Israel Hanya Izinkan Sholat Subuh di Al Aqsa, HNW: Umat Islam Harus Rapatkan Barisan!
SisiIslam.com – Israel larang umat Islam sholat di Al Aqsa kecuali Subuh. HNW serukan persatuan umat. Masjid dalam bahaya serius. Simak informasi selengkapnya di halaman Sisi Islam Media di bawah ini!
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengecam keras kebijakan diskriminatif Israel yang hanya mengizinkan umat Islam melaksanakan sholat Subuh di Masjid Al Aqsa, sementara membiarkan ritual Yahudi berlangsung tanpa batasan. Ia menyerukan seluruh umat Islam di dunia untuk segera merapatkan barisan menyelamatkan kiblat pertama umat Islam tersebut.
“Sikap double standard Israel ini wajib ditolak secara keras. Ini harus membangkitkan umat untuk bersatu, bukan sekadar mengutuk, tapi bertindak sesuai kemampuan dan tanggung jawab masing-masing untuk menyelamatkan Al Aqsa,” tegas HNW dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Menurut HNW, apa yang dilakukan oleh Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, adalah bentuk kejahatan berkelanjutan. Israel bertindak seolah-olah menjadi pemegang kendali penuh atas Masjid Al Aqsa, mengabaikan otoritas sah Kementerian Wakaf dan Islam Yordania.
“Israel hanya basa-basi. Mereka membuka kompleks Al Aqsa untuk sholat Subuh, tapi dengan pembatasan waktu dan jumlah jamaah yang sangat ketat. Beberapa menit setelah Subuh, polisi Israel justru menganiaya dan menangkap jamaah, lalu mengusir mereka keluar,” ungkap HNW.
Di sisi lain, lanjutnya, lebih dari 400 jemaat Yahudi dari berbagai kelompok radikal diizinkan beribadah di kompleks Al Aqsa tanpa pembatasan jumlah dan waktu, bahkan dengan pengawalan ketat militer Israel. “Ini diskriminasi yang sangat parah. Bahkan disebut sebagai kondisi terparah Masjid Al Aqsa selama penjajahan Israel di Palestina,” tambahnya.
HNW mengingatkan bahwa tindakan Israel ini bukan hanya pelanggaran HAM dan hukum internasional, tetapi juga ancaman nyata bagi eksistensi Masjid Al Aqsa sebagai warisan budaya Islam yang diakui UNESCO.
“Israel melarang umat Islam beribadah di bulan Ramadhan hingga pertengahan Syawal. Sholat wajib, tarawih, Jumat, i’tikaf, bahkan sholat Idul Fitri tidak bisa dilaksanakan. Mereka juga melarang umat Kristiani beribadah di Kota Tua Yerusalem. Ini perilaku jahat dan diskriminatif terhadap Islam dan Kristen, tapi melindungi Yahudi,” sesalnya.
Di akhir pernyataannya, HNW mendesak Kementerian Wakaf Yordania dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret, bukan sekadar kecaman. Ia juga mengajak para pemimpin negara Arab-Islam untuk serius merespons bahaya yang mengancam Masjid Al Aqsa.
“Sikap radikal Israel seharusnya menyadarkan kita semua. Ini bukan persoalan main-main. Ini persoalan serius dan nyata. Mari kita rapatkan barisan, selamatkan Al Aqsa sebelum digantikan dengan kuil Sulaiman,” pungkas HNW.
QS: Al-Qasas (28) : 67
فَاَمَّا مَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنَ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَMaka adapun orang yang bertobat dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, maka mudah-mudahan dia termasuk orang yang beruntung.
----------Al-Qur'an lengkap




