapan Work From Home (WFH) bagi ASN Kementerian setiap hari Jumat. Mu’ti menekankan bahwa WFH bukan berarti libur panjang.

“ASN tetap bekerja penuh tanggung jawab, hanya saja dari lokasi yang berbeda. Layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses,” tegasnya.

Selain WFH, efisiensi juga dilakukan melalui pengurangan perjalanan dinas, optimalisasi transportasi publik, hingga perluasan kawasan Car Free Day (CFD). Pemerintah daerah pun didorong untuk memfasilitasi jalur sepeda yang aman bagi para pelajar.

Baca Juga:  Mudik 2026 Sukses Besar: Kolaborasi & Layanan Ramah Keluarga Jadi Kunci Utama

Dengan semangat gotong royong, Mu’ti berharap Indonesia tetap produktif tanpa menguras energi. “Inilah transformasi menuju masa depan, di mana layanan tetap hadir, dan pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh semua,” pungkasnya.

 

QS: Hud (11) : 100

ذٰلِكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ الْقُرٰى نَقُصُّهٗ عَلَيْكَ مِنْهَا قَاۤىِٕمٌ وَّحَصِيْدٌ

Itulah beberapa berita tentang negeri-negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad). Di antara negeri-negeri itu sebagian masih ada bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.

----------
Al-Qur'an lengkap