
Menag Nasaruddin Umar: Teladani Kartini yang Berani Menafsirkan Al-Qur’an Bukan Sekadar Membaca Tekstual
SisiIslam.com, Jakarta – Menag ajak ASN Kemenag meneladani Kartini yang tak puas baca Al-Qur’an tekstual, tapi mendorong tafsir sebagai way of life. Simak kabar berita selengkapnya di laman SISI ISLAM MEDIA di bawah ini.
Peringatan Hari Kartini di lingkungan Kementerian Agama tahun ini tidak hanya menjadi seremonial mengenakan kebaya dan rangkaian bunga. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan terobosan makna dengan mengajak seluruh ASN Kemenag meneladani sisi keberanian Kartini dalam memahami agama: dari sekadar membaca teks menuju penafsiran yang hidup.
Dalam pidatonya di halaman kantor pusat Kemenag, Selasa (21/4/2026), Menag mengupas sisi progresif Kartini yang jarang tersorot. Menurutnya, Kartini bukan sekadar pejuang emansipasi perempuan, melainkan juga seorang pemikir keagamaan yang kritis.
“Beliau tidak puas hanya membaca Al-Qur’an secara tekstual tanpa memahami maknanya. Beliau mendorong adanya tafsir Al-Qur’an agar agama tidak hanya menjadi dogma teologis, tetapi menjadi way of life (pegangan hidup) dan penuntun bagi masyarakat,” ujar Menag di hadapan ribuan ASN.
Menag Nasaruddin menegaskan bahwa sikap Kartini ini adalah bentuk keberanian berpikir berbeda di zamannya. Sebagai seorang priyayi, Kartini justru mempertanyakan tradisi pingitan yang membatasi ruang gerak perempuan dan akses pendidikan, serta berani mengkritisi praktik sosial yang bertentangan dengan semangat keadilan Islam.
“Seorang tokoh besar lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda, berani mengambil sikap, dan berani menghadapi tantangan zamannya. Itulah yang ditunjukkan oleh Kartini,” tegasnya.
Pesan ini, lanjut Menag, sangat relevan bagi ASN Kemenag yang bertugas melayani masyarakat yang beragam. Ia mengajak seluruh jajaran, tanpa memandang gender, untuk memiliki keberanian intelektual: berani menafsirkan ajaran agama secara kontekstual, peka terhadap realitas sosial, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai penuntun hidup, bukan sekadar hafalan mati.
Peringatan Hari Kartini tahun ini pun menjadi momentum bagi Kemenag untuk menghadirkan ruang kerja yang inklusif, adil, dan berdaya, selaras dengan semangat tafsir dan keteladanan Kartini. (sisiislam/finku)
QS: Al-Qasas (28) : 56
اِنَّكَ لَا تَهْدِيْ مَنْ اَحْبَبْتَ وَلٰكِنَّ اللّٰهَ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَSungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
----------Al-Qur'an lengkap







