LDK Muhammadiyah dan UMSU Kirim Mahasiswa Berdakwah ke Wilayah 3T hingga Luar Negeri
MEDAN, Sisiislam.com | LDK Muhammadiyah gandeng FAI UMSU kirim dai muda KKN ke wilayah 3T & luar negeri. Dakwah berkemajuan menembus batas geografis. Simak informasi selengkapnya di halaman Sisi Islam Media ini.
Gerakan dakwah Muhammadiyah kian menunjukkan ekspansi yang tak terbendung. Bukan hanya masjid dan majelis taklim yang menjadi medan, kini pelosok negeri hingga mancanegara pun menjadi target syiar Islam berkemajuan.
Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menggandeng Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) untuk meluncurkan program KKN Dakwah yang dikirim langsung ke wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta sejumlah negara.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) berlangsung khidmat di kampus UMSU, Medan, pada Selasa (14/4/2026). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bendahara LDK PP Muhammadiyah yang juga Dekan FAI UMSU, Assoc. Prof. Zailani, serta Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Prof. Muhammad Qorib.
Dakwah Bukan Hanya untuk Perkotaan
Wakil Bendahara LDK PP Muhammadiyah, Kamarul Zaman, menegaskan bahwa dakwah hari ini harus berani keluar dari ruang-ruang konvensional.
“LDK Muhammadiyah hadir untuk memastikan dakwah menjangkau seluruh segmen komunitas, dari masyarakat perkotaan, komunitas khusus, wilayah 3T, hingga masyarakat Indonesia di luar negeri. Dakwah harus hadir sebagai solusi, pencerahan, dan pemberdayaan,” ujar Kamarul Zaman dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, kolaborasi ini adalah bentuk integrasi nyata antara gerakan dakwah komunitas dengan pengabdian akademik mahasiswa. Para peserta KKN nantinya tidak hanya mengajar mengaji, tetapi juga hidup bersama masyarakat adat, memahami budaya lokal, hingga membangun solusi sosial di tengah keterbatasan.
Mencetak Dai Intelektual yang Adaptif
Assoc. Prof. Zailani menambahkan bahwa program ini menjadi ruang belajar lapangan yang strategis. Mahasiswa dituntut untuk menjadi kader dakwah yang tangguh.
“Mahasiswa harus dibentuk menjadi kader dakwah yang tangguh, mampu hadir di wilayah 3T maupun lintas negara, dengan pendekatan yang mencerahkan, inklusif, dan solutif,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Muhammad Qorib mengapresiasi langkah ini sebagai model ideal integrasi dakwah dan akademik. Menurutnya, tantangan dakwah era modern begitu kompleks, sehingga sinergi seperti ini mutlak diperlukan.
“Ini adalah model kolaborasi yang sangat baik antara gerakan dakwah persyarikatan dan dunia akademik untuk melahirkan kader dai yang unggul, adaptif, dan siap menjawab tantangan dakwah di wilayah 3T maupun level internasional,” ungkapnya.
Bukan Sekadar Ceramah, Tapi Pemberdayaan
Yang membedakan program ini dari kegiatan dakwah biasa adalah pendekatannya yang holistik. Para mahasiswa yang dikirim tidak hanya berdakwah lisan, tetapi juga diharapkan hadir sebagai problem solver bagi masyarakat.
Dengan mengusung semangat Islam Berkemajuan, program ini menjadi bukti bahwa dakwah dan pendidikan tinggi bisa berjalan beriringan. Dari pedalaman Papua, perbatasan Kalimantan, hingga diaspora Indonesia di Malaysia dan Timur Tengah—para dai muda UMSU siap menyebarkan rahmat bagi alam semesta.
LDK Muhammadiyah dan UMSU berharap program ini mampu melahirkan generasi baru dai yang tidak hanya fasih dalam kitab kuning, tetapi juga peka terhadap detak jantung umat di pelosok dunia. (*)
Catatan Redaksi: Program ini rencananya akan dimulai pada semester ganjil mendatang dengan seleksi ketat bagi mahasiswa FAI UMSU yang memiliki kompetensi dakwah lintas budaya.
QS: Al-Ahzab (33) : 52
لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاۤءُ مِنْۢ بَعْدُ وَلَآ اَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ اَزْوَاجٍ وَّلَوْ اَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ اِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ رَّقِيْبًاTidak halal bagimu (Muhammad) menikahi perempuan-perempuan (lain) setelah itu, dan tidak boleh (pula) mengganti mereka dengan istri-istri (yang lain), meskipun kecantikannya menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang engkau miliki. Dan Allah Maha Mengawasi segala sesuatu.
----------Al-Qur'an lengkap






