Perbedaan Qalbu dan Fuad dalam Perspektif Al-Qur'an, Hadits, dan Sains Modern
Perbedaan Qalbu dan Fuad [Gambar ilustrasi]

Perbedaan Qalbu dan Fuad dalam Perspektif Al-Qur’an, Hadits, dan Sains Modern

SisiIslam.com – Apa perbedaan qalbu dan fuad? Simak penjelasan lengkap berdasarkan Al-Qur’an, hadits, dan temuan ilmiah tentang fungsi jantung dan otak dalam Islam di laman Sisi Islam Media di bawah ini.


Dalam keseharian, banyak dari kita menggunakan kata qalbu (قلب) dan fuad (فؤاد) secara bergantian. Tak sedikit yang mengira keduanya merujuk pada makna yang sama, yakni hati dalam arti fisik maupun metaforis. Namun, benarkah demikian?

Al-Qur’an dan hadits justru menunjukkan perbedaan yang mendasar antara qalbu dan fuad. Bahkan, penelitian ilmiah modern mulai mengungkap isyarat menakjubkan yang telah disebutkan sejak 14 abad lalu. Mari kita telusuri bersama perbedaan mendasar antara keduanya.

Perbedaan Qalbu dan Fuad dalam Al-Qur’an

Salah satu pertanyaan klasik yang muncul di kalangan umat Islam adalah: apakah fuad sama dengan qalbu? Jika iya, maka keduanya sama-sama berada di dalam dada (صدر). Namun, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Transliterasi:
Afalam yasīrū fī al-arḍi fatakūna lahum qulūbun ya‘qilūna bihā au ādhānun yasma‘ūna bihā fa innahā lā ta‘mā al-abṣāru wa lākin ta‘mā al-qulūbu allatī fī al-ṣudūr.

Artinya:
“Maka apakah mereka tidak berjalan di bumi sehingga mereka mempunyai qalbu yang dengannya mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah qalbu yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj [22]: 46)

Baca Juga:  Puasa Ramadhan dan Menghindari Gaya Hidup Mewah

Ayat ini menegaskan bahwa qalbu bertempat di dalam dada (shadr). Lalu di mana letak fuad?

Perhatikan pula firman Allah dalam Surah Al-Qashash:

وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَى فَارِغًا ۖ إِن كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَن رَّبَطْنَا عَلَى قَلْبِهَا لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Transliterasi:
Wa aṣbaḥa fu’ādu ummi mūsā fārighā, in kādat latubdī bihī law lā an rabaṭnā ‘alā qalbihā litakūna mina al-mu’minīn.

Artinya:
“Dan menjadi kosonglah fuad (hati/kesadaran) ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), sekiranya tidak Kami kuatkan qalbunya, supaya dia termasuk orang yang beriman.” (QS. Al-Qashash [28]: 10)

Tafsir ayat ini menunjukkan bahwa fuad ibu Musa mengalami kekosongan akibat shock (trauma) karena harus melemparkan Musa ke sungai. Sementara qalbunya masih berfungsi dan dikuatkan oleh Allah. Ini menunjukkan bahwa fuad bisa “nonaktif” sementara qalbu tetap bekerja. Perbedaan qalbu dan fuad menjadi sangat jelas di sini.

Pola penyebutan dalam Al-Qur’an juga konsisten:

  • Qalbu disebut sebelum pendengaran dan penglihatan (QS. An-Nahl [16]: 108, QS. Al-Jatsiyah [45]: 23)
  • Fuad disebut sesudah pendengaran dan penglihatan (QS. An-Nahl [16]: 78, QS. Al-Mulk [67]: 23)

Ini mengindikasikan bahwa fuad lebih dekat dengan fungsi persepsi dan emosi, sedangkan qalbu lebih ke pusat pemahaman dan keputusan.

Perbedaan Qalbu dan Fuad dalam Hadits Nabi

Rasulullah ﷺ juga membedakan keduanya dengan redaksi yang indah:

أَهْلُ الْيَمَنِ أَرَقُّ قُلُوبًا وَأَلْيَنُ أَفْئِدَةً

Transliterasi:
Ahlul yamani araqqu qulūban wa alyanu af’idah.

Artinya:
“Penduduk Yaman lebih lembut qalbu mereka dan lebih lunak fuad mereka.” (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Baca Juga:  Makna Fasiq : Kandungan Surat Al-Baqoroh 26-27

Perhatikan: Nabi menggunakan kata raqqah (kelembutan) untuk qalbu, dan līn (kelunakan) untuk fuad. Dalam bahasa Arab, raqqah lebih dalam dan permanen, sedangkan līn* lebih bersifat responsif dan sementara. Ini menegaskan bahwa perbedaan qalbu dan fuad bukan sekadar sinonim, tetapi dua entitas dengan sifat berbeda.

Perbedaan Qalbu dan Fuad dalam Pandangan Sains Modern

Penelitian neurosains modern menemukan bahwa area yang disebut “fuad” dalam isyarat Al-Qur’an ternyata berkorelasi dengan sistem limbik di otak, yang meliputi:

  • Hippocampus (berbentuk seperti kuda laut) → pusat memori dan navigasi
  • Amigdala → pusat emosi dan ketakutan
  • Talames → pusat rasa sakit
  • Hipotalamus → pusat naluri dasar (lapar, haus, hasrat)
  • Gyrus cingulate → pusat regulasi emosi

Semua area ini tidak berada di dada, melainkan di otak. Sedangkan qalbu secara fisik adalah jantung (organ) yang memiliki sistem saraf intrinsik (disebut “otak kecil jantung”) yang terbukti memengaruhi pengambilan keputusan moral dan pemahaman batin (heart intelligence).
Dengan demikian:

  • Fuad → sistem limbik di otak, pusat emosi, memori, dan persepsi cepat.
  • Qalbu → jantung dan sistem saraf otonomnya, pusat pemahaman mendalam (taqwa, iman, niat).

Kesimpulan: Qalbu dan Fuad Bukan Hal yang Sama

Dari pemaparan di atas, jelas bahwa perbedaan qalbu dan fuad sangatlah nyata:

AspekQalbu (قلب)Fuad (فؤاد)
Lokasi dalam Al-Qur’anDalam dada (shadr)Tidak disebut di dada, lebih ke fungsi kesadaran
Disebut sebelum/sesudah panca indraSebelum pendengaran & penglihatanSesudah pendengaran & penglihatan
FungsiMemahami, beriman, niatEmosi, memori, persepsi
Korelasi sainsJantung & sistem saraf intrisiknyaSistem limbik otak
Baca Juga:  Implementasi Semangat Isra' Mi'raj dalam Kehidupan Bernegara: Sebuah Manifesto Transformasi untuk Para Pemimpin

Keduanya saling melengkapi. Qalbu memberi arah, fuad memberi dorongan emosi dan memori. Semoga pemahaman ini menambah kekhusyukan kita dalam merenungi ayat-ayat Allah. Wallahu a’lam.

Penulis: Tim Redaksi SisiIslam.com
Sumber rujukan: Tafsir Ibnu Katsir, Al-Qur’an, Shahih Ahmad, dan jurnal neurosains terbaru.

QS: An-Najm (53) : 51

وَثَمُوْدَا۟ فَمَآ اَبْقٰىۙ

dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),

----------
Al-Qur'an lengkap